STRATEGI NASIONAL DALAM MENGHADAPI

PERISTIWA MADIUN/PKI, DI/TII,

DAN KONFLIK-KONFLIK INTERNAL LAINNYA.

indoSetelah memproklamasikah kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memasuki masa dimana harus berdiri sendiri sebagai negera merdeka. Tantangan awal sebagai bayi kecil yang baru terlahir, bangsa Indonesia harus menghadapi banyak tantangan. Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia berasal dari dalam (intern) dan dari luar (ekstern). Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia merupakan masalah utama. Akan tetapi masalah lainnya juga harus dihadapi adalah masalah disintegrasi bangsa yang baru terbentuk. Di daerah-daerah terjadi pergolakan yang ingin memisahkan diri dari ibu pertiwi. Berikut ini pemberontakan yang terjadi setelah Indonesia Merdeka.

A.    Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun 1948

  •  Latar belakang

mussoPemberontakan PKI di Madiun dilatarbelakangi oleh kekecewaan terhadap hasil Perjanjian Renville yang sangat merugikan Indonesia. Perjanjian Renville membuat Amir Syarifudin harus menyerahkan mandat perdana menteri kepada presiden Soekarno. Amir Syarifudin yang tidak puas kemudian membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR). Selain itu kebijakan Reorganisasi-Rasionalisasi (Re-RA) angkatan perang yang dilakukan oleh Kabinet Hatta membuat cemas tentara dari orang-orang PKI.

  • Tokoh
  1. Musso (pemimpin senior PKI)
  2. Amir Syarifudin
  • Peristiwa

Pemberontakan PKI di Madiun berawal dari upaya FDR untuk menjatuhkan Kabinet Hatta. Kegiatan FDR mendapat dukungan dari PKI yang dipimpin oleh Musso. Aksi-ksi yang dilakukan oleh PKI beserta ormas-ormasnya antara lain:

  1. Melancarkan propaganda anti pemerintah
  2. Mengadakan aksi mogok kerja
  3. Melakukan pembunuhan-pembunuhan, korbannya antara lain Kolonel Sutarto dan Dr. Moewardi.

Pada tanggal 18 September 1948, FDR dan PKI memproklamasikan berdirinya Negara Soviet Republik Indonesia di kota Madiun.

  • Penyelesaian

Untuk menumpas pemberontakan PKI di Madiun, pemerintah melakukan beberapa kebijakan diantaranya:

  1. Pidato presiden Seokarno yang mengajukan pilihan kepada rakyat untuk memilih Soekarno Hatta atau Musso-Amir mendapt tanggapan positif dari rakyat.
  2. Pengerahan pasukan militer dipimpin oleh Kolonel Gatot Subroto dan Kolonel Soengkono

Dari upaya ppemerintah tersebut, maka pemberontakan PKI dapat dipadamkan. Tokoh-tokoh PKI, Musso tertembak mati sedangkan Amir Syarifudin tertangkap dan dijatuhi hukuman mati.

B.    Pemberontakan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII)

Pemberontkan DI/TII merupakan pemberontakan yang memiliki jaringan terluas dari pemerontkan lainnya. Berikut ini beberapa pemberontkan yang pernah terjadi di Indonesia.

1.     Pemberontakan DI/TII Jawa Barat

  • Latar belakang

kartosuwiryoKekecewaan Kartosuwiryo terhadap isi Perjanjian Renville yang mengharuskan wilayah Jawa Barat dikosongkan oleh tentara RI. Adanya kekosongan kekuasaan militer di Jawa Barat (Divisi Siliwangi) kemudian dimanfaatkan Kartosuwiryo untuk memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). Perjuangan Kartosuwiryo bermula dari upaya gagasannya ingin menggunakan islam sebagai dasar negara. Hal ini sesuai dengan piagam Jakarta (jakarta Charter) yang dihasilkan oleh panitia sembila pada sidang tanggal 22 juli 1945.

  • Tokoh

Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo

  •  Peristiwa

Kartosuwiryo menolak untuk meninggalkan Jawa Barat menuju Yogyakarta sesuai dengan hasil Perjanjian Renville. Bersama pengikutnya yang terdiri dari lascar Hizbullah dan Sabillilah memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 7 Agustus 1949. Pada saat itu focus pemerintah Indonesia terpecah dikarenakan dalam waktu yang bersamaan harus menghadapi Belanda. Selain itu medan berupa pegunungan sangat mendukung pasukan Tentara Islam Indonesia (TII) untuk bergerilya.

  •  Penyelesaian

Pada awalnya pemerintah RI berupaya menyelesaikan pemberontakan melalui jalan damai yaitu mengutus Moh. Natsri untuk mengajak Kartosuwiryo kembali kepangkuan ibu pertiwi, akan tetapi misi damai berujung kegagalan. Oleh karena itu operasi militer ditempuh oleh pemerintah. Operasi Bharatayudha dengan taktik Pagar Betis berhasil menangkap Kartosuwiryo di Gunung Geber, Majalaya Jawa Barat. Kartosuwiryo akhirnya dihukum mati pada tanggal 16 Agustus 1962.

2.     Pemberontakan DI/TII Jawa Tengah

  •  Latar belakang

setelah Kartosuwiryo memproklamasikan Negara Islam Indonesia (NII), Amir Fatah menyatakan bergabung dengan DI/TII dan Jawa Tengah menjadi bagian NII

  • Tokoh
  1. Amir Fatah
  2. Mahfudz Abdurachman (Kyai Sumolangu)
  • Peristiwa

Pada tanggal 23 Agustus 1949 di Desa Pangarasan, Tegal, Amir Fatah menyatakan diri bergabung dengan DI/TII Jawa Barat. Selain Amir Fatah, Kyai Sumolangu dengan Angkatan Umat Islam juga menyatakan bergabung dengan Kartosuwiryo. Pemberontkan DI/TII Jawa Tengah meliputi kota Tegal, Pekalongan, Brebes dan Kebumen. Gerakan DI/TII Jawa Tengah semakin kuat dengan bergabungnya Batalyon 426 Kedu dan Magelang serta Gerakan Merapi-Merbabu Complex (MMC).

  • Penyelesaian

Pemberontkaan DI/TII Jawa Tengah ditumpas dengan Operasi Gerakan Banteng Negara (GBN) dipimpin oleh Letkol Sarbini (digantikan oleh Letkol M. Bachrun dan kemudian Ahmad Yani). GBN membentuk tentara khusus yang diberi nama Banteng Raiders. Sedangkan guna menumpas pemberontkan Batalyon 426 pemerintah membentuk Operasi Merdeka Timur yang dipimpin Letkol Soeharto. Pada awal tahun 1952 pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah berhasil dipadamkan.

3.     Pemberontakan DI/TII Aceh

  •  Latar belakang

Penyebab timbulnya pemberontakaan DI/TII Aceh adalah ketidakpuasan Daud Beureuh terhadap kebijakan pemerintah RI yang memasukan Aceh di bawah Karesidenan Sumatera Utara.

  • Tokoh

Tengku Daud Beureuh

  • Peristiwa

Pada tanggal 20 September 1953, Daud Beureuh mengeluarkan pernyataan bahwa Aceh termasuk bagian dari DI/TII Kartosuwiryo.

  •  Penyelesaian

Operasi militer dilakukan untuk menumpas pemberontakan DI/TII Aceh akan tetapi mengalami kegagalan. Atas prakarsa Kolonel M. Yasin, diadakan Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh yang berlangsung pada tanggal 17-21 Desember 1962. Akhir pemberontakan DI/TII Aceh diselesaikan dengan cara damai.

4.     Pemberontakan DI/TII Sulawesi Selatan

  • Latar belakang

Penyebab dari pemberontakan DI/TII Sulawesi Selatan adalah ketidakpuasan Kahar Muzakar terhadap kebijakan pemerintah mengenai rasionalisasi militer. Kahar Muzakar menginginkan agar Komando Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) yang dipimpinnya diangkat tanpa melalui seleksi menjadi tentara Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS).

  •  Tokoh

Kahar Muzakar

  •  Peristiwa

Pada tanggal 30 April 1950 Kahar Muzakar mengirim surat kepada pemerintah agar tentara KGSS dapat bergabung dengan APRIS. Pemerintah pusat menyalurkan tentara KGSS kedalam Korps Cadangan Nasional. Pada tanggal 17 Agustus 1951, Kahar Muzakar beserta anak buahnya melarikan diri ke hutan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII Kartosuwiryo.

  •  Penyelesaian

Untuk mengatasi pemberontakan Kahar Muzakar, pemerintah melancarkan operasi militer dengan mengirimkan pasukan dari Devisi Siliwangi. Pemberontakan Kahar Muzakar cukup sulit untuk ditumpas, mengingat pasukan Kahar Muzakar sangat mengenal medan pertempuran. Akhirnya pada bulan februari 1965 Kahar Muzakar tewas dalam sebuah pertempuran. Pembrontakan benar-benar dapat ditumpas pada Juli 1965.

5.     Pemberontakan DI/TII Kalimantan Selatan

  •  Latar belakang

Pembentukan gerakan Kesatuan Rakyat Yang Tertindas (KRYT) oleh Ibnu Hajar

  • Tokoh

Ibnu Hajar alias Angli alias Haderi Bin Umar

  • Peristiwa

Ibnu Hajar adalah mantan anggota TNI yang memberontak dengan membentuk KRYT. Kemudian Ibnu Hajar menyatakan bergabung dengan NII pimpinan Kartosuwiryo.

  •  Penyelesaian:

Penyelesaian pemberontakan Ibnu Hajar dilakukan dengan jalan damai dan operasi militer. Pada tahun 1963, pasukan Ibnu Hajar dapat ditumpas dan Ibnu hajar dijatuhi hukuman mati.

 

C.    Pemberontakan G 30 S/PKI dan cara penumpasan

  • Latar Belakang

pkiPartai Komunis Indonesia mengalami kemunduran setelah mengalamai kegagalam dalam pemberotakan di Kota Madiun. Akan tetap, setelah D.N Aidit menjadi ketua PKI pada tahun 1951, PKI berkembang pesat bahkan menjadi salah satu partai pemenang Pemilu 1955. Pada masa Demokrasi Terpimpin, PKI semakain bertambah kuat dengan adanya gagasan NASAKOM dari presiden Seokarno. Pada akhir tahun 1963, PKI melakukan gerakan sepihak diantaranya Peristiwa Jengkol, Peristiwa Indramayu, Peristiwa Kanigoro dan Peristiwa Bandar Betsi yang berupa penyerobotan tanah perkebunan. PKI melakukan kampanye melawan tujuh setan desa yaitu tuan tanah, tukang ijon, kapitalis birokrat (kabir), bandit desa dan pemungut zakat. Kempanye dilakukan guna mendapatkan simpati dan dukungan dari rakyat.

            Dalam usaha menyusun kekuatan dan merebut kekuasaan, PKI melakukan kegiatan sebagai berikut:

  1. Membentuk Biro Khusus dipimpin Syam Kamaruzman. Tugas Biro Khusus adalah merancang dan mempersiapkan perebutan kekuasaan dengan cara infiltrasi ke dalam tubuh ABRI, organisasi politik dan organisasi massa.
  2. Menuntut dibentuknya angkatan ke-5 yang terdiri dari buruh dan tani yang dipersenjatai.
  3. Melakukan latihan militer di Lubang Buaya. Secara militer gerakan 30 September 1965 dipimpin oleh Kolonel Untung, Komandan Batalyon I Resimen Cakarabirawa (pengawal Presiden)
  4. Membentuk Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) yang ingin menanamkan pengaruh PKI dalam bidang budaya. Sementara pihak yang bertentangan dengan PKI membentuk Manifes Kebudayaan (Manikebu).
  5. Melakukan aksi fitnah terhadap ABRI khususnya TNI-AD dengan melancarkan isu Dewan Jenderal yang akan memberontak. Selain itu terdapat dokumen Gilchrist yang berisi adanya kerjasama antara TNI-AD dengan CIA dan Inggris.
  •  Peristiwa

Gerakan 30 September dimulai pada dini hari, tanggal 1 Oktober, yakni menculik dan membunuh enam perwira tinggi angkatan darat. Korban kemudian dibawa di desa Lubang Buaya dan dimasukan ke dalam sumur tua kemudian ditimbun dengan sampah dan tanah. keenam perwira tinggi yang dibunuh adalah:

  1. Letnan Jenderal Ahmad Yani
  2. Mayor Jenderal R. Suprapto
  3. Mayor Jenderal M.T Haryono
  4. Mayor Jenderal S. Parman
  5. BrigadirJenderal  D.I. Panjaitan
  6. Brigadir Jenderal Soetoyo Siswomiharjo

Jenderal Abdul Haris Nasution, Menteri Perahanan dan Keamanan berhasil meloloskan diri. Akan tetapi putri beliau, Irma Suryani Nasution tewas akibat tertembak para penculik. Letnan Satu Pierre Tendean, ajudan Jenderal Nasution juga menjadi korban beserta Brigadri Polisi Karel Satsuit Tubun, pengawal rumah wakil Perdana Menteri II, Dr. J. Leimena. Peristiwa pembunuhan lainnya terjadi di Yopgyakarta, korban yang terbunuh adalah Kolonel Katamso dan Letnan Kolonel Sugiyono.

Pada tanggal 1 Oktober pukul 07.20, Kolonel Untung menyiarkan pengumuman melalui RRI bahwa telah terjadi Gerakan 30 September  yang bertujuan menghancurkan Dewan Jenderal yang akan merebut kekuasaan presiden Soekarno.

  •  Penyelesaian

Mayor Jenderal Soeharto selaku Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD) mengambil alih komando AD karena belum ada kepastian mengenai keadaan Jenderal Ahmad Yani yang menjabat sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat. Langkah pertama yang diambil adalah merebut studio RRI Pusat dan Kantor PN Telekomunikasi. Pada pukul 17.20 pasukan RPKAD dibawah pimpinan Kolonel Inf. Sarwo Edhie Wibowo berhasil menguassai objek vital tersebut.

Selanjunya Mayor Jenderal Soeharto melauli RRI mengeluarkan pengumuman yang menyatakan:

  1. Gerakan 30 September adalah suatu ppemberontakan
  2. Enam perwira AD telah diculik
  3. Presiden Seokarno dalam keadaan aman
  4. Rakyat tetap diminta tenang dan waspada.

Pada tanggal 2 Oktober 1965, Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma berhasil dikuasai. Atas petunjuk dari Ajudan Brigadir Polisi Sukitman pada tanggal 3 Oktober ditemukan tempat penguburan para periwara AD yang dibunuh. Semua korban kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata kemudian dianugerahi Pahlawan Revolusi. Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari kesaktian Pancasila.

Operasi pembersihan terus dilakukan, seorang demi seorang tokoh PKI berhasil ditangkap. Kolonel Latif dan Kolonel Untung berhasil ditangkap, sedangkan D.N Aidit tertembak mati pada tanggal 24 November 1965 di Surakarta. Pada akhirnya pemberontakan PKI berhasil dipadamkan atas kerjasama antara tentara AD dengan masyarakat.

Baca Juga

Pemberontakan DI/TII

Pemberontakan PKI Madiun

Pemberontakan pada masa RIS

Pemberontakan PRRI/Permesta

Pemberontakan di Indonesia

Penumpasan DI/TII

Pemberontakan APRA

Korban G 30 S\PKI

Penumpasan PRRI/Permesta

 

 

 

 

 

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

19 responses »

  1. Renaldi mengatakan:

    sangat membantu

  2. bagus buat bahan tugas IPS

  3. aisyahyesung mengatakan:

    thank you ,sudah membantu dg adanya ni artikel

  4. CATROQUE mengatakan:

    gw baca di internet.. kok isteri ahmad yani dan isteri bung karno percaya G30S ulah soeharto + tni?

  5. Makasih banget yah! Sangat membantu saat ngerjain PR PPKN yang susah banget 🙂

  6. minho mengatakan:

    makasih banyak ya cuman mau bilang biar ga jadi silent reader. ngebantu deh.

  7. nhbgh mengatakan:

    terimakasih untuk penjelasannya ini sangat membantu saya dalam menjawab soal UAS SEJARAH saya

  8. JOKO GUNDUL mengatakan:

    tragedi wtc, bom bali, pemberontakan di/tii, g30s adalah ulah amerika yg dikendalikan yahudi.

  9. esthy mengatakan:

    sangat membantu

  10. dhita tiwi mengatakan:

    thanks sangat membantu

  11. Atiqah Zahra mengatakan:

    Saya sangat berterima kasih..
    Artikel ini sungguh-sungguh membantu..

  12. ferdi mengatakan:

    biasa aja

  13. aldo mengatakan:

    Versi pki Yang itu . Hanya pemodohan rakyat. itu bukan yang sebenarnya yang terjadi.
    #majulahbangsaku

  14. fikri mengatakan:

    kurang lengkap

  15. Aji Solehfudin mengatakan:

    Thank sangat membantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s