PLEDOI

(Sebuah catatan yang berupa tanggapan terhadap kritikan dari para siswa kepada guru mereka tercinta, Pak JOKO TINGKIR)

Assalamualaikum wr. Wb

Salam sejahtera bagi kita semua

Kehidupan terus melaju penuh dengan tantangan yang luar biasa. begitu juga halnya dalam proses kehidupan belajar-mengajar. Terjadilah suatu tantangan yang harus dijalani baik oleh peserta didik maupun pendidik. Tantangan itu salah satunya dalam penyampaian materi pembelajaran. Pendidik harus mampu menyampaiikan materi secara jelas kepada peserta didik, dengan begitu diharapkan peserta didik mampu memahami materi yang telah disampaikan. Keinginan antara peserta didik denggan pendidik sebenanya sama yaitu materi dapat tersampaikan dan dalam kegiatan akhir(evaluasi) mendapatkan hasil yang maksimal. Namun dalam proses kegiatan pembelajaran tidak seindah dalam teori. Terkadang pendidik mengalami permasalahan dalam penyampaian materi, misal materi yang terlalu sulit, waktu dalam pembelajaran yang sedikit,kemampuan siwa yang tidak optimal. Kadang pendidik mengejar waktu untuk menyelesaikan materi dengan mengorbankan apakah siswa sudah mengerti dengan materi??

Nah dengan adanya permasalahan diatas, Pak Joko Tingkir, yang merupakan salah satu mahasiswa PPL dari Prodi Pendidikan Sejarah memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kritik terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan hampir 3 bulan.

“Hari ini saya minta bantuan kritik dari kalian” itulah perkataan awal untuk mengikuti kegiatan pengkritikan. “Ambil secarik kertas lalu tulis nama dan saran apa yang kalian berikan kepada saya untuk tujuan perbaikan kegiatan belajar kita” lanjut kata Pak Joko Tingkir.

Siswa sejenak menjadi ramai

Tiba-tiba ada siswa yang mengangkat jari

“mister-mister jangan ditulis namanya ya??”

“Ya ditulis tow, biar nanti saya tau siapa yang memberikan kritik + biar saya kenal sama kalian” jawab Pak Joko Tingkir

“Jangan ditulis tow pak” para siswa menjerit-jerit histeris, mereka tak henti memohon sehingga tampaklah jati diri mereka yang ternyata kumpulan para gembel.(just kidding) JJJ

“Heh, tenang saja, Negara kita itu Negara demokratis sehingga kalian bebas mengeluarkan pendapat yang berupa kritik” Jawab pak Joko Tingkir untuk menenangkan keadaan, karena pada saat itu keadaan kelas mulai terlihat kacau, sana-sini terjadi huru-hara, ada beberapa siswa yang mulai membakar ban bekas dan ada lagi yang membentangkan spanduk besar yang tertulis “TURUNKAN HARGA BUKU PAKET DAN BUKU+PULPEN”

“Tenang saja, kritik ini tidak mempengaruhi nilai kalian, saya tidak seperti para pemimpin kita yang kalau dikritik terus marah” tambah Pak Joko Tingkir menenangan massa actie yang secara diam-diam diboncengi oleh SGM (Siswa Galau Menulis).

Kata yang bijaksana tersebut berhasil menenangkan massa actie. Semua siswa mulai mengambil secarik kertas dan mulai menulis kritik dan saran yang akan disampaikan kepada Pak Joko Tingkir.

Kita tinggalkan siswa yang sedang sibuk menulis (lebih mirip dikatakan membatik), kita menuju sosok yang berada di depan kelas. Yuppp betul sekali… PAK JOKO TINGKIR

Siapa tow Pak Joko Tingkir itu????

Dalam satu kitab dijelaskan ciri-ciri salah satu makhluk yaitu bermata satu, tinggi, rambut kriting, agak kurus, dan di dahinya tertulis kata dalam huruf arab yang dibaca “KAFIR”. Hahh apakah berarti maklhuk ini pertanda kiamat akan segera menjemput kita???

Pak Joko Tingkir berpawakan kecil namun memiliki tinggi yang menjulang kelangit. Kalau dalam cerita wayang, Pak JokoTingkir itu tergabung dalam Punakawan yaitu sebagai Petruk. Pak Joko Tingkir menurut survey LSI merupakan calon guru tergembel tahun 2011. Dalam 4 hari, tidak pernah ganti baju dan celana panjang, tidak pernah sarapan, kalau berangkat lebih milih menebeng temen, sering minta jajanan temen PPL, itu merupakan sekelumit untuk memberikan tingkat kegembelan Pak Joko Tingkir yang ternyata sudah masuk pada stadium 5.

Pak Joko Tingkir, sesuai dengan namanya, merupakan seorang manusia yang suka bepetualang dalam masalah cinta. Sudah berapa puluh bencong yang menjadi kekasihnya. Muka yang imud kayak marmud menjadi daya tarik dari pak Joko Tingkir untuk mendapatkan pasangannya. Dengan tingkat kegembelan yang sangat luar biasa, jangan berharap pasangan dari pak Joko Tingkir mendapatkan traktiran atau dibeliin apa gitu.

Masih banyak lagi cerita tentang kegembelan pak Joko Tingkir, namun tidak dapat disampaikan semua. Terlalu kasihan Pak Joko Tingkir yang sangat hina dan nista ini.

Kembali ke siswa yang sedang mengerjakan kritik. 10 menit waktu berlalu dan jam sudah menunjukan pukul 09.30 itu pertanda kiamat sementara untuk pelajaran sejarah pada saat itu. “It’s time to begin first break

“Ayo segera dikumpulkan” kata Pak Joko Tingkir

Siswa segera mengumpulkan kertas dengan perasaan yang puas setelah menulis cacian dan makian yang ditujukan kepada pak Joko Tingkir.

Sepulang dari sekolahan Pak Joko Tingkir segera membuka tas dan mengambil kumpulan kertas kritik tadi. Satu persatu tulisan kertas dibaca. Pak Joko Tingkir membaca sambil senyum-senyum mungkin penyakit gilanya kambuh.

Berikut ini beberapa kritik yang disampaikan siswa melalui secarik kertas (nama pengkritik tidak dicantumkan untuk melindungi keselamatan jiwa dari pengkritik)

kritik

  • Menerangkan jangan cepat-cepat
  • Jangan mengandalkan ICT
  • Buatlah pelajaran lebih menyenangkan
  • Kalo ngajar sih lucu sebenarnya tapi kurang tegas untuk mengkondisikan kelas
  • Kalau mengajar jangan terlalu cepat ya, pak. Prioritaskan biar murid-murid paham
  • Pak Joko Tingkir, kalau mengajar mbok berdiri toe pak…

Trus kalau menerangkan itu secara lebih mendetail, kalo bisa dibuat bagan#nya. Kan kalo pake bagan gitu jadi gampang dipahami.

“Hahahahahaha,,,,,,,” Pak Joko Tingkir tertawa puas

Kemudian Pak Joko Tingkir membuka laptop hasil curian yang belum sempet dijual, terus mulai mengetik pembelaannya (Seperti pada Sidang di Pengadilan Agama karena kasus pencabulan yang terdakwa terkena vonis kemudian terdakwa memberikan PLEDOI untuk melakukan pembelaan diri).

Berikut ini isi dari catatan yang dibuat oelh Pak Joko Tingkir

“terimakasih anak-anak atas kritikannya. Mungkin bapak selama ini dalam kegiatan belajar masih banyak kekurangan, tiada manusia yang sempurna. Dengan adanya kritik ini bapak berharap dalam kegiatan pembelajaran berikutnya bisa lebih baik. Sama disini ingin menyampaikan pendapat saya untuk menanggapi kritik yang telah kalian sampaikan. 1) mengenai mengajar saya yang terlalu cepat, betul sekali, waktu yang begitu singkat dengan materi yang begitu banyak, waktu 45 menit saya kira sangat kurang sekali. Alangkah baiknya kritik ini disampaikan kepada Menteri Pendidikan Republik Jamaika.2) ICT, masalah ini sebenarnya kalian salah semua, Saya itu baru mengenal komputer ketika SMA kelas 3 itu pun baru kenal. Karena ada tuntutan penggunaan teknologi saya harus bisa menggunakan ITC. 3) mengapa beberapa hari ini saya lebih suka duduk, dikarenakan saya capek sekali, harus menafkahi 9 orang istri dan 19 anak. Kalian nanti kalau mampu kuliah kalian akan menemui dosen yang ngajar hanya duduk gak pernah beranjak dari tempat duduknya.  Sekali saya mengucapkan terimakasih atas kritikan kalian semua.

Demikian alasan Pak Joko Tingkir menanggapi kritikan yang ada. Di dalam ilmu pengetahuan sejarah, ada istilah kausalitas, yaitu sebab akibat. Peristiwa masa lampau berhubungan dengan masa sekarang dan masa yang akan datang. Itulah kegunaan dari mempelajari sejarah. JANGAN TAKUT mempelajari SEJARAH.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s