jam tanganPendidikan di Indonesia mengalami peningkatan secara drastis. Peningkatan tersebut baik secara segi kualitas maupun dari segi kuantitas. Program sekolah gratis sembilan tahun memang benar-benar berhasil. Zaman dahulu dalam satu desa hanya ditemukan segelintir orang yang merupakan lulusan dari sekolah menengah pertama. Di era modern seperti ini sebagaian besar anak muda di desa sudah merupakan lulusan tingkat menengah atas. Pemerataan pendidikan di Indonesia sedang mengalami proses. Daerah-daerah pedalaman dan sebagian daerah di Indonesia Timur berupaya membangun dunia pendidikan. Banyak guru-guru dari Jawa harus bertugas di daerah terpencil. Namun ternyata pendidikan tidak bisa sama hasilnya walaupun sama materinya.

Hal ini menimpa sekolahan bukan milik pemerintah. Sekolahan-sekolahan swasta banyak sekali yang bagus dan mampu bersaing dengan sekolahan ungulan dari negeri. Namun tidak sedikit kualitasnya sama sekalai tidak ada. Ada beberapa sekolahan swasta yang merupakan “hanya” buangan dari siswa-siswa bermasalah di sekolahan negeri. Biasanya sekolahan swasta merupakan pilihan ke sekian dalam pilihan siswa. Kumpulan orang bermasalah harus dibina oleh guru-gurudi sekolahan swasta. Guru-guru harus memiliki kekuatan super untuk merubah batu kali menjadi sebongkah emas. Hampir mustahil.

Kualitas sekolahan-sekolahan di daerah pinggiran akan sangat berbeda jauh dari sekolahan yang berada di kota besar. Walaupun tidak semua sekolahan pinggiran berada di bawah bayang-bayang sekolah negeri, namun stigma itu sudah sangat melekat sehingga sulit untuk dihilangkan. Hal ini diperlukan seorang guru yang memiliki kekuatan super, yang mampu mengendalikan dan merubah siswa didik yang memiliki kemampuan minus.

Salah satu pengajar yang beruntung mendapatkan tugas ini adalah Pak Bejo. Bejo merupakan lulusan dari salah satu universitas negeri favorit. Bejo berhasil lulus dengan hasil yang sangat memuaskan. Ternyata dihadapkan pada permasalahan seperti diatas, Bejo dibuat agak kelimpungan. Jelas saja, semua materi dikuliah hampir semua menekankan pada teori sedangkan sangat sedikit prakteknya. Kadang antara teori dan praktek tidak bisa berjalan selara pada kondisi tertentu.

Bejo yang masih muda belum punya pengalaman dalam mengajar mempunyai bekal teori yang lumayan dari kampus. Pada hari pertama mengajar, Bejo berupaya berangkat pagi minimal setengah jam sebelum pelajaran dimulai dia sudah datang. Katanya guru harus mampu digugu lan ditiru, kalau gurunya sukanya terlambat mesti muridnya juga sering terlambat. Hal ini tidak ingin dilakukan oleh Bejo. Pukul enam tiga puluh Bejo sudah sampai pekarangan sekolahan. Alangkah takjubnya hari si Bejo, melihat sekolahan yang masih sangat sepi. Hanya ada seorang tukang kebun yang menyapu halaman sekolah. Kemudian Bejo bergegas masuk ke dalam kantor.

Siswa sekolah memang sangat hebat. Mereka suka datang sekolah on time dan kadang lebih dari itu, dengan nama lain terlambat. Pengalaman mengajar pertama sungguh beharga, sampai pukul enam lima puluh lima baru ada beberapa siswa. Hal yang sama terjadi pada guru, gurunya baru datang beberapa saja. Benar-benar tepat waktu. Bel sekolah berbunyi, sebagai guru yang baik Bejo berniat langsung masuk kelas dan ternyata di dalam ruangan hanya ada beberapa manusia. Okelah kalau begitu ditunggu dulu lima belas menit.

Lima belas menit berlalu dengan cepat, semua siswa hampir semua datang. Bejo mulai beraksi memperkenalkan diri kepada siswa. Nama lengkapnya adalah BejO Nugroho sebut saja pak Bejo, begitu kira-kira perkenalan pada saat itu. Bejo merupakan guru pengampu pelajaran gabungan dari Pendidikan Kewargaanegaraan dan Sejarah (PKS). Dua pelajaran dipaksa digabungkan menjadi satu, Bejo dituntut belajar lagi. Bermodalkan buku LKS yang sudah buntut Bejo mulai menerangkan apa itu pelajaran PKS. Materi hari ini hanya pengenalan saja siswa terhadap pelajaran PKS.

Sedang asyiknya menerangkan, pukul delapan tepat tiba-tiba ada siswa yang baru datang. Masuk pukul tujuh baru datang pukul delapan padahal pelajaran selesai pukul delapan tiga puluh, sungguh hebat.

“maap pak saya terlambat” kata siswa

“iya, gak apa-apa silahkan duduk, saya yang minta maap kalau datang terlalu kepagian” Jawab Bejo dengan nyante. Jawaban Bejo dianggap lucu oleh sebagian siswa yang lain sehigga mengundang gelak tawa seluruh peserta didik. Siswa tersebut kemudian duduk di kursi.

“kok bisa terlambat dari mana?’tanya Bejo ingin tahu

“tadi ngopi pak” jawab siswa

“materi apa yang dikopi kok pagi-pagi sekali” Tanya Bejo semakin ingin tahu

“bukan ngopi materi pelajaran pak, tapi minum kopi” jawab siswa disambut dengan ketawa histeris dari siswa lainnya.

Betapa dongkol hati Bejo, siswanya terlambat gara-gara minum kopi. Kebiasaan orang Indonesia biasanya setiap pagi minum kopi. Sayangnya Bejo jarang sekali minum kopi. Dalih orang minum kopi adalah agar tidak mengantuk. Benar saja secara ilmu pengatahuan itu sudah terbukti, apalagi kalau kopi tidak diminum lewat mulut, minumnya lewat mata, pasti tidak bisa tidur. Bejo sangat menghargai siswanya. Siswa tersebut minum kopi agar nanti saat pembelajaran tidak mengantuk, sungguh ide yang cemerlang. Namun kadang ada asumsi lain, bahwa siswa itu malas. Apalagi anak laki-laki harus dibangunkan supaya bisa bangun.

Kegiatan belajar mengajar diperlukan pengaturan waktu yang sistematis dan baik. Inilah pendidikan agar siswa menjadi disiplin. Pukul tujuh tepat harus sudah masuk kelas. Siswa harus selalu datang on time, ini merupakan pendidikan dasar untuk kedisiplinan siswa. Guru harus mampu memberikan contoh. Bagi pengajar yang mengajar dijam pertama harus berupaya datang setengah jam sebelum jam pelajaran dimulai. Kebiasaaan on time sangat penting bagi kehidupan. Dalam konsep sejarah manusia harus selalu mengingat waktu.  Dari kebiasaan datang tepat waktu akan berguna menunjang proses belajar mengajar siswa. Jangan sekali-sekalai menyepelekan kebiasaan kecil yang bermanfaat, dan jangan membiasakan hal-hal yang tidak baik walaupun hanya kecil, semua itu dimulai dari kecil hingga nanti menjadi besar. Awali dengan hal kecil, akan mendapatkan sesuatu yang besar nantinya….  “always ON”

(#DP9#)

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s