Sore itu Moi sedang membuka laptop dan menulis beberapa kata. Moi baru saja pulang dari kampus setalah mengikuti perkuliahan sejarah perkotaan. Sedang asyik dengan laptop, muncullah satu temannya, yaitu Mul di depan pintu kamar kosnya.

“sedang apa lek?” Tanya Mul sambil melepas sepatu

“ngetik Mul, belajar jadi orang pintar” Jawab Moi sambil terus mengetik

“ntar ikut futsal team ku ya lek” mul meletakkan tas dipojok kamar

“futsal apa mul?” Tanya Moi

“futsal teman PPL lek, di Raider jam 19.00 lawan anak PPL SMP 3, kekurangan pemain lek” jawab mul

“Okey jek” Moi menyanggupi permintaan mul

“ntar berangkat jam 18.30 ya lek” Tanya mul sambil memegangi HP

“iya2 tenang saja” jawab Moi yang mulai terganggu

     Waktu berjalan sangat cepat, detik demi detik terlewati. Jam menunjukan puku 18.30 saatnya  untuk berangkat ke lapangan futsal. Seperti orang Indonesia pada umumnya, ternyata teman-teman Mul  semua terlambat dan ada beberapa yang baru mengkonfirmasi kalau tidak bisa ikut maen dengan berbagai alasan. Jam 19.15 baru berdatanganlah teman-teman Mul. Ternyata teman-teman Mul didominasi oleh kaum hawa, mereka berencana menonton pertandingan futsal dan kemudian nongkrong bareng. Jam 19.20 pertandingan futsal dimulai dengan pemain ala kadarnya, tidak ada pengganti. Malam itu Moi bermain sangat impresif, mungkin ini dikarenakan banyak pendukung khususnya kaum hawa yang mengelu-ngelukan namanya. Bel berbunyi jam 20.00 tepat, pertandingan itu selesai dengan hasil akhir seri, 7-7.

     Sesuai dengan rencana  awal, setelah futsal para kaum hawa mengajak makan malam di hik, sekaligus nongkrong bareng. Moi adalah seorang gembel, dia tidak tahu satupun dari beberapa kaum hawa yang ada. Ada satu kaum hawa yag sangat cantik, yang membuat Moi terpikat.

“mul ntar aku kenalin sama dia ya” kata Moi

“yang mana lek” Tanya mul sambil melihat-lihat beberapa kaum hawa yang ada

“itu low mul, yang berjilbab abu-abu berjaket pink” Moi sambil menunjuk satu kaum hawa yang dari tadi sibuk dengan HPnya

“Belum punya pacarkan mul??” Tanya Moi lagi

“yang itu tow lek” kata Mul sambil menunjuk satu kaum hawa

“iya mul, belum punya pacarkan?” Tanya Moi

“kelihatannya belum lek, kan itu baru putus dengan salah satu pemain tadi” jawab mul sambil menunjukan kepada Moi, bekas pacar dari kaum hawa yang cantik tadi

“gak masalah mul, penting ntar aku dikenalin ya” kata Moi

“iya lek, ntar saat di Hiks, tak kenalin” jawab Mul

     Tak berapa setelah menentukan hik yang akan dijadikan tempat nongkrong, rombongan segera meluncur ke hik yang telah disetujui. Dan kemudian kaum hawa, Moi, Mul dan dua teman mul sudah sampai di hik yang dituju. Semua pesan makanan dan minuman. Moi yang seorang gembel  hanya memesan teh hanget dan satu gorengan. Mereka semua duduk di tikar yang telah disediakan. Kemudian semua duduk dan berbicara masing-masing. Eh tidak perlu dikenalin, ternyata kaum hawa yang cantik tadi memperkenalkan diri

“perkenalkan mas, nama saya bunga” kata bunga (nama disamarkan)

Salah satu teman Moi, selain Mul yaitu Ma (disamarkan), langsung menjawab begitu saja

“ini namanya monyong” kata Ma sambil tertawa terbahak-bahak

Kaum hawa yang cantik tadi hanya mengernyitkan dahi

“ha???monyong?? kata Bunga yang seolah tidak percaya kalau cowok setampan ini bernama monyong

“iya mbak, nama saya Monyong Gembel” kata Moi agak kesal.

     Untuk beberapa waktu, pembicaran mulai mengarah pada masalah PPL. Moi yang berbeda tempat PPL hanya bisa diam dan sesekali menenggak beberapa butir air. Malam itu Mul dan beberapa teman PPLnya membahas mengenai kegiatan jalan bareng satu PPLan. “wueh orangnya pintar-pintar” guman Moi. Waktu berjam-jam habis hanya untuk membahas masalah tempat. Tempatnya berpindah-pindah, dari pantai, gunung tempat perbelanjaan dan lain sebagainya. Setelah tempat berhasil ditentukan, masalah lain kembali datang yaitu masalah transportasi. Mereka mengungkapkan pendapat masing-masing, Moi hanya terpaku pada kecantikan kaum hawa yang tadi.

     Ma dengan salah satu temannya yang bernama Opie berbincang-bincang sendiri, ternyata mereka sudah mulai mengantuk. Untuk mengusir ngantuk, Moi bertanya pada Opie tentang  tunas kelapa. Opie yang merupakan aktivis kegiatan pramuka menjelaskan panjang lebar mengenai filosofi dari tunas kelapa. Opie adalah salah satu mahasiswa PPL dari Prodi Fisika menjalaskan berapa kecepatan dan waktu yang diperlukan buah kelapa sampai di tanah. Setelah panjang lebar penjelasan Opie dilihat dari segi pandang Fisika, kini giliran Moi menjelaskan arti tunas kelapa dilihat dari sudut sejarah. Tiba-tiba teman Opie (TO) satu prodi, menyelutuk..

“eh mengapa spion dibuat kecil?? Tanya TO

Ma, Opie dan Moi berpura-pura mikir

“kalau lebih besar dari sepeda montor, montornya tidak bisa jalan” jawab Moi dilihat dari sudut ngawur

“salah” jawab TO

“lha jawabannya apa?” Opie merengek-rengek

“spion itu dibuat kecil karena tidak penting, hanya untuk melihat belakang. Seperti itulah sejarah. Jadi sejarah tidak penting” jawab TO sambil tertawa puas

     Moi dan Ma yang merupakan mahasiswa sejarah agak sedikit malu. Ilmu yang sedang mereka tempuh ternyata dilihat dari segi orang lain tidak penting. Layaknya ganda campuran, pasangan Tantowi dan Liliana Natsir, Moi dan Ma mulai melakukan pembelaan terhadap pernyataan TO.

“mbak punya sepeda motor” Tanya Moi kepada TO

“punya”  jawab TO yakin

“coba mbak copot kedua spion yang ada di sepeda motor mbak, kemudian mbak pergi ke jalan Slamet Riyadi, saya jamin mbak akan berurusan dengan bapak Polisi yang terhormat. Mungkin mbak bisa ditilang atau harus membayar beberapa uang” jawab Moi secara diplomatis

     Jawaban yang sangat menohok ini, membuat TO seakan mati kutu. Ma dan Opie tersenyum senang dengan jawaban seorang gembel tadi. Pandangan TO memang mewakili pandangan seluruh orang Indonesia pada umumnya yang menanggap remeh pelajaran sejarah. Sejarah hanya diingat pada peringatan hari-hari penting saja, Manusia Indonesia tidak bisa memahami dan menerapkan ilmu sejarah. Ilmu sejarah misalnya saja di SMA hanya diberi satu jam, pendidikan di Indonesia lebih mementingkan pelajaran eksak. Untuk Negara yang sedang berkembang untuk ilmu-ilmu sosial seperti sejarah kurang diperhatian, yang diperhatikan adalah ilmu yang berhubungan dengan perut dan berhubungan dengan teknologi. Khusus  untuk Negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Inggris bahkan Jepang masalah sejarah sangat penting. Negara-negara maju menyediakan dana khusus untuk para peneliti atau sejarawan untuk meyelidiki suatu masalah. SEMOGA INDONESIA menjadi NEGARA yang MAJU……………!

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s