A. Pengertian Museum

Museum berasal dari bahasa Yunani: Museion. Museion merupakan sebuah bangunan tempat suci untuk memuja Sembilan Dewi Seni dan llmu Pengetahuan. Salah  satu  dari  sembilan Dewi  tersebut ialah: Mouse yang lahir dari maha Dewa Zous dengan isterinya Mnemosyne. Dewa  dan  Dewi  tersebut  bersemayam  di  Pegunungan  Olympus.

trinilMuseion  selain  tempat  suci,  pada  waktu  itu  juga  untuk  berkumpul  para cendekiawan yang mempelajari serta menyelidiki berbagai ilmu pengetahuan, juga sebagai tempat pemujaan Dewa Dewi. Pengertian Museum dewasa ini adalah “Sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan pengembangannya, terbuka  untuk  umum,  yang  memperoleh,  merawat,  menghubungkan  dan memamerkan, untuk  tujuan-tujuan studi, pendidikan dan kesenangan, barang-barang pembuktian manusia dan  lingkungannya”. Museum merupakan  suatu  badan  yang mempunyai  tugas dan  kegiatan  untuk memamerkan  dan menerbitkan  hasil-hasil  penelitian  dan pengetahuan  tentang  benda-benda  yang  penting  bagi  Kebudayaan  dan  llmu Pengetahuan.

Sudah lama sekali orang awam mempunyai anggapan bahwa museum itu hanya mengumpulkan barang antik, bahkan tidak jarang terdengar bahwa orang yang bekerja di museum itu juga disebut orang antik. Di samping itu orang awam sering mengganggap bahwa pegawai museum itu pekerjaannya tenang-tenang saja hanya menjaga barang antik. Mungkin tanggapan yang keliru itu timbul karena kegiatan-kegiatan edukatif kultural museum di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan. Mungkin juga anggapan yang keliru itu timbul karena kebanyakan museum di Indonesia merupakan jenis museum yang hanya menyimpan dan memamerkan benda-benda koleksi yang berkaitan dengan studi purbakala, sejarah dan ilmu bangsa-bangsa saja. Sebenarnya pengertian museum itu lebih luas daripada yang diduga orang.

Secara umum pengertian museum dapat diartikan sebagai suatu tempat tersimpannya benda-benda peninggalan sejarah yang ditata sedemikian rupa guna memudahkan masyarakat untuk menyaksikannya.

Sri Soejatmi (1992: 2) berpendapat bahwa museum adalah “sebagai lembaga yang bertugas melestarikan dan mewariskan budaya dengan jalan mengumpulkan, merawat, memiliki, memamerkan, dan mengkomunikasikan kepada masyarakat”

Museum adalah suatu lembaga yang permanen yang melayani kepentingan masyarakat dan kemajuannya, terbuka untuk umum, tidak mencari keuntungan, yang memelihara, meneliti, memamerkan, dan mengkomunikasikan benda-benda pembuktian material manusia dalam lingkungannya untuk tujuan studi, pendidikan, dan rekreasi (Moh. Amir Sutaarga, 1981: 23)

Menurut Schouten (1990: 726) Museum adalah “suatu bangunan tempat orang-orang memelihara dan memamerkan barang-barang yang mempunyai nilai-nilai historis, misalnya peninggalan sejarah, ilmu, dan peninggalan benda-benda kuno”. Museum dapat diterangkan dengan beberapa definisi, tetapi pada dasarnya adalah suatu tempat untuk menyimpan dimana benda-benda yang mencerminkan sifat khas dari suatu hal. Museum sesuai dengan fungsinya sebagai penyelamatan warisan budaya, mempunyai peranan yang penting dalam menunjang pembangunan nasional bangsa Indonesia.

 B. Macam-Macam Museum

Jenis museum secara garis besar terdiri dari dua jenis yakni museum umum dan museum khusus. Penentuan ini berdasarkan pada jenis koleksi yang dipamerkan. Museum umum dapat dibagi menjadi museum arkeologi, etnografi, historika, numismatik, dan naskah. Sedang museum khusus adalah museum yang koleksinya khusus terdiri dari salah satu disiplin ilmu (Sartono Kartodirjo, 1990: 18).

Moh. Amir Sutaarga (1981: 9) mengelompokkan penjenisan museum dalam wujud: (1) museum ilmu hayat; (2) museum ilmu dan teknologi; (3) museum arkeologi dan sejarah; (4) museum antropologi dan etnografi, dan (5) museum kesenian. Penjenisan museum tersebut dalam kenyataannya bersifat umum dan dapat dipecah-pecah menjadi yang lebih khusus. Sebagai contoh Museum ABRI Satriamandala di Jakarta merupakan suatu museum sejarah tetapi mengkhususkan dirinya pada pengumpulan, pemeliharaan, pencatatan, kajian, dan mengkomunikasikan reli-relik (bahan pembuktian) sejarah ABRI yang sekarang bernama TNI.

Menurut ICOM dalam (Moh. Amir Sutaarga, 1981: 33-36) ada bermacam-macam museum yaitu: (1) berdasarkan status hukum; (2) berdasarkan jenis koleksi; (3) berdasar ruang lingkup wilayah; (4) berdasar bentuk penyajiannya; dan (5) berdasar objek penyajiannya.

 C. Fungsi dan Tugas Museum

Tugas dan fungsi museum secara panjang lebar dikemukakan oleh Uka Candrasasmita yang di kutip Made Seraya (1983: 76), fungsi museum sebagai berikut: (1) Pusat Dokumentasi Dan Penelitian Ilmiah; (2) Pusat Penyaluran Ilmu Untuk Umum; (3) Pusat Penikmatan Karya Seni; (4) Pusat  Perkenalan  Kebudayaan  Antar  Daerah  Dan  Antar  Bangsa; (5) Obyek Wisata; (6) Media  Pembinaan  Pendidikan  Kesenian  Dan  Ilmu  Pengetahuan; (7) Suaka Alam Dan Suaka Budaya; (8) Cermin Sejarah Manusia, Alam Dan Kebudayaan; (9) Sarana Untuk Bertaqwa Dan Bersyukur Kepada Tuhan YME.

Fungsi dan tugas pokok museum memenuhi hakekat manusia sebagai makhluk budaya (Soetjipto, 1991: 20). Adapun fungsi dan tugas pokok museum yaitu sebagai:

1)        Tempat Rekreasi

Museum dengan benda-benda koleksinya yang berupa benda-benda seni budaya mengandung nilai estetika, indah, antik sebagai sumber penawar bagi para pengunjung yang lelah dalam menghadapi kesibukan sehari-hari.

2)        Tempat Ilmu Pengetahuan

Benda koleksi museum dapat dimisalkan sebagai orang yang ingin berbicara. Para ahli lah yang dapat menginterpretasikan arti dari benda-benda tersebut dan dari itu kita dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Museum adalah alamat yang tepat bagi mereka yang mengadakan penyelidikan atau penelitian

3)        Sumber Informasi

Museum dalam arti modern adalah suatu lembaga yang secara aktif melakukan tugasnya di dalam menerangkan dunia manusia dan alam. Misalnya saja museum Perjuangan bertugas menjelaskan alam perjuangan suatu bangsa

4)        Sebagai Pendidikan Kebenaran

Pengunjung bukan hanya sekelompok anak atau mahasiswa, tetapi terdiri manusia yang berlainan tingkat kecerdasannya dan tingkat pendidikannya serta kebangsaannya bahkan lain pula pandangan hidupnya. Pameran benda-benda di museum menimbulkan bermacam-macam pengaruh positif. Diantaranya menimbulkan kesadaran tentang persoalan peristiwa sejarah, kehidupan binatang, pertumbuhan tanaman, perkembangan kebudayaan dan lain-lain. Pada pokoknya benda koleksi itu mengajak untuk berfikir logis, konstruktif, dan pragmatis.

Dengan memperhatikan fungsi museum, jelaslah bahwa museum mempunyai peranan yang sangat penting dalam membina dan memupuk kepribadian dalam hidup bermasyarakat. Demikian juga museum tidak kurang pentingnya dalam rangka menanamkan serta memupuk saling pengertian antar manusia, antar suku bangsa, dan bangsa-bangsa di muka bumi.

Sedangkan tugas pokok museum adalah sebagai berikut:

1)        Tugas pengumpulan

Tidak sembarang benda yang dapat dimasukkan ke dalam museum. Yang dikumpulkan adalah benda-benda yang memenuhi syarat untuk dijadikan benda koleksi museum. Tugas pengumpulan itu tergantung pada jenis koleksinya.

2)        Tugas pemeliharaan

Tugas pemeliharaan menyangkut dua segi yakni segi teknis dan segi administratif. Segi teknis, benda-benda koleksi itu harus dipelihara atau kalau perlu diawetkan dan diusahakan supaya tetap awet dan tercegah dari segala kemungkinan pemusnahan atau kehilangan. Segi administratif adalah upaya benda koleksi tersebut mendapat keterangan-keterangan tertulis yang menjadikan benda koleksi tersebut bersifat monumental sebagai benda pembuktian kenyataan.

3)        Tugas pameran

Pameran adalah pekerjaan yang khas dan paling utama bagi setiap museum. Benda-benda dipamerkan untuk kepentingan pengunjung, baik dalam rangka penyaluran ilmu pengetahuan maupun dalam rangka memberi kenikmatan seni bagi benda-benda koleksi seni rupa.

4)        Tugas penyelidikan

Museum dapat dikatakan juga sebagai pusat penyelidikan ilmu pengetahuan. Benda-benda untuk perlengkapan prasarana studi dan penelitian. Benda-benda dari zaman peradaban purba atau dari zaman manusia belum mengenal tulisan untuk menyatakan diri atau sejarahnya, bertugas menerangkan langsung tentang suatu zaman kehidupan manusia purba.

5)        Tugas penyaluran ilmu pengetahuan

Tugas ini lebih bersifat sosio edukatif, sehingga untuk lebih banyak memanfaatkan koleksi museum dengan cara memberi penerangan yang dapat diterima oleh bermacam-macam jenis pengunjung. Tugasnya yang lain ialah menyelenggarakan acara-acara ceramah, pertunjukan dan pemutaran film-film yang berkaitan dengan benda-benda koleksi museum (Soetjipto, 1991: 20).

(#DP9#)

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s