Berlian

Puisi: dedikasikan buat para sahabat

Alangkah hidup indah bila kita terus bersama
Menyamakan langkah tiap goresan hidup
Menapaki terjalnya kehidupan
Melangkah pasti melewati ribuan bukit indah
Mengejar angan mimpi dan cinta
Sampai esok kan dapatkan cinta
Seperti hari tanpa akhir
Taat kala sang surya tenggelam
Bintang dan bulan mulai menyinari
Ribuan binatang datang menjelang
Ramaikan keindahan sang cakrawala
Dalam rajutan indahnya petang
Sang mentari pergi tuk waktu lama

Tersosok menusia
Yang seakan letih

Berjalan merintih penuh sakit 
Keluar dari kegelapan malam

Gundah hati tiada tentu

Melangah tanpa pasti

Akan berlari tapi tak sanggup

Berteriak tak biasa

Menangis tak punya air mata

Dalam kegundahan hati

Bintang malam selalu menemani

Seakan tanpa letih terus memancarkan keindahan

Pohon pun ikut dalam kerisuan hati

Bergoyang goyang tertiup angin malam

Seakan meremukan sel di dalam

Menusuk jantung penuh pilu

Menghancurkan sendi hidup

Derita wanitan paruh baya

Wanita yang elok nan jelita

Paras cantik tiada tandingan

Rambut lurus indah

 Teruraikan oleh angin

Hitam terpancar terkena sinar bulan

Seakan terus memancarkan sinar

Bibir tipis penuh keindahan

Seakan membawa kesegaran bagi penikmat cinta

Seiring berjalannya malam

Wanita itupun terus berjalan

Berliku liku jalanpun ia tempuh

Sulit rintangan yang ada tak jadi halangan

Terus dan terus berjalan

Seakan bumi tak ada habis

Sampailah ia dipucuk bumi

Melihat keindahan ciptaan tuhan

Sgala pernak pernik hidup indah

Mengalirkan air yang memancarkan cahaya

Semua binatang bergembira

Pohonpun terus bergoyang

Menikmati alunan musik yang ada

Seakan inilah surga dunia!!!!

Tapi apa daya

Walaupun indah puncak dunia

Dengan segala apa yang ada

Wanita itu tak sedikitpun beranjak

Menikmati tak sanggup

Menyunggingkan senyum tak mampu

Berpikir dalam dasar bumi

Memikir tak tentu

Segala derita yang lalu

Burung merpati indah

Menemanipun menjadi ikut gundah

Bertanyalah merpati “wahai sahabat kau kenapa”

“mengapa kau tak bahagia”

“apa tempat ini tidakah indah”

“apa yang buat gundah hatimu”

Wanita pun terbangun dari lamunan

Seakan ada petir di siang bolong

Ia pun terkajut

Akan segala pertanyaan sahabatnya tadi

Bangun dari duduk indahnya

Terlihatlah betis indah tiada dua

Membuka tipis bibirnan indah

Terlihat gigi gigi nan rupawan

Bartanyalah ia pada sahabatnya

“ada apa sahabat ku’

“maafkan diri ku”

“yang masih terlelap dalam kesedihan”

Namanya BARLIAN

Gadis cantik nan mempesona

Menggoda gairah jiwa

Ia merupakan wanita terindah

Ciptaan tuhan tanpa ada sama

Lekukan tubuh sangatlah sempurna

Semua pria pastikan terpana

Akan segala yang apa ada padanya

Dari ujung rambut hingga ujung kaki

Sangat memikat semua orang kan terjerat

Sang sahabat pun mengulangi pertanyaannya

“wahai sahabat kamu kenapa” “mengapa kau tak bahagia”

“apa tempat ini tidakah indah”

 “apa yang buat gundah hatimu”

“atau masih ada yang belum kau dapatkan”

BERLIAN tertagun sejenak

Selama ini semua orang

Menganggap dialah orang sempurna

Tiada cacat dalam dirinya

Segala cipta tuhan ada padanya

Membuat dunia iri padanya

Menghancurkan tatanan jagat kehidupan

Terendap lara paling dalam hidup

Langkah kaki nan berat

Jiwa gontai dalam melangkah

Semua sayap patah

Tak mampu terbang kelangit nan biru

Hanya bias berpijak dibumi

Kesedihan yang amat dalam

Seakan kecantikan pudar

Tergerus oleh luka yang dirasa

Sesak dijiwa yang ada

Takparnah terucap dari bibir manis

Hanya bisa dipendam sedalam hati

Tak terlihat dan tak pernah terasa

Mulailah ia tersenyum penuh dengan luka

Menatap sahabat tanpa warna

Terbang pikiran entah kemana

Membuka bibir merah merekah

Penuh dengan gairah

“maafkan aku sahabat ku”

‘Terasa berat dalam hidup tak pernah ku ucapkan”

“semua kusimpan dalam relung hati”

“terkunci rapat penuh duri”

“semua biar kunikmati sendiri”

“maafkan diri ku sahabat ku”

Tak lama setalah itu semua

Turun rintik hujan membasahi seluruh sudut bumi

Bintang bulan yang bersinar pergi

 Tapi pohon tetap bergoyah 

Menikmati indahnya hujan malam

Langit gelat gulita tanpa warna

Ramai oleh petir menghiasi langit

Menggantikan kedudukan nulan dan bintang

“Sahabat tak pernah ku duga” “senyum yang kau berikan palsu”

“kasih sayang mu semu”

“kau tusuk diri ku dari belakang’

“tak pernah kau menggandeng tangan ku”

“saat senang kau adatang pada ku”

“saat susah ku kau tak henti menghibur”

“merayu diriku tuk tersenyum’

“kau bilang ku harus terus tertawa”

“sedangkan dirimu penuh duka”

“aku ini sahabat mu”

“siap dalam tawa dan sedih mu”

“tak hanya mau gembira semata“

“duka pun taka pa”

Air mata merpati bercucuran

Dasar bumi tak mampu menampung

Mengalahkan deras nya air hujan

Langit tak mau kalah

Terus menumpahaknan isinya

Membuat bumi terendam sejenk

Air terus mengalir

Seperti hidup tanpa henti

“aku tak mau membebani dirimu sahabat”

“aku hanya ingin jadi seorang sahabat”

“panuh cinta untuk sahabat”

“takan berpaling dari sahabat”

“selalu ada untuk sahabat”

“dalam indah maupun gelap sahabat”

Selalu dan selalu untuk shabat”

Berlian mengucap penuh dengan senyum

Hujan menambah indah kecantikan

Memeluk erat sahabat

Tak ingin sahabat membenci dirinya

“Apakah ini arti sahabat untuk mu?”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s