OTW

         Kini hari-hari yang dilalui pak Joko Tingkir seperti yang dulu lagi. PPL telah berakhir, tidak ada lagi kegiatan mengajar murid. Tiga bulan bagi sebagian orang dianggap sangat cepat, seperti baru disambut kemarin dan harus ini harus dikembalikan ke kampus. Tetapi bagi Joko Tingkir waktu tiga bulan terasa bagaikan setengah abad. Hal yang dirasakan Joko Tingkir juga pernah dirasakan oleh bangsa Indonesia yang dijajah oleh Belanda tiga setengah abad dibandingkan dijajah oleh bangsa Jepang tiga setengah tahun yang lebih memilukan. Bangsa Indonesia dijajah Belanda selama tiga setengah abad, namun penajajahan itu terasa sangat berat selama dijajah Jepang selama tiga setengah tahun.
Pertama kali masuk PPL, Joko Tingkir berjumpa dengan orang-orang yang belum pernah ditemuainya, walaupun berapa yang sudah kenal. Setelah diadakan rapat pada hari ju’mat, diputuskan bahwa hari senin sebelum berangkat ke sekolahan terlebih dahulu berkumpul di dekat gerbang kampus. Kira-kira akan berangkat jam 9 dikarenakan beberapa mahasiswa belum pernah ke sekolahan tempat PPL. Minggu malam, Joko Tingkir mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk besok. Terkenal dengan kegeblekannya, maka malam itu Joko Tingkir sibuk sms teman satu prodi yang sama tempat PPLannya. Namanya kemping.
Joko Tingkir: “Kem, besok jadi bareng aku gak?”
Kemping: “jadi no” (elnino adalah panggilan lain dari Joko Tingkir).
Joko Tingkir: “lha besok berangkat jam berapa kem?”
Kemping: “jam 9 kumpul didepan kampus no, kemaren aku survey, sekolahnyya nggak terlalu jauh”
Joko Tingkir: “lha acaranya mulai jam berapa tow kem?”
Kemping: “jam 10 no, jangan lupa bawa jas almamater low ya”
Joko Tingkir: “Ok kem, lha kamu nunggu aku dimana?”
Kemping: “aku nunggu kamu dibelakang kampus aja ya no”
Joko Tingkir: “wokey, tapi jam 9 tepat kamu harus sudah ada dibelakang kampus low ya, kalau gak ada, ntar aku tinggal”
Kemping: “woret”

       Malam itu bergulir sangat cepat jam di hp menunjukan pukul 21.00 itu tandanya Joko Tingkir harus segera tidur. Namanya orang desa, Joko Tingkir tidak pernah tidur lebih dari jam 21.00. apabila lebih dari jam 21.00, Joko Tingkir belum tidur, dijamin besok paginya Joko Tingkir tidak bisa bangun pagi. Maka dari itu, setelah cuci mulut dan cuci kaki, Joko Tingkir mulai menyetel alarm yang ada di Hpnya. Pagi itu jam 05.00 Joko Tingkir sudah terbangun dari tidurnya. Waktu antara jam 05.00 sampai jam 09.00 dia gunakan untuk membaca buku dan sms kemping.
Joko Tingkir: “kem, ingat jam 9 low ya”
Kemping: “woret no”

         Jam 8, Joko Tingkir segera mandi dan tidak lupa keramas. Penampilan hari ini harus maksimal begitu pikirnya. Biasanya mandi membutuhkan waktu kurang dari lima menit, record tercepat 2 menit, tapi pagi itu berbeda yaitu selama 6 menit. Setelah selesai mandi, mulailah Joko Tingkir berdandan agar nampak rapi. Minyak wangi tidak lupa disemprotkan kebadannya agar tercium laksana penjual parfum. Setelah beres semua, Joko Tingkir kembali mengSMS kemping agar berangkat jam 9 tepat. Kemping pun menyanggupinya dengan mengatakan bahwa dia telah OTW. Jam sudah menunjukan angka Sembilan kurang lima menit, Joko Tingkir segera menuju ke gerbang belakang kampus untuk menjemput kemping dan kemudian berkumpul dengan teman PPL lainnya. Hari itu memang hari khusus penyerahan mahasiswa PPL ke sekolahan tujuan, jadi dimana-mana banyak mahasiswa yang memakai baju putih lengan panjang, sepatu pantofel, cewek cantik-cantik. Jam 9 tepat Joko Tingkir sudah berada dibelakang kampus. Sesuai dengan dugaan Joko Tingkir, kemping belum nampak batang hidungnya.
Joko Tingkir: “kem, kamu dimana?”
Kemping: “ini OTW no”
Tidak berapa lama kemudian, jam ditangan telah menunjukan angka 9 lebih 5 menit. Joko Tingkir mulai cemas.
Joko Tingkir: “kem, sudah sampai mana? Sudah lebih 5 menit low”
Kemping: “bentar lagi nyampe no, ini masih OTW”

        Setelah menunggu beberapa menit kemudian, Joko Tingkir sudah mulai kehilangan kesabarannya. Maka dia memtuskan untuk meninggalkan kemping. Sesampainya di depan kampus, ternyata semua teman PPL telah berkumpul.
“ini PPLke SMA 1 ya?” Tanya Joko Tingkir sambil memarkir kendarannya
“iya, lha kemping mana ko?” Tanya salah satu mahasiswi
“lho, apa dia belum kemari?” jawab Joko Tingkir pura-pura tidak tahu
“lha ini mbak kemping sms katanya menunggu kamu di gerbang belakang. Gimana tow” tambah cwe tersebut.
“ow, yawdah, aku jemput kemping dulu” Joko Tingkir membalikkan arah sepeda motor menuju gerbang belakang.

        Sesampainya di gerbang belakang, Joko Tingkir menemukan sesosok wanita berjilbab berdiri di dekat gerbang kampus. Itu ternyata kemping.
“ayo kem” Joko Tingkir menghampiri kemping
“teman-teman apa sudah berkumpul no” Tanya kemping
“sudah semua, tinggal nunggu kamu kem, saumpama akau tahu jalan menuju kesekolahan mesti kamu aku tinggal” kata Joko Tingkir yang masih kesal
“lha tadi macet lho no” Kemping menyampaikan alasannya
Joko Tingkir bukanlah bocah kemaren sore. Dia sudah banyak makan asam garam dunia pendidikan. Joko Tingkir sudah hafal dengan tingkah laku dari kemping. Joko Tingkir dan kemping merupakan teman satu prodi, jadi sudah kenal selama 3 tahun. Kemping kalau ada acara pasti sering molor. Oleh karena itu, Joko Tingkir membuat perjanjian pada hari sebelumnya agar kemping sudah dibelakang kampus tepat jam 9. Tapi sayang seribu sayang semua tidak seperti yang diharapkan oleh Joko Tingkir. Kemping tetap telat dan Joko Tingkir harus sabar menunggu.
OTW atau on the way selalu dijadikan alasan seseorang untuk terlambat. Kata OTW dialih bahasakan oleh orang-orang yang suka terlambat sebagai Ok Tunggu Wae (OTW). Kemungkinan seseorang yang mengatakan bahwa dia OTW, sebenarnya dia masih di rumah bahkan belum siap sama sekali. Orang Indonesia sebagian besar suka dengan “terlambat”. Misalnya saja acara dimulai jam 7, orang Indonesia pasti berangkat dari rumah jam 7 juga. Padahal jalan yang harus ditempuh jauh. Budaya terlambat memenag sudah mengakar kedalam diri manusia Indonesia. Hal ini sulit untuk dihilangkan karena telah mendarah daging. Hanya kesadaran diri yang membuat orang Indonesia untuk tepat waktu.

Iklan

2 responses »

  1. annis149 berkata:

    Siiipp… Okey pak pengalaman. Budayakan untuk tidak molor..
    Salam yah, buat mb kemping… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s