Manusia adalah maklhuk sosial yang membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupan. Tidak bisa dibayangkan bagaimana kondisi bumi juga manusia hanya bersifat induvidualis. Menjalin relasi sangat diperlukan bagi semua orang. Begitu juga dunia mahasiswa, dunia para remaja yang beranjak menuju dewasa. Dari istilah teman , sahabat, pacar ataupun saudara, banyak sekali hubungan yang terjadi pada satu angkatan.

Moi merupakan mahasiswa dalam salah prodi yang kurang favorit, pelajaran masa lampau. Walaupun kurang favorit jumlah satu kelas mencapai 51 orang. Bandingkan dengan saat SD, SMP, maupun SMA jumlahnya tidak mencapai angka tersebut. Teman-teman Moi berasal dari berbagai daerah di pulau Jawa. Beraneka macam pemikiran harus menjadi satu dalam angkatan. Bila bisa mencapai satu kesatuan akan didapatkan kondisi belajar yang baik. Namun kadangkala kondisi persatuan sangat sulit dijalankan, satu angkatan akan terpecah.

Memang benar diperkuliahan itu dalam satu angkatan terbentuk dari beberapa grup pertemanan. Mahasiswa membuat grup atau istilah kasarnya geng didasarkan pada persamaan nasib. Misalnya mahasiswi yang cantik akan membuat grup yang terpisah dengan yang grup lain, misalnya grup mahasiswi berjilbab. Dalam satu grup, selain bertemu disaat kuliah, biasanya sering makan bareng, nongkrong bareng dan biasanya dalam mengerjakan tugas mereka membuat kelompok tersendiri. Antara grup satu dengan yang lain, tiap anggota akan berhubungan erat dengan teman satu grup, namun agak renggang dengan teman dari anggota grup lain. Didalam kegiatan perkuliahan, hubungan mereka hanya sebatas teman satu angkatan, namun yang termasuk dalam satu grup sudah dianggap sahabat atau bahkan saudara.

Kadang untuk menyatukan satu angkatan menjadi satu, harus ada topik yang menyangkut semua. Misalnya jalan-jalan bareng atau entah kegiatan apa yang menuntut kebersamaan. Namun ada cara lain yang bisa menyatukan satu angkatan yaitu membuat apa yang dinamakan musuh bersama. Seperti pada saat Hitler menyatukan seluruh Jerman menjadi satu dan membawa Jerman berperang dalam PD II, kegiatan ini termasuk kegiatan negatif yang merugikan satu pihak. Musuh bersama dalam angkatan Moi adalah satu mahasiswa yang entah bagaimana bisa dibenci oleh satu angkatan. Seumpama satu persatu ditanyai alasan mengapa mereka membenci satu orang itu, pasti tidak dapat ditemukan jawaban yang pasti. Benar-benar keadaan yang sangat aneh, seoraang yang baru kenal  bisa langsung dibenci. Dibenci satu orang dua orang biasa, namun ini sangat berbeda, dibenci satu angkatan. Cerita ini sangat berkebalikan dengan posisi Republik Indonesia dalam menuntut pengakuan kedaulatan. Bila bangsa Indonesia memperoleh pengakuan secara de facto namun tidak mendapatkan pengakuan secara de jure. Nasib mahasiswa ini sangat berbeda, secara de jure dalam kelas tidak diakui namun secara de jure, baik itu oleh dosen maupun adik tingkat, dianggap mahasiswa yang bisa dijadikan contoh. Dosen selalu bilang pada mahasiswa angkatan bawah seperti ini “seperti mas api itu low, pinter, rajin, baik bisa dijadikan teladan”.

Nama mahasiswa itu adalah api . Bila mendengar tentang nama itu, yang terbesit dibayangan kita adalah suatu benda yang dapat membuat sesuatu menjadi terbakar. Seperti itulah mas api mampu membakar amarah teman-temannya. Tubuh sangat atletis dikarenakan sering fitness. Rambutpun disesuaikan dengan tokoh kartun favoritnya. Rambut mengembang seperti mr. czatan dalam film dragon ball menjadi model yang dipakainya setiap hari. Dasar anak orang kaya, api pergi ke kampus tidak dengan jalan kaki maupun sepeda motor. Satu-satunya mahasiswa yang membawa kemudi bulat di fakultasnya. Handphone yang dimilikipun tidak beharga  murah. Hand phone ini sangat berguna bagi api ketika ujian atau ada presentasi. Mbah boogel selalu dimintai pertolongan olehnya.

Api termasuk dalam mahasiswa yang cerdik dan identik dengan licik. Setiap kuliah dia akan duduk didepan dosen dengan sesekali bertanya hal-hal yang sudah tidak perlu ditanyakan lagi apabila dia memang belajar. Api sering membawakan tas atau membantu dalam menyalakan LCD dan laptop dosen hingga mengantar dosen pulang. Mahasiswa yang super. Namun sayang, konsistensinya duduk didepan masih dipertanyakan karena setiap ujian pasti dia duduk dibelakang. Suara dari si api seperti orang yang tersumbat tenggorakannya dikarenakan memakan durian sekalian kulitnya, terdengar sangat mengganggu mahasiswa yang lain. Setiap presentasi pasti api selalu bertanya dengan pertanyaan yang dipesan dari mbah boogel. Dalam ujian hasil api selalu bagus dibandingkan dengan mahasiswa yang lain, walaupun jawaban api didapat dari teman.

Sikap Individual dari api sangat tinggi sehingga dibenci satu angkatan, bahkan dianggap sudah tidak ada. Misalnya pada saat kuliah, baris tempat duduk bonsai tidak terisi sama sekalai hanya ada api dengan satu dua temannya. Saat api berbicara pasti teman yang duduk di belakang ramai sendiri dan bahkan ada yang menirukan gaya bicara yang khas darinya. Yang paling mengerikan adalah pada suatu ketika api diusir dari barisan mahasiswa laki-laki yang akan melakukan foto.

Paling tragis adalah ketika seluruh kelas mengadakan tour perpisahan satu angkatan. Api tidak dimasukan kedalam peserta tour. Kasihan…………….. yang perlu diacungkan jempol dari api  adalah muka tebal, mungkin sudah terbuat dari baja berlapis-lapis sehingga tidak pernah mengenal kata malu bahkan mungkin rasa malu sudah hilang. Ini mungkin adalah salah satu strateginya untuk mampu bersaing dengan orang yang dianggap kompetitornya.

Mungkin dilihat dari segi adik tingkat atau orang lain, mereka akan kagum dengan prestasi yang diraih oleh api. Nilai tinggi, lulus dengan cepat menjadi mahasiswa kesayangan dosen dan masih banyak lagi hal-hal yang patutu dikagumi dari api. Namun bagi teman-teman satu angkatan api hanya dianggap sebagai penjilat, memanfaatkan kedekatan dengan dosen untuk mendapatkan nilai yang sempurna. Nilai yang didapatkan bukan karena api pintar dalam kuliah tapi dikarenakan factor subjektivitas dosen. Padahal para dosen tidak mengetahui bagaimana keseharian darinya. Idola yang dicintai tapi dihujat di tempat sendiri ini merupakan gelar yang patut disematkan kepada api.

Memang tidak ada yang salah dengan strateginya dalam menjalani kehidupan yang terjal dalam dunia perkuliahan. Lebih baik dibenci teman daripada dibenci oleh dosen yang membawa dampak sistemik terhadap nasib diperkuliahan. Tulisan ini merupakan bentuk suatu kekaguman dari penulis terhadap sosok yang satu ini. Baginya proses tidak penting yang terpenting adalah hasilnya. Dan pada akhirnya hasil yang ada, strategi mas api ternyata jitu. Mas api berhasil memperoleh apa yang dia inginkan.. selamat atas keberhasilannya dan semoga yang lain tidak akan melakukan straegi yang digunakan oleh mas api. Mengapa begitu? Karena di Indonesia sudah banyak tipe-tipe orang seperti mas api dan ternyata merugikan negara.

(#DP9#)

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s