E.  Teknik Sampling

Dalam penelitian kualitatif, untuk mendapatkan data yang lengkap digunakan teknik sampling (cuplikan). Cuplikan berkaitan dengan pembatasan jumlah dan jenis dari sumber data yang akan digunakan dalam penelitian. Pemikiran mengenai cuplikan ini hampir tidak bisa dihindari oleh peneliti dalam pelaksanaan penelitiannya, mengingat selalu adanya beragam keterbatasan yang dihadapi peneliti.

Teknik sampling  adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representati atau benar-benar mewakili populasi (Hadari Nawawi, 1995: 152). Menurut H.B. Sutopo (1988), “cuplikan adalah suatu bentuk khusus, atau suatu proses yang umum dalam pemusatan atau pemilihan dalam riset yang mengarah pada seleksi”. Menurut Lexy J Moleong (1990) sampling adalah:

  1. Alat untuk menjaring sebanyak mungkin informasi dari berbagai macam sumber. Tujuannya untuk merinci kekhususan yang ada dalam ramuan konteks.
  2. Menggali informasi yang menjadi dasar dari suatu rencana dan teori yang muncul.

Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini bersifat purposive sampling atau sampling bertujuan. Dalam hal ini peneliti memilih informan yang dianggap mengetahui permasalahan dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang memiliki kebenaran dan pengetahuan yang mendalam. Namun demikian, informan yang dipilih dapat menunjukkan informan lain yang dipandang lebih tahu. Maka pilihan informan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemantapan peneliti dalam memperoleh data (H.B. Sutopo 2002: 56). Teknik purposive sampling juga digunakan atas dasar teknik ini dipandang mampu menangkap kedalaman data dalam menhadapi realitas jamak dan tidak dimaksudkan untuk membuat generalisasi tetapi untuk kedalaman penelitian dalam konteks tertentu. Penentuan sampel dalam penelitian ini adalah orang-orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pengelolaan tanah baon.

Selain Purposive sampling juga digunakan Snowball sampling, yaitu teknik pengambilan sampel sumber data, yang pada awal jumlahnya sedikit, lama kelamaan menjadi banyak, sebagai informan awal dipilih secara purposive, obyek penelitian yang menguasai permasalahan yang diteliti (key informan). Informasi selanjutnya diminta kepada informan awal untuk menunjukan orang lain yang dapat memberikan informasi, dan kemudian informan ini diminta pula untuk menunjukan orang lain yang dapat memberikan informasi begitu seterusnya

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s