Wanita Telanjang

           Pada era gombalisasi, dunia mengalami perubahan yang sangat signifikan. Perbedaan kebudayaan mudah ditembus oleh kebudayaan yang lain. Globalisasi lebih akrab dengan pengimporan budaya barat ke Negara timur, diantaranya Indonesia. Salah satu bidang yang terkena dampak globalisasi adalah dalam bidah fashion atau mode berpakain. Terjadi dampak signifikan perubahan pakaian bangsa kita. Jaman penjajahan dulu, rakyat Indonesia sangat sulit mencari pakaian, bahkan mereka harus menggunakan karung goni yang mengandung banyak kutu.

        Toko-toko atau mal-mal besar sekarang telah menjual berbagai macam pakain dengan segala bentuk dan jenisnya. Dari harga untuk orang desa, 10 ribu dapat tiga, hingga harga satu pakaian yang dapat mencukupi hidup seorang mahasiswa selama 2 minggu. Dunia fashion lebih identik dengan dunia para wanita, kalau ada laki-laki yang suka belanja pakaian dapat ditafsirkan dia merupakan laki-laki melambai. Seorang wanita bisa menghabiskan berjam-jam waktunya untuk membeli pakaian. Tiap tahun atau mungkin bahkan tiap hari terdapat model baru di pasar, mereka tidak akan pernah ketinggalan. Dari membaca majalah wanita, hingga menonton telivisi menjadi sumber fashion wanita.

       Seorang wanita tidak akan merasa capek bila berbelanja berjam-jam. Mereka akan sangat bersemangat dan sangat bergembiran apabila bersama kawan-kawan mengunjungi toko pakaian. Laki-laki yang masih wajar, menghabiskan waktu satu jam di pasar bagaikan bermain futsal tiga jam tanpa pemain cadangan, beitu sangat capek. Sedangkan bagi kaum wanita menghabiskan waktu kalau hanya satu jam, terasa kurang puas. Hal ini semakin membuktikan bahwa libido kaum wanita lebih besar dari pada para laki-laki, butuh ekstra pemuas.

Bila dihitung-hitung, pengeluaran uang antara kaum pria dengan wanita akan lebih banyak kaum wanita. Bukan hanya dikarenakan jumlah barang yang dilindungi lebih banyak, tetapi harga pakaian wanita yang dijual di toko lebih mahal dibandingkan dengan harga pakaian pria. Sebagai contoh, seorang wanita yang membeli celana pendek atau terkenal dengan hotpen akan lebih mahal dibandingkan harga celana panjang pria. Pakaian yang digunakan oleh wanita lebih banyak daripada pria, oleh karena itu pula membuat wanita lebih lama berhias dibandingkan dengan pria.

          Wanita tidak akan pernah ketinggalan dengan perkembangan fashion yang ada. Selebritis merupakan sumber inspirasi mereka. Banyak pakaian yang tidak cocok dengan fisik mereka akan tetapi dipaksakan cocok sehingga tampak jelek. Pakaian selebritis setiap hari hampir ganti guna menunjang perform meraka. Model-model dari barat banyak digunakan oleh meraka karena pergaulan mereka dengan orang-orang luar. Pakaian serba minim sering digunakan oleh para model kita. Sebenarnya pakaian yang minim tersebut berharga sama dengan pakaian yang tidak minim bahkan harganya lebih mahal. Jadi alasan mereka (wanita) menggunakan pakaian serba minim dikarenakan malas mencuci. Biar cuciannya mudah maka mereka membeli pakaian yang minim.

Tetapi kemungkinan malas mencuci lenyap, dikarenakan adanya mesin cuci. Lalu alasan apa yang membuat wanita memilih pakaian minim? Ada beberapa pendapat mengapa wanita lebih memilih pakaian minim, diantaranya: mengikuti mode yang ada, mengurangi hawa panas tubuh, dan kemungkinan lain yaitu untuk menarik hasrat lawan jenis. Di dalam agama Islam terdapat satu istilah yang mendekati dengan cara berpakaian wanita sekarang, istilah tersebut ialah tabarruj.

Tabarruj adalah perilaku wanita menampakan bagian yang diwajibkan syar’a agar ditutupi, berupa aurat dan keindahan tubuhnya kepada laki-laki yang bukan mahramnya. Syekh Maududi menjelaskan bahwa kata tabarruj jika digunakan untuk wanita memiliki tiga makna berikut: Pertama, menampakan keindahan wajah dan kemolekan kepada laki-laki bukan mahram. Kedua, menampakkan keindahan pakaian dan perhiasan. Ketiga, menampakan keindahan tubuh, bergoyang, dan bergaya sombong dalam berjalan (Subhan Nur.2009. Mayoritas Wanita Masuk Neraka!. Solo: Tiga Serangkai : 24). Tabarruj diharamkan dalam Al-Qur’an, sunnah dan ijma’ para ulama.

           Tabrruj bisa dikatakan sebagai wanita telanjang. Sebenarnya wanita itu memakai pakaian tapi isi dan bentuk lekuk tubuhnya kelihatan sehingga nampak telanjang. Seakan-akan gaya pakaian sekarang ini sama dengan masa purba dulu. Apakah ini menandakan bahwa roda berputar????

       Islam memandang tubuh wanita dalam posisi yang mulia dan wanita sebagai maklhuk terhormat begitu juga laki-laki yang memuliakan wanita merupakan laki-laki yang mulia pula. Anugrah Allah dalam penciptaan tubuh wanita yang berbeda dengan laki-laki mengindikasikan bahwa tugas dan fungsi yang diemban berbeda. Hukum pakaian yang diberlakukan terhadap wanita adalah demi mempertahankan derajat kemuliaan wanita, membuat wanita feminim, lebih cantik, lebih anggun dan terjaga ke-iffah-an dirinya, baik di rumah maupun di luar rumah.

        Dampak negatif dari wanita telanjang diantaranya, runtuhnya iman,, memancing orang lain untuk melakukan perbuatan fisik, berzina, memicu perselingkuhan, melemahkan pengamalan agama, mengabaikan perhatian terhadap anak, menimbulkan krisis pasangan, kerusakan rumah tangga,serta membuat jalan haram lebih mudah ditempuh daripada jalan halal.

Ternyata eh ternyata antara sisi positif dan negatifnya lebih banyak negatif. Lalu bagaimana cara berpakaian wanita yang baik ????????

6 responses »

  1. boy mengatakan:

    pakaian yang tidak ketat, tidak transparan dan menutupi seluruh tubuh (bagi wanita dari ujung rambut hingga mata kaki, kecuali muka dan telapak tangan) HR.Abu Dawud, tp bukankah Islam itu fleksibel?? 😀

  2. dwiarie mengatakan:

    pakaian dalam islam adalah menutupitubuh dari ujung rambut sampai mata kaki kecuali muka dan telapak tangan, (HR. Abu Dawud) tp, bukankah islam itu Fleksibel?? 😀

  3. annis149 mengatakan:

    Yuph, bener banget.. Sekarang tu, kadang sesuatu yang buruk malah jadi trend. Kalo ngga ngikutin dibilang ngga eksis. Padahal yang diikutin nggak bener…
    Sipp, tingkat don.. Keep blogging… 🙂

  4. […] melakukan ta’aruf. Kalau menurutku sama saja, Yanindra, ya cuman ganti baju saja. Yang awalnya telanjang kemudian memakai baju muslimah, akan tetapi hakikat kelakuannya sama, mengumbar nafsunya […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s