B. Bentuk dan Strategi Penelitian

1.   Bentuk Penelitian

              Bentuk penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian  kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan karya ilmiah yang menggunakan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dengan orang-orang atau perilaku yang dapat diamati terhadap status kelompok orang atau manusia, suatu obyek, dan suatu kelompok kebudayaan (Lexy J. Moleong 1991: 3). Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subyek atau obyek penelitian (seseorang, lembaga, dan masyarakat) pada saat sekarang berdasarkan pada fakta-fakta yang tampak (Hadari Nawawi, 1995: 63).

           Robert Bogdan & Steven J.Taylor dalam A Khosin Afandi (1993: 30) menyatakan bahwa metode kualitatif menunjuk kepada prosedur-prosedur riset yang menghasilkan data kualitatif, ungkapan atau catatan penelit dalam kegiatan observasi. Ciri-ciri pokok dari metode deskriptif adalah memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang ada pada saat penelitian dilakukan atau masalah-masalah yang aktual, dan menggambarkan fakta-fakta tentang masalah yang diselidiki, diiringi dengan interpretasi nasional. Bogdan dalam Lexy J. Moleong (1996 : 7) menyatakan bahwa penelitian kualitatif lebih banyak mementingkan segi proses daripada hasil, hal ini disebabkan oleh bagian-bagian yang sedang diteliti akan jauh apabila diamati dalam proses. Sedangkan menurut Kirk dan Miller dalam Lexy J. Moleong (2001: 3) mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya.

            Metode penelitian kualitatif digunakan karena beberapa pertimbangan. Pertama, menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. Kedua, metode kualitatif menyajikan secara langsung hakekat hubungan antara peneliti dan responden. Ketiga, metode kualitatif lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Penelitian kualitatif menekankan pada analisis induktif, bukan analisis deduktif. Data yang dikumpulkan bukan dimaksudkan untuk mendukung atau menolak hipotesis yang telah disusun sebelum penelitian dimulai, tetapi abstraksi disusun sebagai kekhususan yang telah terkumpul dan dikelompokkan bersama melalui proses pengumpulan data yang telah dilaksanakan secara teliti (H.B. Sutopo, 2006 : 40-41).

           Hal ini sesuai dengan kajian yang diamati tentang apa sebenarnya tanah baon, bagaimana pengelolaan dan pemanfaatan serta dampaknya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Mengger Kecamatan Karangayar Kabupaten Ngawi.

2.    Strategi Penelitian

           Strategi adalah cara dalam melaksanakan suatu proyek atau cara dalam mencapai tujuan. Strategi sama dengan metode, berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti jalan atau cara. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah-masalah kerja untuk memahami obyek yang menjadi sasaran ilmiah yang bersangkutan (Koentjaraningrat, 1982 : 7). Ditinjau dari masalah yang diangkat, teknik serta alat yang digunakan maka dapat digunakan strategi penelitan studi kasus. Studi kasus memusatkan perhatian pada kasus secara intensif dan mendetail. Subyek yang diselidiki terdiri dari satu unit (satu kesatuan unit) yang dipandang sebagai kasus. Kasus dapat terbatas pada satu peristiwa, satu desa, ataupun satu kelompok manusia dan obyek lain-lain yang cukup terbatas yang dipandang sebagai kesatuan. Termasuk di dalam perhatian penyelidik itu ialah segala sesuatu yang mempunyai arti dalam riwayat kasus, misalnya peristiwa terjadinya, perkembangannya, dan perubahan-perubahannya (Winarno Surakhmad, 1994: 140).

         Strategi peneltian yang digunakan adalah studi kasus terpancang tunggal. Menurut R.K. Yin (1987: 23), “penelitian studi kasus adalah suatu penelitian yang menyelidiki sebuah fenomena aktual yang terjadi dalam konteks kehidupan, sehingga diperlukan banyak sumber-sumber fakta”. Pada penelitian terpancang peneliti sudah memilih dan menentukan variabel yang menjadi fokus utamanya sebelum memasuki lapangan studinya (H.B. Sutopo, 2002: 140). Dalam penelitian ini sasaran yang akan diteliti sudah ditentukan sebelum peneliti terjun ke lapangan. Tunggal karena obyek penelitian hanya satu, yaitu pengelolaan tanah baon di Desa Mengger Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

2 responses »

  1. meta mengatakan:

    thanks buat ilmunya kak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s