Sungai merupakan sarana transportasi sangat penting pada masa lalu. Sungai menjadi pusat kehidupan manusia purba. Masyarakat purba tinggal di daerah aliran sungai dengan bukti ditemukannya fosil-fosil manusia purba di daerah aliran sungai. Di jaman modern sungai mempunyai peranan yang sangat penting, selain sebagai sarana transportasi, sungai juga digunakan oleh sebagian orang untuk mendapatkan uang. Sebagi contoh pekerjaan yang berhubungan dengan sungaai adalah penambang pasir, jasa penyeberangan pada daerah terpencil, dan untuk mendapatkan ikan.

Di pulau Jawa terdapat beberapa sungai besar. Sungai terpanjang adalah Bengawan Solo. Bengawan solo mata airnya berasal dari daerah wonogiri mengalir hingga ke laut jawa di daerah Surabaya. Bengawan Solo sangat tersohor bagi masyarakat Jawa. Bengawan Solo menjadi salah satu lagu keroncong sepanjang masa. Bengawan Solo menjadi salah satu sumber ekonomi bagi daerah-daerah yang dilewatinya. Begitu banyak manfaat dari air sungai hingga membuat sunagi sangat penting bagi kehidupan masyarakat.

Daerah sekitar sungai termasuk daerah yang sangat subur. Berbagai tanaman dapat dengan mudah tumbuh berkembang hingga menghasilkan hasil yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Selain dengan kesuburannya, ternya daerah disekitar sungai terdapat potensi ekonomi yang sangat besar. Zaman dahulu sungai sebagai sarana transportasi, namun sekarang sudah jarang dimanfaatkan sebagai sarana transportasi. Selain sebagai sarana transportasi, terdapat material bangunan yang sangat ekonomi, yaitu pasir sungai. Pasar sungai dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sungai sebagai bahan bangunan dan sebagian dijual.

Penambangan pasir sungai masih dilakukan secara tradisional yaitu menggunakan alat sederhana. Pendapatan dari penambangan pasir hasilnya cukup lumayan untuk menyambung nyawa. Selain penambangan pasir terdapat potensi lain, yaitu ikan sungai. Di sepanjang sungai Bengawan Solo terdapat beberapa jenis ikan yang bisa dikonsumsi oleh penduduk. Penangkapan ikan masih menggunakan alat yang sederhana yaitu menggunakan jaring atau dengan menggunakan pancing.

Masyarakat disekitar sungai sangat akrab dengan istilah pladu. Pladu adalah suatu keadaan dimana masyarakat mampu dengan mudah memanen ikan di sungai. Ikan dengan sangat mudah bisa ditangkap oleh penduduk. Pada zaman dahulu pladu hanya terjadi pada musim penghujan yaitu pada saat kondisi debit air meningkat. Tetapi pada saat ini pladu tidak hanya terjadi pada musim penghujan. Pada saat musim kemarau juga sering terjadi pladu. Kok bisa????

Setelah dilakukan penelitian ternyata penyebab pladu adalah adanya zat kimia dari pabrik-pabrik mengalir dengan mudah mengalir di sungai. Limbah dari pabrik membuat ikan pusing sehingga ikan-ikan akan menepi hingga pada akhirnya tertangkap oleh masyarakat sekitar sungai. Ikan-ikan lebih rela termakan manusia dibandingkan harus minum racun dari zat beracun dari limbah. Air sungai yang berwarna hitam menandakan air sungai sudah tercemar oleh air limbah.

Padahal kalau diteliti secara mendalam dari segi kesehatan, ikan yang terkontaminasi oleh zat kimia tidak sehat untuk dikonsumsi manusia. Namun belum pernah terjadi manusia mati akibat memakan ikan dari sungai. Pembuangan limbah ke sungai merupakan satu tindakan sebagian orang yang sangat merugikan orang banyak. Mereka hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri tanpa memperhatikan kepentingan umum. Padahal air sungai banyak dimanfaatkan oleh penduduk sebagai tempat mandi, buang air besar, memandikan hewan ternak hingga mengairi sawah pertanian.

Apabila sungai sudah tercemar akan menimbulkan berbagai penyakit yang disebabkan oleh limbah. Lalu siapa yang harus bertanggung jawab bila lingkungan kita tercemar???

 

 

 

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

One response »

  1. lani berkata:

    kenapa begita alasannya ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s