Beberapa hari ini Bejo menelusuri jalanan kota. Panas matahari dan debu jalanan tidak menyurutkan langkah kakinya dalam melangkah. Sambil menghisap sepuntung rokok Bejo menelusuri jalanan raya, masuk ke satu sekolahan dan sekolahan lain. Banyak orang yang memperhatikan Bejo berjalan. Entah apa yang dipikirkan orang tentang dirinya, Bejo tidak menghiraukan dan terus berjalan. Mungkin orang yang melihat Bejo, seolah melihat maklhuk asing dari planet lain. Kucel, dekil dan rambut awut-awutan, tidak pernah dijumpai orang sebelumnya.

Perawakan tinggi dengan tubuh kurus kering membuat Bejo nampak seperti tiang listrik. Potongan rambut model terbaru ternyata tidak pantas dengan kepala dan penampilannya. Rambut berwarna coklat kusam, kriting tidak menentu tidak cocok dengan gaya model rambut sekarang. Baju kemeja lengan panjang tampak lusut bercampur keringat. Sepatu penuh debu jalanan yang seharusnya hitam menjadi kecoklat-coklatan. Celana yang Bejo pakai terlihat kedodoran karena celana itu celana ayahnya.

Penampilan yang terlihat gembel itu tidak membuat Bejo malu. Tanpa lelah Bejo menelusuri jalanan dan sesekali merapikan rambut yang tertiup angin. Bejo bersandar di sebuah pohon dipinggir jalan. Sudah seharian Bejo berjalan menelusuri jalanan masuk sekolah ini sekolah itu tapi tidak ada hasil yang memuaskan. Jawabannya hampir sama semua, “maap mas, tenaga pengajar disini sudah penuh”. Perut mulai keroncongan, uang sekepingpun Bejo tidak punya. Pagi tadi bukan Bejo lupa untuk sarapan, tapi memang di rumah tidak ada sarapan.

Keluarga Bejo merupakan salah satu keluarga yang kesulitan dalam mencukupi kebutuhan. Bapak dan ibu hanya bekerja sebagai buruh tani yang hasilnya tidak bisa menjamin kehidupan. Kalau orang kaya berkata “besok makan apa ya?”, tapi Bejo dan keluarga berkata “besok  apa makan ya?”. Kata-kata dalam perkataan itu (antara orang kaya dengan keluarga bejo) memang sama terdiri dari empat kata dan ada tanda Tanya. Tapi makna kata itu sangat berlawanan, kalau orang kaya bingung memilih makanan tapi Bejo dan keluarga bingung bisa makan apa tidak.

                Kembali ke Bejo di bawah pohon……

Dalam sandarannya Bejo berhayal tingkat tinggi, mungkin itu yang bisa dilakukan oleh orang seperti Bejo. Kendaraan yang berlalu-lalang tidak dihiraukan olehnya. Suara kendaraan bermotor menambah nikmat dunia khayalnya. Mulailah Bejo melamun””””””

“andai dulu aku anak orang kaya, hidupku tidak akan menderita seperti ini. Tampangku akan tampan, tidak jelek seperti saat ini. Bajuku pasti bagus-bagus dan makanan enak-enak. Pasti aku masuk kuliah jurusan kedokteran atau hukum tidak masuk jurusan guru. Tubuhku tidak akan hitam seperti sekarang. Dan saat ini pasti aku tidak bingung mencari perkerjaan”

Bejo terbangun dari lamunannya, panas matahari semakin menyengat kulit, Bejo mencari tempat yang lebih teduh untuk beristirahat sejenak dan berniat pulang ke rumahnya setelah tenaga penuh. Petualangan hari ini Bejo putuskan untuk dihentikan. Bejo beristirahat di emperan sebuah gedung. Lantai berkeramik dinding tembok membuat iri hati Bejo. Rumah Bejo hanya beralaskan tanah dan berdinding kayu yang terasa sangat dingin bila malam tiba. Tempat tidur terbuat dari anyaman daun pandan tanpa kasur. Berselimutkan sebuah sarung yang tidak mampu menghangatkan tubuhnya.

Bejo kembali bersandar pada dinding gedung dan kembali melamun. Tatapan matanya yang kosong mengisyaratkan beban berat yang Bejo pikul. Bejo mulai menyesali keputusan-keputusannya dulu. Salah satunya adalah penyesalannya mengenai jurusan yang dipilih saat masuk kuliah. Ternyata jurusan yang dipilih Bejo merupakan pelajaran minoritas di sekolahan. Jumlah jam pelajaran sangat sedikit. Sebenarnya pelajarannya, oleh Bejo dianggap sangat baik. Hal ini dikarenakan mempelajari masa lampau supaya generasi yang sekarang tidak melupakan perjuangan dan pengorbanan pendiri Negara ini. Mungkin benar apa yang diungkapkan banyak orang-orang, bahwa Negara Bejo merupakan Negara berkembang yang dipikir adalah urusan perut. Sementara jasa-jasa pahlawan sangat dilupakan hanya dikenang saat hari-hari tertentu belaka.

Dalam lamunannya Bejo memikirkan mengenai kemiskinannya. Banyak teori kemiskinan dalam kuliah yang telah Bejo terima. Salah satunya adalah penyebab kemiskinan cultural dan kemiskinan structural. Kemiskinan cultural adalah kemiskinan yang disebabkan oleh kultur atau budaya masyarakat tersebut. Bejo merupakan salah satu dari penduduk suku terbayak di Negara Bejo. Suku Bejo terdapat berbagai tradisi yang membuat seseorang menjadi tidak kaya. Dari proses kelahiran hingga kematian berpuluh-puluh tradisi yang menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Tipe kemiskinan selanjutnya adalah kemiskinan struktural, yaitu kemiskinan akibat kebijakan yang salah dari pemerintah. Pemerintah Negara Bejo hanya menguntungkan segelintir kelompok dan mengorbankan sebagian besar dalam kemiskinan. Pemeritahan Negara Bejo tidak berhasil menjalankan isi dari pembukaan undang-undang dasar Negara Bejo. Korupsi merajalela dari pusat hingga daerah. Dari pajak, biaya olahraga hingga alquran dikorupsi oleh aparat yang bertanggungjawab. Kemudian Bejo teringat janji-janji manis dari orang-orang yang berkampanye, dari pendidikan gratis hingga menuntaskan kemiskinan masih teringat jelas dibenak Bejo. Janji-janji manis itu ternyata hanya janji murahan yang seharusnya manis tapi tak manis.

Kemudian Bejo berhayal kalau dia jadi pemimpin. Program kabinet Bejo akan dinamakan Bangkit Negara.

Bersih, bersihkan Negara dari KKN

Amanah, tidak mendustai janji-janji

aNGgun, ciptakan tata kota yang anggun,indah dan enak dipandang

Kaya, menjembatani jurang antara si kaya dan si miskin, agar tidak terjadi kesenjangan sosial

Iman, menciptakan masyarakat yang relegius, menghargai perbedaan agama

Tentram, tenang, teduh rapi dan aman

Tapi harapan Bejo sangatlah sulit. Sistem birokrasi di Negara Bejo sudah tercemar oleh yang namanya KKN. KKN sudah merasuk dari pemerintah pusat hingga ke lurah. Merubah system memang sangatlah sulit bisa dikatakan maha sulit. Bila kita sudah masuk ke dalam system kita akan mengalir bagaikan air di dalam system tersebut. Apabila kita menolak system kita akan terpental bahkan bisa keluar dari system.

Bejo terbangun dari lamunan. Udara sore mulai terasa dingin menusuk tulang. Bejo memutuskan untuk pulang ke rumah dengan membawa hasil nihil untuk hari ini, mungkin aka nada hari esok yang cerah. Bejo ingin segera meringankan beban ekonomi orang tua. Kadang Bejo harus menangis dalam senyum ketika melihat orang tua harus bekerja dengan giat. Entah pagi, siang hingga menjelang malam bekerja keras demi membiayai kuliah Bejo. Bejo ingin membuat bangga orang tua, anak seorang yang tak punya apa-apa bisa menjadi orang yang sesungguhnya. Jalan masih teramat jauh, mustahil sebuah kapal bisa berlabuh tanpa ada sampan untuk mengayuh. Usaha dengan sungguh-sungguh mengandalkan otot, otak dan doa harus dilakukan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Tak salah kita untuk berhayal setinggi langit sedalam palung laut, namun harus dibarengi dengan usaha untuk mendapatkan khayalan menjadi nyata. Hidup berawal dari mimpi-mimpi, tanpa mimpi-mimpi masa depan kita tidak akan bisa melangkah. Tapi jangan sesekali melupakan belakang, perjalanan penuh kerIngat daN Darah harus dikenang sebagai motivasi geneRasI yang akan datang.

(#DP9#)

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s