2.    Pengelolaan Tanah Baon oleh Perhutani

     Hutan yang terdapat disekitar Desa Mengger termasuk dalam hutan produksi. Indriyanto (2008 : 9), menyatakan hutan produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. Hasil utama dari hutan disekitar Desa Mengger adalah kayu. Menurut Direktorat Bina Program Kehutanan, hutan produksi dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Hutan produksi terbatas ialah hutan produksi yang hanya dieksploitasi dengan cara tebang pilih.
  2. Hutan produksi tetap atau hutan produksi bebas ialah hutan produksi yang dapat diekspoitasi baik dengan cara tebang pilih maupun dengan cara tebang habis.
  3. Hutan konvensional ialah hutan produksi bebas atau tetap yang dapat diubah fungsinya untuk memenuhi kebutuhan perluasan pengembangan wilayah di luar bidang kehutanan, misalnya transmigrasi, pertanian, perkebunan, industri, pemukiman, dan lain-lain.

Pemilihan jenis pohon yang akan ditanam memiliki beberapa persyaratan yaitu persyaratan ekologi, teknis, ekonomi dan persyaratan estetika. Dari semua persyaratan itu, tanaman jati, mahoni, akasia, sambi, merupakan pohon yang ditanam di hutan sekitar Desa mengger.  Bibit yang digunakan diperoleh dari hasil pesemaian yang dilakukan petugas Perhutani. Jarak tanam pohon yang dapat digunakan, misalnya 2m x 3m, 3m x 3m, 3m x 4m, 4m x 4m. Persiapan lahan tanam merupakan kegiatan untuk mempersiapkan tempat tumbuh sebaik mungkin terhadap bibit yang akan ditanam (Hasil wawancara dengan Budiono tanggal 20 Agustus 2011).

Luas hutan yang dijadikan lahan pertanian (baon) oleh penduduk Mengger mencapai 398 ha. Perkembangannya setiap tahun selalu ada penambahan luas baon yang dimiliki oleh seorang petani. Petani dalam satu keluarga menggarap tanah baon rata-rata 0,5 ha. pengelolaan tanah baon selalu dikontrol oleh Perum Perhutani yang dilakukan oleh para mandor. Perum perhutani dibantu masyarakat Mengger dalam usaha reboisasi hutan. Pembersihan lahan dan pengolahan lahan sudah dilakukan oleh petani penggarap baon. Pihak Perhutani yang mengurus masalah penanaman adalah manteri dibantu oleh mandor. Manteri melalui mandor menyuruh beberapa petani membuat acir dengan imbalan uang. Acir merupakan suatu tanda tempat bagi pohon yang akan ditanam, acir terbuat dari bambu yang dibelah-belah selebar 1cm–2cm dan panjangnya 20 cm. Acir dipasang sesuai jarak tanam yang digunakan. Penanaman dilakukan pada musim penghujan oleh petani penggarap baon. Idealnya penanaman dilakukan pada bulan November-Januari. Bibit dengan wadah plastik, pada saat akan ditanam wadah tersebut harus dibuka dan diambil.

Kegiatan penyulaman tanaman dilakukan apabila ada tanaman yang mati. Penyulaman pertama dilakukan satu bulan setelah penanaman. Penyulaman kedua dilakukan satu tahun setalah penanaman. Penyulaman pada tahun-tahun berikutnya tidak perlu karena tanaman susulan akan ketinggalan pertumbuhannya. penyiangan tanaman merupakan pengendalian gulma dan tumbuhan pengganggu, sedangkan pendangiran merupakan kegitan penggemburan tanah disekitar tanaman dalam upaya memperbaiki sifat tanah. Kegiatan penanaman, penyulaman, penyiangan pendangiran sampai pemangkasan pohon dilakukan oleh petani penggarap baon.

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s