Keadaan Alam Indonesia

Keadaan Iklim di Indonesia

letak astronomis indonesiaCiri utama iklim di Indonesia adalah suhu udara tinggi sepanjang tahun (rata-rata 27 C), curah hujan tinggi, penyinaran matahari sepanjang tahun. Letak astronomis suatu tempat berpengaruh terhadap tipe iklim matahri. Iklim Indonesia termasuk dalam iklim tropis. Iklim yang ada di Indonesia antara lain:

a.      Iklim musim (Iklim Muson)

Iklim ini dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap periode tertentu. Iklim musim terdiri dari angin muson barat yang bertiup sekitar bulan Oktober hingga April yang basah membawa musim penghujan, dan Angin Muson Timur yang bertiup sekitar bulan April hingga bulan Oktober yang sifatnya kering dan mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kemarau.

b.      Iklim Tropis (Iklim Panas)

Daerah Indonesia terletak di garis khatulistiwa yang otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

c.       Iklim Laut

Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di Dunia. Hal ini mengakibatkan penguapan air laut menjadi udara yang lembap dan curah hujan yang tinggi.

Perubahan iklim terjadi karena iklim memiliki unsur-unsur yang saling berinteraksi seperti suhu, tekanan udara, kecepatan angin dan kelembapan udara. Perubahan iklim juga terjadi karena perkembangan jumlah penduduk yang menyebabkan perubahan lingkungan. Sedangkan musim dipengaruhi oleh angin musim/muson/ monsoon yang bertiup periodic selama 6 bulan. Pola angin muson inilah yang mempengaruhi asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia. Menurut berberapa ahli menyebutkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia beraal dari Yunan (wilayah antara Cina Selatan dan Vietnam). Kedatangan nenek moyang ke Indonesia terjadi bergelombang. Kedatangan dan penyebaran nenek moyang bangsa Indonesia terjadi dua periode sebagai berikut:

1)      Periode I

Berlangsung sekitar 2000 SM dan sering disebut sebagai perpindahan bangsa Proto Melayu/ Melayu Tua. Rute perjalanan dari Yunan dibagi menjadi dua yaitu:

a)  Jalur barat dari semenanjung Malaka ke Sumatera dan selanjutnya menyebar diberbagai wilayah di Indonesia. Alat yang dibawa adalah Kapak Persegi.

b)   Jalut Timur dari semenanjung Malaka ke Filipina dan Minahasa serta selanjutnya menyebar diberbagai wilayah Indonesia. Alat yang dibawa adalah Kapak Lonjong.

Perpindahan ini terjadi pada Zaman Neolitikum. Ciri dari kehidupan Proto Melayu adalah bermukim secara menetap, beternak, dan pengolahan tanah secara sederhana. Suku yang termasuk dalan golongan Proto Melayu adalah Suku Dayak dan Suku Toraja.

2)      Periode II

Berlangsung sekitar 200 SM, bangsa yang datang ke Indonesia disebut Deutero Melayu (Melayu Muda). Mereka diduga beasal dari Dong Son (Vietnam sebela utara). Kebudayaan yang dibawa adalah kebudayaan Bacson-Hoabinh yang terdiri dari barang-barang yang terbuat dari perunggu, seperti Nekara (seperti genderang), Moko (nekara kecil), Candrasa (kapak perunggu). Kedatangan bangsa Deutero Melayu mengakibatkan Indonesia memasuki zaman Perundagian. Bangsa Deutero Melayu diduga sebagai nenek moyang bangsa Indonesia pada masa sekarang diantaranya suku Jawa, Sunda, Minang dan Bugis.

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

One response »

  1. ffff berkata:

    kesimpulannya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s