Testamen Politik

    Pada tanggal 1 Oktober ditandatangilah satu surat keputusan, yang dinamakan Testamen Politik oleh Soekarno dan Hatta. Testamen Politik ini merupakan satu surat wasiat yang diberikan kepada beberapa pemimpin untuk melanjutkan perjuangan. Keadaan yang semakin genting, dengan datangnya tentara sekutu ke Republik yang baru berdiri ini, membuat Bung Karno dihinggapi rasa was-was kalau nanti dia jadi target pembunuhan terus siapa yang harus melanjutkan kepemimpinan di Republik ini. Maka Bung Karno mempunyai ide untuk membuat surat wasiat, nanti apabila terjadi hal-hal yang tidak memungkinkan terjadi pada dirinya dan Bung Hatta, sudah dipersiapkan calon penggantinya. Berikut ini isi dari Testamen Politik:
Amanat kami
Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu, ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka pendjadjahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
Setelah kami menjatakan kemerdekaan Indonesia, atas dasar kemauan rakjat Indonesia sendiri pada 17 Agustus 1945 bersandar pada Undang2 Dasar jang sesuai dengan hasrat rakjat untuk mendirikan Negara jang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Maka Negara Indonesia menghadapi bermatjam-matjam kesulitan dan rintangan, jang hanja bisa diselesaikan oleh rakjat jang bersatu-padu serta gagah
Sedangkan sedjarah dunia membuktikan pula, bahwa pelaksanaan tjita2 kemerdekaan itu bergantung pada kesanggupan seluruh rakjat untuk member korban apapun djua, seperti sudah dibuktikan oleh Negara2 atau bangsa2 jang besar di Amerika-Utara dan Selatan, di Eropah-Barat, di Rusia, Mesir, Turki, dan Tiongkok.
Sjahdan datanglah saatnja buat menentukan ketangan siapa akan ditaruhkan obor kemerdekaan, seandainja kami tiada berdaja lagi akan meneruskan perjuangan kita ditengah-tengah rakjat sendiri.
Perdjuangan rakjat kita seterusnja menetapkan kemerdekaannja hendaklah tetap diatas dasar persatuan segala golongan rakjat dengan mnedjudjung tinggi Republik Indonesia, seperti jang tertjantum pokok2nja Undang2 Dasar kita.
Bahwasanja setelah kami pikirkan dengan seksama dan periksa dengan teliti, pula dengan persetudjuan penuh dengan para pemimpin jang ikut serta bertanggung jawab, Maka kami putuskanlah, bahwa pemimpin perdjuangan kemerdekaan kita diteruskan oleh sdr2:
Tan Malaka, Iwa Kusuma Sumantri, Sjahrir, Wongsonegoro.
Hidup Republik Indonesia, Hidup Bangsa Indonesia
Merdeka
Djakarta, 1 Oktober 1945
Kami
Soekarno, Moh. Hata
(dikuti dari Harry A. Poeze. 2008. Tan Malak Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 1: Agustus 1945- Maret 1946) (halaman 61)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s