Guru Profesional by HerlianaOm On adalah salah satu guru baru yang memulai petualangan di dunia pendidikan secara nyata. Dahulu saat masih kuliah bayangan menjadi seorang guru masih sangat abstrak. Pengalaman yang didapatkan saat kuliah terasa hanya sedikit. Om On bernasib baik, lulus kuliah langsung ada pekerjaan yang mencarinya. Hal itu selaras dengan prinsipnya, “biar pekerjaan yang mencari kita”. Masih banyak lulusan kuliah yang tidak bisa langsung bekerja atau susah mendapatkan pekerjaan. Biasanya, hal ini terjadi karena seseorang terlalu memilih dan terkadang terlalu santai. Masuk menjadi guru di sekolahan luar negeri membuat Om On harus segera berbenah. Segala hal tentang kesiapan mengajar segera dipersiapkan. Om On merupakan guru multitalent alias guru serba guna. Terkadang menjadi guru sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, Pkn hingga menjadi guru olahraga pernah dilakukan Om On. Malah dia pernah ditawari untuk menjadi guru bahasa inggris namun Om On menolak. Bahasa Inggris Om On sangat buruk. Dia kalah berbahasa Inggris dengan anak berusia lima tahun yang ada di Inggris.

Apakah Om On sudah menjadi guru professional??????????????????Uraian penjelasannya sebagai berikut:

Definisi guru

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua 1991, guru diartikan sebagai orang yang pekerjaannya (mata pepncahariannya) mengajar. Dalam Undang-undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 Pasal 2, guru dikatakan sebagai tenaga professional yang mengandung arti bahwa pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikasi pendidik sesuai dengan persyaratan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan tertentu. Dalam bahasa Arab guru dikenal dengan al-mu’alim atau al-ustadz berarti bertugas memberikan ilmu . (Jamil  Suprihatiningrum: 2013 hlm 25)

Dalam bahasa Jawa ada yang pepatah guru adalah digugu lan ditiru . Guru menjadi cermin tempat subjek didik dalam hal ini siswa untuk bercermin. Guru memberi contoh dan dapat dicontoh. Selama ini guru hanya pintar memberi contoh dari pada dapat dijadikan contoh. Sebagai misal banyak guru yang menyuruh atau bahkan melarang siswa tidak merokok. Padahal gurunya sendiri merokok. Jadi tidak aneh jika ada pepatah yang sangat menyindir guru yaitu “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”.

Definisi Profesional

Profesional berasal dari bahas Latin yaitu proffesio yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Secara etimologi, profesi berasal dari bahasa Inggris, profession atau bahasa latin, Profecus yang artinya mengakui, pengakuan, menyatakan mampu atau ahli dalam melaksanakan pekerjaan tertentu. Secara terminology, profesi dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan yang mensyaratkan pendidikan tinggi begi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental, bukan pekerjaan manual. Supriadi (1999) menyatakan bahwa profesi merupakan suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntutkeahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan terhadap profesi tersebut. Sedangkan professional berarti persyaratan yang memadai sebagai suatu profesi.

Professional adalah orang yang melaksanakan tugas profesi keguruan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi dengan sarana penunjang berupa bekal pengetahuan yang dimiliknya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Jamil Suprihatiningrum (2003) menyebutkan tujuh tahap menuju status professional yaitu 1) penemuan spesialisasi bidang, 2) penentuan tenaga ahli yang memenuhi syarat, 3) penentuan pedoman kerja sebagai landasan kerja, 4) peningkatan kreativitas kerja, 5) pembentukan organisasi kerja, dan 7) memberikan pelayanan yang ketat dan penilaian dari masyarakat pengguna jasa profesi. (Hlm 51)

Guru dikatakan sebagai profesi karena merupakan pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus. Setiap profesi mesti memiliki keahlian khusus, begitu juga dengan guru memiliki keahlian khusus mendidik siswa. Guru harus menguasai seluk beluk pendidikan dan pembelajaran dalam berbagai ilmu pengetahuan. Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 mengenai system pendidikan nasional mengemukakan bahwa guru adalah pengajar, pembimbing dan pelatih.

            Guru sebagai pengajar dan pelatih yaitu mengkomunikasikan pesan-pesan dan materi pelajaran. Guru selain menyampaikan materi juga menanamkan konsep berpikir melalui pelajaran yang diberikan. Guru sebagai pembimbing yang dapat menolong siswa agar mampu menolong dirinya sendiri. Siswa memiliki masalah yang kompleks dalam kehidupan, guru bisa memberikan motivasi-motivasi agar siswa mampu memecahkan masalah.(Piet A. Sahertian:1994 hlm 10)

            Kompetensi guru

Sebagai seorang pengajar guru harus memiliki kompetensi yang mendukung guna menjalankan tugasnya. Kemampuan yang harus dimiliki meliputi empat kompetensi, yaitu kompetensi paedagogik, kepribadian, professional dan kompetensi sosial. Menurut Mulyasa (2009), Kompetensi paedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemaham an terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantab, stabil, dewasa, arif dan berwibawa menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Kompetensi professional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan. Yang terakhir adalah kompetensi sosial yaitu kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara afektif dengan peserta didik, sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Semua kompetensi tersebut harus dipenuhi oleh seorang guru yang mengaku professional.

Guru yang professional mempersiapkan diri sematang-matangnya sebelum mengajar. Ia menguasai apa yang akan diajarkan dan bertanggungjawab atas semua yang diajarkan. Tanggungjawab tersebut mengandung makna multidimensional, yakni bertanggungjawab terhadap diri sendiri, terhadap siswa, orang tua siswa, lingkungan masyarakat, kehidupan berbangsa dan bernegara dan pada akhirnya bertanggungjawab kepada Tuhan YME.

Dari penjelasan yang panjang lebar tersebut, kembali kepada pertanyaan awal. Apakah Om On sudah menjadi guru professional????

Jawabannya suda jelas, belum professional malah bisa dikatakan jauh panggang dari api. Mana bisa seorang guru sejarah harus mengajarkan olahraga? Ya bisa sih, tapi apa bisa maksimal? Terus apa bisa guru sejarah mengajarkan pelajaran PKN? Ya bisa sih, asalkan mau belajar. Semua sebenarnya bisa tapi perlu adanya proses kembali belajar. Tidak menutup diri seorang guru harus selalu mengupgrade kemampuan yang dimilikinya. Namun hal ini membutuhkan tanaga yang banyak dan waktu lumayan lama.

Seharusnya guru masuk kelas sudah dengan kemampuan yang penuh dan siap dituangkan kepada siswa yang diibaratkan sebuah gelas kosong. Kadang pendapat jangan menganggap siswa diibaratkan sekertas putih yang masih kosong juga bisa digugurkan dalam kondisi tertentu. Input siswa juga harus diperhatikan. Kalau input siswa bagus, proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar. Namun apabila input siswa jelek, khususnya disekolahan swasta, proses pembelajaran juga terpusat pada guru. Saat Om On mulai masuk kelas, dia harus membuat rangkuman materi yang akan diajarkan kepada siswa. Kalau memang Om On terlalu sulit memahami materi, pasti siswa akan diberikan tugas mencatat atau menjawab soal yang dibuat dari rumah. Satu tips untuk guru yang mengajar bukan sesuai dengan kemampuannya, intinya adalah berpenampilan menyakinkan seolah-olah bisa. Siswa pasti belum belajar sebelumnya dari rumah, sedangkan guru sudah sedikit membaca.

Akan tetapi alangkah baiknya pengajar mengajar sesuai dengan kemampuannya. Sehingga tidak mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran. Saat guru sudah memiliki kemampuan awal yang didapatkan dari perguruan tinggi, dai tinggal mengembangkannya lagi saat mengajar. Proses belajar membutuhkan waktu yang lama. Pada masa transisi, alangkah baiknya guru jangan membiarkan sampai waktu terbuang percuma. Jangan sampai alasan tidak bisa mengajar kemudian jarang hadir di sekolahan. Baik siswa maupun guru harus selalu belajar.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s