endogenTenaga endogen adalah tenaga pengubah bentuk bumiyang berasal dari dalam bumi. Tenaga endogen mempunyai dua sifat yakni membangun dan merusak. Tenaga endogen merupakan kekuatan yang mendorong terjadinya pergerakan kerak bumi. Pergerakan kerak bumi disebut diatropisme. Kerak bumi terdiri dari kerak benua yang meliputi kerak benua eropa dan asia (Eurasia), kerak benua Afrika, kerak benua Amerika Utara dan kerak benua Amerika Selatan, dankerak samudera yang meliputi kerak samudera Hindia, Pasifik dan kerak samudera Atlantik. Kerak benua juga sering disebut lempeng benua, sedangkan kerak samudera disebut lempeng samudera.

Secara Geologis, tenaga endogen meliputi:

a.      Hasil proses tektonisme

Tektonisme adalah perubahan letak bumi secara horizontal maupun vertical akibat tenaga dari dalam bumi. Berdasarkan kecepatan gerak dan luas daerahnya. Tektonisme dibedakan menjadi:

1)      Epirogenesa

Epirogenesa adalah gerakan pada lapisan kulit bumi yang terjadi sangat lambat serta meliputi wilayah yang sangat luas. Epirogenesa dibagi menjadi:

a)   Epirogenesa positif, yaitu gerak turunnya permukaan bumi sehingga laut seolah-olah mengalami kenaikan.

b)    Epirogenesa negative, yaitu gerak naiknya permukaan bumi sehingga laut seolah-olah mengalami penurunan.

2)      Orogenesa

Orogenesa adalah gerakan pada lapisan kulit bumi yang terjadi secara cepat akan tetapi meliputi wilayah yang sempit.

Berdasarkan bentuknya, tektonisme dibedakan menjadi patahan dan lipatan.

1)      Lipatan

Adanya tekanan tektonisme yang mengakibatkan terjadinya pelipatan pada batu-batuan penyusun kulit bumi. Bentuk-bentuk hasil lipatan tersebut dibedakan menjadi dau struktur yaitu puncak lipatan atau punggung lipatan (Antiklinal) dan lembah lipatan (Sinklinal).

2)      Patahan

Gaya tekan pada gejala tektonisme mengakibatkan lapisan-lapisan batuan penyusun bumi menjadi retak dan patah. Lapisan ada yang mengalami kemrosotan membentuk lembah patahan (Graben) dan puncak patahan (Horst) serta lereng patahan (Slenk).

b.      Hasil proses vulkanisme

Vulkanisme adalah segala keiatan magma dari lapisan dalam litosfera yang bergerak ke lapisan yang lebih atas atau keluar permukaan bumi. Pergerakan magma dibedakan menjadi dua, yaitu:

1)      Intrusi Magma

Intrusi magma adalah aktivitas magma atau pergerakan magma di dalam lapisan listosfer yang tidak mencapai permukaan bumi. Intrusi magma disebut juga plutonisme. Bentuk-bentuk intrusi magma antara lain Batholit (batuan beku), Lakolit (magma yang menyusup membuat lapisan atasnya menjadi naik), Sill (lapisan magmas tipis yang menyusup di atas lapisan batuan di atasnya berbentuk datar).

2)      Ekstrusi Magma

Intrusi Magma adalah kegiatan magma yang mencapai permukaan bumi. Menurut bentuknya, ektrusi magma dibagi menjadi ekstrusi sentral, ektrusi linier dan ekstrusi areal. Bahan-bahan yang dikeluarkan saat terjadi erupsi meliputi bahan padat(eflata), bahan cair dan bahan gas. Eflata meliputi batu berongkah besar (bom), batu kecil (lipili), kerikil, pasir dan debu. Bahan cair meliputi lava dan lahar serta lumpur dan debu bercampur air. Sedangkan bahan gas yang dikeluarkan adalah berupa gas belerang, gas beracun dan uap air.

                        Bentuk-bentuk gunung yang ada yaitu

1)      Tipe kerucut (gunung api strato)

Bentuknya seperti kerucut dan memiliki lereng curam. Magma yang dikeluarkan sangat kental dan lengket serta aliran magma lambat. Memiliki daya letus yang tinggi (eksplosif). Contoh gunung tipe kerucut: gunug takubanperahu (Jawa Barat), gunung Semeru (Jawa timur) dan Gunung Merapi (Jawa tengah).

2)      Tipe prisma (gunung api perisai)

Gunung tipe prisma memiliki puncak yang lebar dan lereng yang landai. Megma yang dikeluarkan berbentuk cair bersuhu tinggi dan aliran sangat cepat. Ferkuensi letusan lumayan sering. Contoh Gunung: gunung api Mauna Lao di Kepulauan Hawai.

3)      Tipe corong (gunung api Maar)

Gunung tipe corong memiliki bentuk seperti corong dan dikelilingi dengan dinding yang terjal. Gunung tipe corong saat terjadi erupsi mengeluarkan magma yang kental dan menuruni lereng.  Saat meletus terjadi letusan yang sangat dahsyat. Contoh gunung:Gunung Bromo di Jawa Timur.

        Beberapa tanda ketika sebuah gunung berapi akan meletus (Pravulkanik):

  1. Suhu udara di sekitar gunung dan pegunungan yang biasanya relative rendah, tiba-tiba naik.
  2. Banyak tumbuhan yang kering
  3. Binatang yang tinggal di gunug akan melakukan migrasi ke bawah.
  4. Kadang-kadang terjadi gempa-gempa kecil

Beberapa tanda gunung api sedang beristirahat:

  1. Dijumpai mata air atau sumber air panas
  2. Adanya semburan air panas (geyser) yang keluar dari rekahan batuan
  3. Ditemukannya gas gunung berapi yang keluar berupa uap air (fumaro), gas belerang (solfatar), dan gas karbondioksida (mofet)
  4. Ditemukan mata air panas obat (mata air makdani) yang digunakan untuk obat kulit.

c.       Hasil proses Seisme (gempa bumi)

Gempa bumi adalah bergetarnya permukaan bumi sebagai akibat gelombang seismic terhadap lapisan-lapisan batuan (litosfer). Alat untuk mengukur atau mencatat gempa disebut seismograf. Gempa bumi berdasarkan factor penyebabnya dibedakan menjadi:

1)      Gempa tektoknik

Yaitu gempa yang mengiringi gerakan tektonisme secara mendadak. Sebagian besar gempa bumi yang ada di Indonesia merupakan jenis ini. Gempa bumi yang bersumber di bawah permukaan air laut akan menimbulkan tsunami.

2)      Gempa vulkanik

Yaitu gempa yang terjadi karena letusan gunung berapi. Gempa vulkanik terjadi sebelum dan selama gunung api meletus.

3)      Gempa runtuhan

Yaitu hempa bumi yang terjadi karena reruntuhan. Gempa ini terjadi di daerah-daerah yang terdapat banyak rongga-rongga di bawah tanah. karena tidak kuat menahan atap rongga maka terjadi runtuhan yang mengakibatkan gempa.

4)      Gempa buatan

Yaitu gempa yang terjadi akibat ulah manusia. Sebagai contoh adalah gempa yang diakibatkan oleh peledakan bom.

 Gempa menurut letak terjadinya dapat dibedakan sebagai berikut:

  1. Gempa episentrum, yaitu gempa yang terjadi di tepi kerak/lempeng samudra maupun lempeng benua.
  2. Gempa hiposentrum, yaitu gempa yang terjadi pada kedalaman tertentu pada lempeng samudra dan lempeng benua.

Gempa berdasarkan hiposentrum (kedalaman pusat gempa) debedakan menjadi:

  1. Gempa dangkal, yaitu gempa yang kedalaman hiposentrum kurang dari 60 km.
  2. Gempa intermediet/menengah, yaitu gempa yang kedalaman hipsentrum antara 60-300 km.
  3. Gempa dalam, yaitu gempa yang kedalaman hiposentrum lebih dari 300 km.
Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s