Pada suatu hari, di daerah terpencil, hiduplah sekumpulan orang yang mendiami sebuah tempat yang dinamakan desa. Desa yang terletak ditengah hutan ini, sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan hasil hutan. Hidup sebagai petani membuat penampilan fisik penduduk cepat menjadi tua. Tempaan alam yang dialami setiap hari mengakibatkan adanya perbedaan fisik yang mencolok dan dapat dilihat untuk membedakan mana orang yang berasal dari desa dan yang tidak. Dari segi penampilan orang desa dan orang kota juga berbeda.

Kembali pada hari itu…..

Moi, seorang remaja desa, sedang duduk-duduk di pinggir sumur. Remaja yang berumur 17 tahun ini sedang melamun, sambil sesekali mengelap keringat. Keringat yang membasahi tubuh dilap dengan menggunakan bajunya. Usut punya usut, keringat itu dihasilkan setelah dia bermain sepak bola.

“ada apa mo kok melamun?” tegur Pak Puh. Pak Puh(Bapak sepuh), adalah panggilan bagi paman orang Jawa. Pak Puh adalah seorang laki-laki yang biasanya sudah menikah, dan lebih tua dibandingkan bapak-ibu, atau sengaja dituakan.

“ehhh” Moi terbangun dari lamunan

“gak ada apa-apa kok pak puh, cuman befikir, mengapa ya kok tempat kita mati lampu, sedangkan selatan sungai tidak”? lanjut Moi

Desa tempat tinggal Moi adalah salah satu desa yang tertinggal. Bayangkan saja satu desa tidak terdapat pasar yang buka tiap hari. Lebih memperhatinkan lagi apabila dilihat dari sekup yang lebih luas yaitu tingkat kecamatan. Kecamatan yang mana desa Moi tergabung didalamnya, merupakan salah satu kecamatan baru. Alangkah gembelnya kecamatan ini. Mau tahu seberapa tingkat kegembelaan dari kecamatan ini? Kecamatan yang terdiri dari 9 desa ini sangat luas dan dipenuhi hutan belantara. Dalam satu kecamatan tidak terdapat POM bensin, Bank BRI, SMA, Salon dsb. Jangankan Internet, hal yang sepele, yaitu pedagang sate kambing dalam satu kecamatan sama sekali tidak ada. Bagi orang yang menderita darah rendah, bila disarankan Dokter untuk membeli sate kambing, pasti akan kebingungan. Apa mau menyembelih satu kambing??

Sebenarnya jarak antara desa Moi dengan kota besar tidaklah jauh, yaitu hanya dibatasi oleh sungai terpanjang di Jawa. Berapa tow lebar sungai itu??? Tidak lebih dari 50 meter kok…

Tapi kenapa sangat berbeda ya????

Setelah diadakan survey, ternyata perbedaan itu mencangkup SDM, pembanguan infrastruktur daerah dan potensi daerah.

1. SDM

SDM alias Sumber Daya Manusia. SDM antara penduduk utara sungai dengan selatan sungai sangatlah berbeda. Penduduk selatan sungai sebagian besar lulusan SMP atau SMA, ya minimal SD. Sedangkan penduduk utara sungai sebagian besar tidak sekolah, masih banyak penduduk yang buta huruf. Kemampuan dalam bidang kependidikan, berpengaruh terhadap pekerjaan penduduk. Penduduk selatan sungai sebagian besar bekerja sebagai penjual jasa, pedagang, menjadi pegawai negeri, pengusaha dan lain sebagainya. Bagaimana dengan penduduk di utara sungai??

Jangan ditanya lagi pekerjaan apa yang cocok bagi mereka..betul sekali, jawabannya adalah petani. Kehidupan mereka hanya dapat menerima, istilah bahasa Jawa Panarimo ing pandum.

2. Pembangunan Infrastruktur

Infrastruktur utara sungai sangatlah tertinggal, bayangkan saja dengan penduduk dalam jumlah ribuan, disana sama sekali tidak ada POM bensin yang sangat penting bagi kendaraan bermotor. Jalan di daerah utara sungai, apabila musim penghujan sebagian tergenangi air. Ini dapat dijadikan ciri/tanda untuk megetahui orang ini dari utara sungai, yaitu sepeda motor mereka tidak lagi seperti sepeda motor tapi seperti gundukan tanah yang berjalan. Jangankan Mall, pasar permanen saja tidak ada. Bandingkan dengan selatan sungai yang terdapat terminal, stasiun, pabrik, pasar dsb. Warung makan ada dimana-mana (di utara sungai tidak ada). Apabila seseorang mengidap penyakit darah rendah, mereka tidak kebingungan mencari sate kambing.

3. Potensi Daerah

Potensi daerah di utara sungai kaya akan kayu hutan, perekonomian berbasis pada pertanian. Sedangkan selatan sungai berbasis pada industri. Mengingat sejarah masa lampau. Keadaan seperti ini juga pernah terjadi di Amerika Serikat tahun 17an. Di Amarika Serikat pada masa itu juga terjadi perbedaan yang mencolok antara daerah Amerika bagian Utara dengan bagian Selatan. Tapi kondisinya terbalik apa yang terjadi di daerah ini, apabila di sini daerah selatan yang menonjol yang berbasis industri, di Amerika, wilayah utaralah yang berbasis pada dunia industri. Dengan adanya perbedaan itu mengakibatkan Amerika terjadi perang saudara antara Utara dengan Selatan. Alhamdulilahnya hal ini tidak terjadi di daerah Moi.

Kembali lagi pada percakapan antara Moi dengan Pak Puh

“iya tuh, tiap sesudah bayar listrik, pasti mati lampu” Pak Puh mengiyakan perkataan Moi

“ta

“tapi mengapa ya Pak Puh, kok yang mati lampu hanya daerah kita” Tanya Moi, bagaikan seorang reporter salah satu TV yang menyatakan sebagi satu-satunya TV berita di negara ini.

“kita itu masyarakat desa, kita selalu jadi pihak yang kalah. Wilayah kita dikorbankan untuk pemadaman bergilir dalam upaya penghematan energi listrik. Pemerintah tidak berani memadamkan listrik di daerah selatan sungai karena dearah selatan sungai terdapat banyak pabrik, kalau listrik dipadamkan, berapa kerugian yang diderita oleh para pengusaha. Ini low yang membuktikan adanya konspirasi antara pemerintah dengan pengusaha, yang selanjutnya kita sebagai wong cilik yang selalu dikorbankan” jawab Pak Puh

Penjelasan panjang lebar dari Pak Puh tadi, membuat pikiran Moi melayang-layang tak menentu. Banyak pertanyaan dipikirannya.

Apa benar ya di Negara kita itu adanya konspirasi yang menyengsarakan Wong Cilik?

Mengapa harus Wong Cilik??

Kalau ada, konspirasinya siapa dengan siapa ya???

Apakah pengkonspirasi sudah tidak mempunyai hati kepada kesengsaraan Wong Cilik????

Tindakan apa yang harus dilakukan oleh Wong Cilik?????

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s