Surat WasiatPagi ini matahari bersinar terang, awal yang bagus untuk mengikuti kegiatan perkuliahan. Pukul 09.00, Moi sudah sampai di kampus. Sesampainya di kampus, Moi segera mencari teman-teman yang mengikuti perkuliahan hari ini. Bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami, hal inilah yang dialami Moi ketika mencari posisi teman-temanya. Hari ini Moi dengan beberapa teman seangkatan akan mengikuti perkuliahan untuk semester I. Semester VII mengikuti kuliah semester I????? ………………..Yaaaaa tidak masalah, namanya saja ingin memperdalam ilmu. Kuliah pada hari ini berada di lantai 3. Fisik dari Moi terlatih menjadi seorang pelari marathon, karena setiap hari harus naik-turun lantai 3. Apalagi saat telat kuliah, seluruh tenaga tercurah untuk mendaki tingginya gedung. Sesampainya diatas keringat bercucuran bagaikan menganak sungai.

Pagi itu alhamdulilahnya Moi tidak terlambat, kuliah jam 9 tepat dia sudah duduk manis di kursi bagian belakang. “teman-temanku mana ya?? gumannya dalam hati, karena pada saat itu teman satu angkatan belum ada yang hadir. 5 menit berselang mulailah perkuliahan, Pada saat itu juga teman-teman Moi mulai berdatangan.

“katanya OTW boy, tapi kok baru datang, OTW dari irak ya?” Tanya Moi kepada salah satu temannya

“hahaha, sory mo, bukan dari Irak, tapi dari Mesir, disana lagi terjadi demonstrasi yang menginginkan militer mengundurkan diri dari kepemerintahan” jawab boy diplomatis

Perkuliahan ini dijadwalkan berlangsung dari jam 09.00 sampai jam 11.00. Peserta alias mahasiswa yang mengikuti perkuliahan ini bagaikan jamur dimusim hujan. Begitu banyaknya sehingga 2 kipas angin dengan kecepatan penuh tidak mampu memberikan udara yang segar. Kuliah pada pagi itu pada awalnya berjalan dengan sangat lancar. Ibu Dosen yang berbusana sangat anggun terlihat cantik mulai memberikan perkuliahan. Hari ini membahas mengenai ilmu bantu sejarah.

Membahas masalah busana, pada saat itu Moi mulai memperhatikan busana dari para mahasiswa yang mengikuti perkuliahan. Moi mulai tercengang dengan busana yang dipakai oleh baik itu para mahasiswa maupun mahasiswi. Dosennya saja berpenampilan sangat elegan, tetapi kok mahasiswanya berpenampilan awut-awutan?? Ada laki-laki yang memakai kalung, gelang dan beberapa aksesoris lainnya. Wanitanya juga tidak mau kalah. Kebanyakan wanitanya berjilbab dengan berbagai motif jilbab yang beraneka jenis, yang dapat menggambarkan tingkat sosial dari mahasiswi, kalau kampus menginginkan adanya kesetaraan seharusnya pihak kampus membuat jilbab tertentu yang digunakan oleh mahasiswi yang berjilbab. Kadang perkuliahan hanya digunakan untuk fashion show jilbab. Nah ada yang menarik, ada satu mahasiswi tidak memakai jilbab. Rambutnya terurai bagaikan Aslan. Kucir rambut dari wanita itu tadi digunakan untuk gelang. Celana pensil yang super ketat dipakai tidak hanya para mahasiswi, tetapi para mahasiswa juga memakai celana yang sama. Sehingga tampak mereka sedang memasukkan buah timun kedalam celana.

Cukup sudah kita mengomentari busana, kita beranjak menuju topik selanjutnya, yaitu masalah tingkah laku para mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Dimanapun berada baik itu perkuliahan maupun kegiatan belajar mengajar siswa yang aktif mengikuti pelajaran hanya yang duduk dibagian depan. Sedangkan bagi mereka yang duduk dibagian belakang mereka juga sibuk, sibuk mengobrol dengan teman, sibuk smsn, sibuk merapikan penampilan, bahkan ada salah satu mahasiswa ang sibuk membuka-buka buku. Usut punya usut ternyata dia belajar mata kuliah lain, karena akan diadakan ujian. Kreatifff………

Moi semaki pusing dengan tingkah laku mahasiswa baru. Ceritanya ada mahasiswa yang telat, dengan penampilan yang modis atau malah kayak gembel masuk ruangan. Bukan masuk dari pintu depan, malah dia masuk dari pintu belakang. Ibu Dosen yang cantik menegurnya

“kuliah jam berapa mas??”Tanya ibu dosen

“jam sekarang bu” kata mahasiswa itu dengan tampang yang tidak merasa bersalah, mencari tempat duduk dibelakang

“kenapa kok terlambat” Tanya Dosen itu, selain cantik dan ternyata dosen ini sangat penyabar

“ban nya bocor pak, eh buk” jawab mahasiswa itu dengan cuek

“ya semoga besok tidak bocor” doa ibu dosen itu kepada mahasiswa yang tidak tau diri. Ibu dosen ini selain cantik, sabar ternyata baik, dia dengan iklhas mendoakan mahasiswa yang tidak tahu diri ini….saluuttt buat ibu dosen.

Ternyata Moi tidak sendiri dalam merasakan kejanggalan yang ada di ruangan ini. Boy juga merasakan apa yang dirasakan Moi

“Kuliahnya kon aneh ya Moi” komentar Boy terhadap perkuliahan hari itu

“aneh gimana tow Boy” Tanya Moi

“lihat tow Moi, semua gak bermutu, g punya sopan santun pada dosen” jawab Boy

“hahaha, yow biyarin tow Boy namanya anak muda” jawab Moi membenarkan keadaan

Boy tidak menjawab lagi, dia sibuk menulis di kertas. Sementara itu Moi berpura-pura memperhatikan dosen yang sedang memberikan materi perkuliahan.

“Nich Mo” Boy menyerahkan secarik kertas

“ini apa Boy” Moi menerima kertas yang berisi tulisan dari Boy

“baca sendiri Mo” jawab boy kemudian sejenak mengambil Hp dari dalam tas

Moi mulai membaca tulisan dari Boy. Isi tulisannya sebagai berikut:

Surat Wasiat

surat wasiatDengan surat ini, setelah saya kuliah mata kuliah ini, dengan segenap kerendahan hati, saya mohon maaf atas segala salah dan khilaf yang ada. Saya sudah tidak sanggup untuk menjalani hidupsebagai seorang mahasiswi bukan karna tuntutan ekonomi tapi lebih karena sifat kehidupan kampus dan perkuliahan yang begitu keras. Saya tidak dapat lagi menjalani kehidupan ini. Ketika saya benar-benar merasakan banyak tekanan. Ini terjadi begitu saja dan terasa sangat  menyiksa ketika mengikuti perkuliahan ini. Saya terasa ingin cepat menemui mas malaikat Ridwan karena kondisi ruangan yang penuh sesak dengan manusia-manusia aneh yang terjebak diruangan ini.

Ruangan itu bagaikan kotak kubus yang dihimpit sepatu didalamnya yang diperparah dengan sayup# suara aneh yang merayu untuk segera pura-pura mati.

Sungguh saya tak mampu melewati waktu-waktu itu, detik berlalu begitu lambat dan lebih ironis lagi saat saya dengan sekuat tenaga menjawab pertanyaan kehidupan namun jawaban itu salah besar dank arena itulah saya memutuskan pura-pura mati dengan meminum boraks,

Saya sudah menyerah, tak mampu lagi bangkit maka lebih baik saya pura-pura mati disbanding dibunuh orang lain.

Teruntuk pacarku, aku pamit, carilah pacar yang lebih gemuk dariku. Bagaimanapun I always love you. Yang harus kau ingat aku pura-pura mati bukan karna takdir tapi karena tuntutan kehidupan.

Surakarta, 1 Desember 2011

Moi hanya bisa tertawa terbahak-bahak..

Surat wasiat seperti ini juga pernah dibuat oleh pahlawan proklamator kita, Soekarno dan Hatta. Kedua tokoh ini menjadi sasaran pembunuhan oleh tentara sekutu. Oleh karena itu kedua tokoh ini membuat surat wasiat yang disebut Testamen Politik. Mungkin surat wasiat dari Boy ini juga bisa disebut Testamen Sejarah.

Nah………Kalau ingin saat perkuliahan bisa berlangsung dengan lancar, maka sebelum mengikuti suatu perkuliahan harus dilakukan persiapan. Yang pertama adalah kesiapan ruangan, Ruangan yang berpintu 2, sebaiknya hanya pintu depan saja yang dibuka, sehingga hanya ada satu jalan menuju ketempat duduk. Kedua, mahasiswa yang mengikuti kuliah diharapkan berpakain sopan, tidak perlu ada pernak-pernik yang melekat ditubuh. Ketiga, apabila ingin mengikuti perkuliahan secara nyaman lebih baik memilih tempat duduk yang ada didepan. Barisan depan biasanya berisi mahasiswa yang aktif dalam bidang perkuliahan sedangkan semakin kebelakang, kemampuan akademis mahasiswa mulai menurun. Keempat, dosen sendiri jangan terlalu baik kepada mahasiswa yang tidak tau diri. Kelima, mahasiswa dilarang membawa Hp kedalam ruangan perkuliahan dikarenakan Hp merupakan salah satu benda yang bisa membuat perkuliahan menjadi tidak menentu, misalnya saja mahasiswa memilih mengetik sms, meng-update facebook, atau malah mengegame.

Satu lagi hal yang perlu dipersiapkan pada saat mengikuti perkuliahan yang dimana anda telat yaitu siapkanlah sebotol aqua dingin, 1 kg boraks dan beberapa buah durian. Nah,, kalau anda telat segara duduk dibelakang dan mengungkapkan segala alasan yang membuat anda terlambat. Dari bangun kesiangan, ban bocor, macet hingga harus bergantian kamar mandi harus diungkapkan dengan jelas dan tepat. Setelah beberapa saat diperolok oleh dosen dan beberapa teman karena terlambat, segaralah duduk di bangku bagian pojok. Ambillah aqua yang telah dipersiapkan dan kemudian campur dengan boraks. Untuk 1 liter air membutuhkan 1 kg boraks. Tunggu sampai air dan borak tercampur. Pada masa menunggu anda dapat memanfaatkan waktu untuk memakan durian, durian+kulitnya. Setelah makan beberapa durian pasti anda akan kehausan. Segeralah tenggak campuran air dan borak dengan demikian tamatlah riwayat anda.

(#DP9#)

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

One response »

  1. […] besar, ditakutkan nanti perjalananmu akan terganggu dengan demonstrasi. Selama aku menjadi mahasiswa sebanyak dua kali, aku belum sekalipun mengikuti demonstrasi, Yanindra. Bukannya aku nggak berani […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s