Tettttttetttttetttttt

guru by herliyanaPada hari ini cuaca terasa sangat panas sepanas hati manusia yang sedang galau. kemudian terdengar bunyi nyaring yang memecahkan gendang telinga. itu bunyi bel sekolah. Bunyi bel sekolah menandakan sudah mulai pergantian jam. Para guru di kantor sudah bersiap-siap untuk masuk ke kelas sesuai dengan jadwal mereka. Pergantian jam biasanya dimanfaatkan siswa untuk keluar ruangan guna menghirup udara segar. Saat yang lain sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk mengajar, Pak Bejo malah asik duduk di pojok sambil makan kuwaci. Kuwaci adalah makanan ringan yang membutuhkan kesabaran luar biasa untuk menikmatinya. Antara kulit dan isinya sangat berbeda jauh. Kita dibuat tidak menikmati isinya, melainkan menikmati kulit. Makanan ini melatih kesabaran bagi para penikmatnya. Tidak lama kemudian ada salah satu guru kemudian menegur Pak Bejo …….

Guru BK : “Apa gak ada jadwal pak?”

Pak Bejo : “ Ada bu” (sambil menikmati kuwaci)

Guru BK :  “sudah bel low pak, sudah waktunya masuk” (bersiap-siap meninggalkan kantor)

Pak Bejo : “ Saya masuknya nanti lima sampai sepuluh menit nanti bu, biar ada siswa yang mencari saya bu”

Guru BK : “Ya sudah pak, ditunggu sampai besok saja” (sambil tertawa meninggalkan ruangan kantor)

                Pak Bejo masih duduk di pojok sambil tangannya menggenggam kuwaci. Rasanya tidak ingin berhenti untuk makan kulitnya. Lima menit berjalan sangat cepat, tapi belum ada siswa yang mencari Pak Bejo. Pak Bejo kemudian memastikan jadwal ke kelas berapa dia akan mengajar. Di jadwal tertera jelas bahwa Pak Bejo pada jam ini harus mengajar di kelas XI B. Sepuluh menit kemudian masih belum ada siswa yang mencari kemudian Pak Bejo memutuskan dengan berat hati untuk masuk ke kelas. Pak Bejo kemudian memasuki rungan tempat dia akan mengajar. Sungguh mencengangkan murid di dalam kelas berserakan tidak beraturan. Suasana kelas menjadi seperti pasar atau bisa jadi tempat arisan. Siswa kelas ini lumayan cerdas, saat guru belum datang mereka tidak keluar kelas. Hal ini membuat anggapan bahwa kelas ini merupakan kelas yang tertib. Tetapi hal ini berbeda seratus delapan puluh derajad dengan kenyataan.

Sebenarnya niat Pak Bejo hari ini adalah ingin melihat seberapa besar keinginan siswa untuk belajar. Seperti anak-anak yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, yang sering disebut mahasiswa, para mahasiswa selalu mencari dosen ketika jam pelajaran akan tetapi dosen belum ada di kelas. Biasanya diwakilkan kepada ketua tingkat untuk pergi ke kantor mencari dosen, kalau dosen tidak ada, mereka akan menelpon atau mengsms dosen yang bersangkutan. Keinginan mereka belajar sangatlah tinggi. Hal ini berbeda kontras dengan pendidikan di sekolah, baik itu di sekolah menengah pertama maupun atas. Seolah-olah siswa tinggal menunggu di kelas, tanpa harus mencari guru. Hal ini menggambarkan daya tukar guru sangatlah rendah. Padahal guru seharusnya memiliki daya tawar yang tinggi karena gurulah yang memiliki ilmu. Sementara ilmu tadi sangat dibutuhkan oleh siswa untuk memiliki kompetensi sesuai dengan matapelajaran yang diampu oleh guru tersebut.

Siswa malah senang apabila guru tidak datang, atau guru tidak tepat waktu mengajar. Mereka lebih senang waktu terbuang percuma. Mereka lupa kalau mereka itu memiliki hak untuk menuntut ilmu. Sedangkan guru tugasnya sebenarnya hanya memberi. Guru tidak masuk kelas saja masih digaji, sehingga murid dengan guru daya tawarnya harus tinggi guru. Murid harus mencari guru bukan guru yang mencari murid. Uapayakan ada satu keinginan dari siswa, merasa sangat butuh ilmu dan tempat mendapatkan ilmu adalah dari guru.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

3 responses »

  1. Anis mengatakan:

    Pak Pengalaman… Are you okay???
    Lama ngga ada kabar. Keep blogging. 🙂

  2. […] kita untuk “datangi guru kalian, cium tangan mereka, dan bilang terima kasih” Yanindra. Guru merupakan salah satu tokoh yang sebenarnya penting bagi kita Yanindra, akan tetapi jarang untuk […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s