Firasat

doniDari siang tadi smsmu selalu ku tunggu-tunggu, Yanindra. Kalau nggak salah aku sudah sms kamu sebanyak dua kali, ketika bangun tidur dan siang tadi. Aku masih ingat itu, Yanindra, daya ingatku lumayan agak tinggi. Aku juga masih ingat pelajaran dulu saat aku masih duduk dibangku smp, bahwa Belanda juga melakukan agresi sebanyak dua kali. Hal itu membuat banyak pihak kecewa, tidak hanya Indonesia, bahkan Belanda mendapatkan kecaman dari dunia internasional. Aku sebenarnya juga agak kecewa, Yanindra. Soalnya dari tadi aku menunggu sms dari kamu. Baca lebih lanjut

Brang lor

IMG20150615121812Setiap musim tanam seperti ini mesti tetanggaku sibuk dengan pekerjaan masing-masing Yanindra. Tetanggaku itu sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani Yanindra. Nggak deh, kalau lebih tepatnya mereka bermatapencaharian sebagai buruh tani. Waktu aku kuliah dulu diajarkan mengenai beda antara petani dengan buruh tani. Pada masa lalu ketika paham komunis berkembang pesat di Indonesia, kata-kata buruh akrab di telinga kita Yanindra. Akan tetapi waktu berganti, arus pun berubah, komunis dibabad abis, buruh diganti menjadi karyawan. Tapi tetap saja nggak ada karyawan tani menggantikan buruh tani. Baca lebih lanjut

Peci

kuplukKemarin seperti orang muslim pada umumnya aku menunaikan ibadah sholat Jumat secara berjamaah, Yanindra. Agamaku menekankan bagi penganutnya khusus laki-laki wajib menjalankan sholat jumat tersebut. Kalau secara berturut-turut tidak menjalankan ibadah sholat tersebut maka, katanya mereka menjadi orang kafir. Padahal tetanggaku itu jarang menjalankan sholat jumat lho Yanindra. Apakah itu juga berarti bahwa sebagian besar penduduk di desaku kafir semua. Kalau sebagai ukurannya sholat jumat saja, aku dapat mengatakan bahwa sebagian besar penduduk di desaku adalah kafir, karena masjid yang ada di tempatku kalau saat sholat jumat penuh dengan orang-orang yang diluar dari penduduk sekitar tempat tinggalku. Baca lebih lanjut

Nasionalis-Relegius

kh_agus_salimAku dari tadi cuman senyam-senyum mendengar bapak di depanku ini bercerita Yanindra. Aku sok yes dan seolah tahu apa yang sedang dibicarakan bapak itu Yanindra. Sebenarnya pria urakan seperti aku itu sulit untuk berbicara santun di depan orang tua Yanindra. Aku lho, setiap hari berbicara dengan orang tuaku di rumah itu menggunakan bahasa Jawa ngoko, bahasa Jawa tingkatan paling rendah yang biasanya digunakan untuk teman sesama atau orang yang lebih tua berbicara dengan yang lebih muda. Bukannya aku tidak menghormati kepada orang tuaku Yanindra, tapi itulah yang diajarkan oleh orang tuaku. Mereka tidak mengajarkan kepadaku berbahasa Jawa yang bertingkat-tingkat di rumah, kami bukanlah keluarga priyayi, kami hanya keluarga petani Yanindra. Baca lebih lanjut

Pak Yayi

pak yayiKalau saat kecil dulu aku tahu bagaimana enaknya menjadi pak yayi, pasti dulu aku tidak bercita-cita menjadi guru sejarah, Yanindra. Di mana-mana yang namanya pak yayi selalu dipuja-puja oleh pengikutnya. Bandingkan saja dengan guru sejarah, yang acap kali sering dicemooh oleh orang-orang karena membahas masa lalu, dan nggak bisa move on, kalah jauh dibandingkan kehebatan pak yayi. Sosok manusia yang satu ini dianggap lebih oleh para pengikutnya memiliki sesuatu yang lebih dan memiliki kedekatan dengan Yang Maha. Kedekatan inilah yang membuat kata-kata atau petuahnya sering ampuh bagi umatnya. Pak yayi menjadi manusia yang sempurna, mereka (pak yayi) seolah menjadi perantara antara manusia dengan Tuhannya. Sehingga kadang ada beberapa orang yang memuja berlebihan, dan itu menurutku kurang baik, Yanindra. Baca lebih lanjut