C.  Sumber Data

      Sumber data merupakan bagian yang sangat penting bagi peneliti karena ketepatan memilih dan menentukan jenis sumber data akan menentukan ketepatan dan kekayaan data atau kedalaman informasi yang diperoleh. Sumber data dalam penelitian kualitatif dapat berupa manusia, peristiwa atau aktivitas, tempat atau lokasi, benda, beragam gambar dan rekaman, dokumen atau arsip. Sedangkan menurut Lofland dalam Lexy J. Moleong, (1990: 47), sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen. H.B. Sutopo (1992: 2) menyatakan bahwa ”sumber data dalam penelitian kualitatif dapat berupa manusia, peristiwa, tingkah laku, dokumen, dan arsip serta benda lain”. Pencatatan sumber data utama melalui wawancara atau observasi merupakan hasil usaha gabungan dari kegiatan melihat, mendengar, serta bertanya. Untuk itu dalam memilih sumber data, harus benar-benar berpikir mengenai kemungkinan kelengkapan informasi yang akan dikumpulkan dan juga validitasnya. Dalam penelitian ini sumber data diperoleh melalui:

1.    Informan

         Dalam penelitian kualitatif posisi sumber data manusia (informan) sangat penting perannya sebagai individu yang memiliki informasi. Peneliti dan informan memiliki posisi yang sama, dan informan bukan sekedar memberikan tanggapan pada yang diminta peneliti, tetapi informan bisa lebih memiliki arah dan selera dalam menyajikan informasi yang dimiliki. Karena posisi ini, sumber data yang berupa manusia di dalam penelitian kualitatif lebih tepat disebut sebagai informan daripada sebagai responden (H. B. Sutopo, 2002: 50).

Lexy J. Moleong (2001: 45) mengatakan bahwa “informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian”. Manusia sebagai sumber data perlu dipahami, bahwa manusia terdiri dari siapa yang akan menjadi informan, peneliti wajib memahami posisi dengan beragam peran serta yang ada sehingga dapat diperoleh informasi pernyataan maupun kata- kata yang diperoleh dari informan Kunci (Key Informan).

Key informan atau informan kunci merupakan orang yang paling mengetahui dan dapat dipercaya secara mendalam tentang data yang diperlukan, diantaranya: Kepala Desa Mengger, Kepala BKPH Payak serta para tokoh masyarakat yang dapat memberi masukan berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian.

2.    Tempat dan Peristiwa

       Tempat dan peristiwa dapat dijadikan sebagai sumber informasi karena dalam pengamatan harus ada kesesuaian dengan konteks dan setiap situasi sosial selalu melibatkan pelaku, tempat dan aktivitas. Tempat dan peristiwa dimaksudkan untuk memperkuat keterangan yang diberikan oleh informan. Tempat yang menjadi lokasi observasi penelitian ini berada di Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi. Peristiwa adalah pengelolaan dan pemanfaatan tanah baon sebagai sumber mata pencaharian yang membawa dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Mengger.

3.    Dokumen

Kantor Desa Mengger       Teknik ini adalah cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, terutama berupa arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil/hukum-hukum dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penyelidikan. Dokumen atau arsip merupakan bahan tertulis yang dapat digunakan sebagai sumber data yang dijadikan sumber informasi, dokumen-dokumen yang digunakan tentu saja yang berkaitan dengan masalah yang sedang dipelajari. H.B. Sutopo (2006: 61) mengemukakan bahwa “Dokumen dan arsip merupakan sumber data yang sering sangat penting artinya dalam penelitian kualitatif”. Terutama bila sasarannya terarah pada latar belakang dengan kondisi peristiwa yang terkini yang sedang dipelajari.

Dokumen sebagai bahan klasik untuk meneliti perkembangan historis yang khusus biasanya digunakan untuk menjawab persoalan-persoalan tentang apa, kapan, dan dimana. Menurut Sartono Kartodirjo dalam Koentjraningrat              (1983: 63-64) kegunaan dokumen yaitu :

  1. Membentuk dan memperbaiki kerangka konsep.
  2. Menyarankan hipotesa baru.
  3. Mengetes dan mengilustrasi teori dengan data.
  4. Mencari pengertian historis tentang fenomena unik dengan data dokumen.
  5. Membuat jembatan antara ilmu pengetahuan dan common sense.
  6. Mengawasi gejala di dalam lapangan.
  7. Menyempurnakan sistem teoritis, serta metodologi penelitian.

        Dalam penelitian ini dokumen dan arsip yang akan digunakan adalah berupa dokumen dan arsip yang ada di Kantor Desa Mengger dan  BKPH Payak serta buku-buku yang ada kaitannya dengan permasalahan penelitian ini yang diperoleh dari perpustakaan. Gambar digunakan sebagai sumber data adalah gambar peta Desa Mengger dan gambar berupa foto-foto dari kegiatan pengelolaan tanah baon serta foto dari lingkungan masyarakat di Desa Mengger.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s