om on by herlianaSenja itu tak seperti biasanya, Om On duduk-duduk di teras rumahnya. Udara sore yang sejuk membawanya sejenak dalam lamunan. Dedaunan yang menari-nari dihiasi sinar matahari yang sebentar lagi akan pergi, membawa warna indah senja itu. Secangkir kopi hangat nampak di atas meja yang terbuat dari kayu, kalau zaman purba dulu mungkin mejanya terbuat dari batu. Tempat manusia purba menarus sesaji untuk nenek moyangnya yang sudah mati. Om On sangat menyukai kopi, dalam satu hari secangkir kopi sering menghiasi tenggorokannya. Lelaki tua ini tidak pernah takut penyakit apapun yang berhubungan dengan kopi, asalkan dia mengantuk, pasti secangkir kopi akan menemani. Dalam hitamnya kopi terdapat sebuah kenikmatan yang mampu menggairahkan sel-sel tubuh untuk lebih hidup kembali.
Sore itu Om On ada janji dengan salah satu mantan murid SMAnya dulu. Om On sangat dekat dengan siswanya dan sering dijadikan tempat berkeluh kesah, kalau bahasa anak mudanya tempat curhat. Nama murid yang ingin berkonsultasi itu adalah indah. Parasnyapun seindah namanya. Berbadan tinggi, berkulit putih, berhidung mancung, berambut lurus, secara fisik mendekati bidadari. Indah berasal dari keluarga yang teramat kaya, sehingga apapun yang dia butuhkan selalu terpenuhi. Dengan penampilan yang hampir sempurna ini Indah bisa mendapatkan segalanya. Kepribadian Indah ini mirip dengan Negara tempat tinggalnya Republik negeri ini. Negeri yang kaya raya, kita tanam apa saja bisa tumbuh ditanahnya, dalam perut bumi tersimpan benda-benda yang dicari oleh Negara industri, lautannya membentang luas hingga rakyatnya lupa rasanya makan ikan tuna.

Tak ada gading yang tak retak, dibalik kesempurnaan indah, ternyata dia kurang begitu pandai dalam mengarungi kehidupan ini. Khususnya dalam masalah percintaan. Indah agak dewasa sebelum usianya dewasa. Dulu saat duduk dibangku kelas enam sekolah dasar, dia sudah dua kali berpacaran dengan anak SMA dan hasil dia selalu dikhianati dan hanya diporoti uangnya. Hal yang sama terjadi kala dia SMP dan SMA. Kisah tragisnya seolah tidak pernah berhenti. Pada masa kuliah, dia layaknya ATM berjalan bagi pacarnya. Indah anak orang kaya sehingga semua tercukupi. Uang berapapun mesti diberikan orang tua kepadanya. Dan Indah juga begitu baik, dia tidak bisa mengetahui mana orang yang baik dan mana yang hanya memperalatnya semata.

Sekarang indah sudah lulus kuliah, gelar sarjana ekonomi sudah didapatkannya. Dia tinggal melanjutkan bisnis orang tuanya dalam bidang perdagangan. Orang tua Indah memiliki beberapa toko di beberapa pasar yang lumayan besar. Semua sudah didapatkannya. Sehingga dia ingin untuk berumah tangga. Beberapa waktu yang lalu, indah didekati beberapa pemuda yang merupakan teman SMAnya dulu. Indah merasa bingung dengan empat pemuda yang mendekatinya tersebut. Oleh karena itu, Indah ingin berkonsultasi dengan guru spiritualnya, yaitu Om On. Tidak jarang Om On bisa memberikan solusi yang baik kepada Indah. Indah sudah menganggap Om On sebagai kakaknya sendiri.

selamat sore Om” kata Indah yang baru datang. Nampak ditangan indah dua buah plastic berwarna putih. “maap ya Om, agak telat. Tadi barang dagangan baru datang” tambah indah sambil menarik kursi dan membuka bungkusan plastic yang dia taruh diatas meja. Tidak lupa dia kemudian mencium tangan Om On.

nggak papa ndah, Om On juga baru saja duduk disini, tadi habis mamandikan Dian dan Coky” jawab Om On sambil membantu indah mengeluarkan berbagai jajanan dan minuman dari dalam plastic.

Aktifitas Om On memang hanya seperti itu.diwaktu senggang pasti dia hanya duduk-duduk di depan rumah dan memandikan Dian dan Coky. Dian dan Coky bukan anak dari Om On yang tidak laku-laku melainkan itu merupakan burung peliharaan Om On. Kisah perjalanan Om On memelihara sudah terlalu panjang dan berliku. Om On jarang membeli burung di pasar melainkan dia mencarinya di hutan belantara dekat kampungnya. Sambil menggembala sapi, Om On sering mendapatkan beberapa anakan burung, kemudian dia besarkan. Sudah berpuluh-puluh burung yang dia pelihara dan ujungnya kematian semua. Alhamudulilahnya, Dian dan Coky mempu bertahan hidup dari kerasnya kehidupan di republic ini.

sudah lama tidak bertemu ya ndah, sekarang tambah cantik saja, hahaha” Om On malah membuka pembicaran dengan gombalan kepada indah.

hahaha, Om On bisa aja. Om, indah dalam masalah besar nih, butuh bantuanmu aku Om” indah mulai menceritakan keluh kesahnya yang dirasakan kepada Om On

lha ada apa ndah? Masalah cinta lagi?” tanya Om On. Om On sudah hafal dengan permasalahan yang dialami oleh Indah paling berkisar dengan masalah cinta. Sejak duduk dibangku SMP, SMA hingga lulus Kuliah, masalah dari Indah berkutat masalah cinta. Benar kata panglima Tianfeng, bahwa cinta deritanya tiada akhir.

ini Om, aku sudah mulai capek berpecaran. Aku pingin serius membina rumah tangga Om. Aku pingin segera memiliki keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah, bisa bantu nggak Om??” Wajah indah mulai menampakkan masalah. Namun kecantikannya tak bisa terpudarkan oleh masalah tersebut. Mungkin dewi Saraswati hingga Dewi Hellen dari Yunani kalah dengan kecantikan dari Indah.

ya segera menikahlah Indah, nggak baik lama-lama berpacaran. Om rasa kamu sudah siap, kamu sudah dewasa, pekerjaan sudah mapan. Sudah punya calon belum ndah?” Tanya Om On terlihat wajah menggoda layaknya om om menggoda anak-anak SMP.

nah itu masalahnya Om, aku baru galau tingkat dewa. Ada empat cowok yang lagi dekat dengan aku, jadinya aku bingung memilih Om, bantu aku Om, pleaseee” terlihat wajah Indah yang awalnya cantik terlihat gembel yang sedang mengemis belas kasihan.

wuah, ternyata laku keras kamu ndah, hahaha…lha kamu tinggal pilih satu donk ndah, sulitnya dimana??” Tanya Om On sambil menikmati berbagai jajanan yang dibawakan indah.

masih ingat dengan Anto, Bowo, Risky dan Djoni nggak Om”? Tanya Indah kepada Om On. Indah juga mulai mengambil beberapa potong roti dan mengambil air minum

Om On berpikir sejenak, mengenang masa lalu. Kata orang lain nggak baik mengingat masa lalu, nggak bisa move on katanya. Tapi untuk sesaat Om On mencoba membuka memori yang sudah tersimpan rapi dalam ingatannya. Guratan di dahinya makin mengerut menandakan Om On mulai berpikir dalam, dan mungkin juga menandakan kalau memang Om On sudah lanjut usia.

bukannya itu semua, mantan muridku ndah? Wuah jadi kamu koleksi cowok satu sekolahan ya..hahahha” kata Om On menggoda Indah. Akhirnya ketemu juga data mengenai nama tersebut dalam otak Om On.

Semua cowok yang disebutkan oleh Indah tadi merupakan mantan murid Om On di SMA. Akan tetapi mereka berbeda tingkat dan berbeda kelas. Anto dan Risky merupakan kakak kelas dari Indah, sedangkan Bowo merupakan teman sekelas Indah, sedangkan Djoni merupakan adik kelas Indah. Om On cukup mengenal semua cowok tersebut. Om On merupakan guru yang suka bergaul dengan muridnya sehingga dia hafal satu persatu muridnya, apalagi yang cewek dan cantik mesti Om On mengenalnya.

Cowok yang pertama disebutkan oleh Indah namanya adalah Anto. Om On kurang begitu mengenalnya. Anto orangnya pendiam, tidak banyak bicara kalau di tempat umum. Dari wajahnya Anto terlihat nampak serius dan cenderung telihat tua. Meski anaknya orang kaya, dari wajah dan penampilannya yang sederhana nampak Anto lebih condong seperti gembel. Itu ingatan pertama Om On tentang Anto. Selanjutnya adalah Risky. Risky merupakan teman sekelas dari Anto. Risky juga anak orang kaya sama dengan Anto. Satu sekolahan tempat Om On bekerja itu merupakan anak dari keluarga yang kaya raya. Mungkin gurunya saja yang miskin harta akan tetapi kaya dengan ilmu. Kalau ingin memperbaiki kualitas pendidikan, alangkah baiknya peemrintah juga memikirkan kesejahteraan bagi para pengabdi ini.

Om On juga kurang begitu mengenal dengan Risky. Orangnya terlalu sibuk dengan masalah bisnis keluarga. Risky mewarisi bakat bisnis orang tuanya, sehingga dia sambil sekolah juga sambil berbisnis. Risky juga terkenal sebagai cowok yang playboy, dengan wajah yang tidak begitu jelek ditambah dengan dia kaya, wanita mana yang tidak tergoda. Om On mengenal Risky ketika dulu terjadi masalah perebutan ketua kelas VII A dan itu dengan Anto. Masalah tersebut membuat guru-guru akhirnya turun tangan, salah satunya adalah Om On. Sengketa pemilihan ketua kelas ini melambungkan nama kedua murid ini tadi. Dengan pertimbangan berbagai hal, akhirnya Risky yang menjadi ketua kelas VII A sedangkan Anto dipindah kelas lain yaitu VII B dengan jabatan yang sama pula.

Kalau dengan Bowo dan Djoni, Om On agak mengenal lebih dekat. Bowo merupakan kapten futsal di sekolah tersebut. Nah, pelatih dari tim futsal itu sendiri adalah Om On, jadi sedikit banyak Om On sudah paham dengan rekam jejak dari Bowo. Saat bermain futsal, permainan dari Bowo sangat garang, dia merupakan ahli penembak jitu. Tampilannya yang garang membuat beberapa lawan sudah takut sebelum bertanding. Sedangkan dengan Djoni, Om On lebih akrab lagi dikarenakan satu desa dan dulu yang menjadi wali kelas dari kelasnya Djoni adalah juga Om On.

Pandangan pertama bila orang melihat Djoni adalah ini orang ndeso dan biasa-biasa saja. Penampilan yang sederhana, tubuhnya kurus, rambut tertata rapi lebih mirip orang culun daripada orang cerdas. Namun deretan prestasi sudah diukir oleh Djoni. Dia adalah siswa terbaik di sekolahannya. Pada tingkat kabupaten dia menduduki peringkat pertama siswa berprestasi. Djoni juga menduduki jabatan penting di sekolahan. Dia pernah menjabat sebagai ketua OSIS. Saat dia menjadi ketua OSIS banyak sekali event yang dia dan teman-temannya selenggarakan, dan hasilnya pujian mengalir dari berbagai pihak.

Itu tadi merupakan gambaran singkat mengenai cowok yang sedang mendekati Indah

sebenarnya niatnya nggak gitu sih Om, tapiyang lagi dekat dengan aku itu tadi, aku harus gimana Om?” Tanya indah yang sudah mulai merengek-rengek meminta nasehat

lha hatimu pilih yang mana ndah? Kalau menurut Om semua yang kamu sebutin tadi semua anak-anak baik” Jawab Om On sambil mendekatkan gelas yang berisi ramuan kopi ke bibirnya.

nah maka dari itu Om On, indah itu bingung pilih yang mana. Beri aku saran donk Om” kata indah setengah memaksa kepada Om On

gini ndah, di dunia ini tidak ada yang tahu mana itu jodoh seseorang. Kita berusaha untuk mendapatkannya. Dan perlu kamu ingat bahwa jodoh tidak akan tertukar, orang baik akan menadapatkan orang baik, begitu sebaliknya. Tapi kalau ada orang baik menadapatkan orang yang tidak baik itu dikarenakan orang tersebut tidak mau memilih” jawab Om On yang sok bijak. Padahal jodoh Om On juga belum ketemu, entah tersesat dimana dia juga belum menadapatkan jawaban

lha terus intinya gimana Om”? terlihat indah tidak begitu paham dengan perkataan Om On yang begitu panjang lebar dan tidak bermutu tadi. Memang wanita seperti itu, tidak membutuhkan jawaban panjang lebar, melainkan menginginkan jawaban pasti.

begini indah, di dunia ini tidak ada orang suci selain para Nabi. Sedikit banyak orang mesti pernah berbuat salah. Nah dari calon kamu tadi kita cari yang mendekati suci yaitu kesalahannya yang paling sedikit. Manusia tidak ada yang sempurna indah, mesti satu dua perkara dia kurang, tugas kita adalah memilih siapapun itu dan menerima kekurangannya, betul nggak”? kata Om On panjang lebar ibarat seorang Ustad. Memberikan masukan kepada orang lain memang sangat gampang, tapi untuk menjalaninya sendiri itu yang sulit.

betul juga sih Om, agak nggak menuntut dia apa-apa kok, asalkan dia mencintaiku apa adanya”. Jawab Indah yang sudah mulai nampak lelah

Om bantu memberikan sedikit pilihan ya ndah, ini hasil analisis Om dan seberapa jauh Om mengenal keempat orang tadi. Entah kamu mengiyakan analisis Om terserah kamu aja” kata Om On kemudian sejenak berpikir dalam menuju alam bawah sadar semakin dalam dan dalam lagi

iya Om, nanti tak pertimbangkan saran Om” wajah Indah mulai terlihat merekah. Seperti matahari pagi yang muncul diufuk timur memamerkan keindahan warnanya

dari keempat calon tadi mana menurut yang menduduki peringkat 1 dan 2 dalam pikiranmu ndah, biar kita kerucutkan menjadi 2 besar nanti memilihnya lebih mudah lagi” kata Om On yang mulai nampak serius.

gimana ya Om, aku sih nggak terlalu suka dengan Anto, menurutku dia itu aneh dan nggak menarik. Kalau ngobrol dengan dia itu nggak asyik. Sudah dari dulu lho Om dia itu mendekatiku, tapi aku selalu menolaknya” kata Indah menguraikan mengenai Anto. Memang benar, Anto sudah sejak SMP menyukai Indah sudah berungkali dia menembak Indah dan berujung dengan kegagalan. Namanya juga Anto yang tidak tahu malu, sebelum janur kuning melengkung perjuangannya tidak akan pernah terhentikan.

lha terus yang lainnya gimana ndah” Om On sudah menemukan mulai menemukan titik terang dalam permasalahan ini.

selain Anto aku juga kurang suka dengan Risky Om” belum sempat menjelaskan mengenai Risky, Om On sudah memotong pembicaraan

ada apa dengan Risky, Indah??? Tanya Om On yang mulai tidak sabar mendengarkan penjelasan dari Indah

gini Om, aku sudah agak mengenal Risky sih Om. Dia itu playboy cap katak yang sering melompat-lompat ke hati wanita. Dan dia itu juga sok sibuk dengan bisnisnya Om” jelas indah. Risky sering gonta-ganti pasangan. Sebenarnya sama dengan Indah. Tapi dalam hal ini menurut Indah, dia akan memilih pendamping yang berbeda tipe dengan kerpibadiannya.

nah masalah sudah mulai terurai indah, sudah ada jalan terangkan?” Tanya Om On sambil menikmati jajanan yang dibawakan oleh indah tadi.

lha itu Om, aku itu bingung dengan Bowo dan Djoni, kedua-daunya sama baiknya. Bowo aku sudah mengenal lama, dia kan teman sekelasku kurang lebihnya agak sudah paham dengan kepribadiannya. Dia anak baik Om. Sedangkan Djoni aku mengenalnya karena dia sangat popular Om, kurang sekolah saja sering menampilkan gambarnya di cover halaman. Dan aku juga tahu dia anak baik Om, terus aku harus gimana Om????” Tanya Indah pada sesosok lelaki tua bangka di hadapannya. Suasana kemudian sejenak hening. Suara alunan music angin kemudian diiringi dengan nyanyian dari Dian dan Coky yang menyanyikan lagi sendu terasa menyayat kalbu. Om On berhenti sejenak menguyah kacang tanah yang dia makan tadi. Bola mata Om On berputar-putar seolah-olah sedang memikirkan sesuatu.

gimana Om??” Tanya indah menyadarkan lamunan dari Om On

gimana ya ndah, ini masalah rumit sih. Kedua orang tersebut memang sama-sama baiknya. Dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing, meraka pantas dijadikan sosok imam dalam rumah tangga yang samaraba” Kata Om On

maksutnya gimana Om, samaraba itu apa??” Tanya indah mulai berpikir jauh

samaraba itu sama-sama meraba ndah, hohoho” Om On menjawab pertanyaan indah diakhiri dengan gelak tawa seperti itu

haduhhhh Om On malah bercanda, ayo Om serius donk” desakIndah kepada Om On. Sebenarnya indah sudah agak paham dengan gaya hidup Om On yang suka bercanda. Akan tetapi dibalik bercandanya Om On terdapat keseriusan yang luar biasa.

samaraba itu keluarga yang sakinah mawadah warohmah dan barokah Indah seperti yang kamu inginkan tadi” jawab Om On sambil melanjutkan menguyah makanan yang sudah menumpuk di gua mulutnya. Nampak seperti sampah dapur yang menumpuk di pantai atau sering disebut dengan Kjjokkenmodinger

lha terus aku pilih yang mana Om??????” Tanya indah yang sudah penasaran. Dia merasakan bahwa pilihannya ini nanti bakal membawanya menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah, dan barokah. Seoalah-olah dia mewarisi kemampuan visioner dari raja Kediri yang bernama Prabu Jayabaya. Raja yang terkenal dengan ramalannya Jongko Joyoboyo

menurut Om lho ya Indah, kamu coba lebih dekat dengan Djoni dulu. Biar kamu lebih mengenalnya dulu. Kalau kamu menginginkan perubahan dalam hidupmu, cari orang yang baru bukan hanya orang yang itu-itu saja. Kalau nanti selama kamu berpacaran dengan Djoni kamu tidak menemukan kemantaban hati, kamu bisa pilih yang lain lagi, kamu masih muda Indah jalanmu masih panjang” kata Om On memberikan pilihan kepada Indah. Pilihan Om On jatuh pada Djoni, mungkin ini juga terdapat unsur subjektivitas dikarenakan Djoni dengan dengan Om On. Tapi memang secara fakta, Djoni anaknya baik dan cerdas. Dia juga lelaki yang hebat meski tidak begitu bisa bermain futsal

Serius Om, pilih Djoni???” Tanya Indah memastikan pilihan Om On. Sebenarnya dalam hati kecilnya, Indah juga tertarik dengan gaya hidup dari Djoni. Djoni itu baik dengan siapapun, dia begitu dekat dengan teman. Dia juga tidak memandang entah itu anak orang kaya maupun orang miskin. Atau digambarkan sebagai sosok pejabat, dia pejabat yang sukanya blusukan, mendakatkan diri kepada rakyat agar benar-benart tahu apa yang dirasakan oleh rakyatnya. Dan ini bukanlah pencitraan semata, seperti Caleg menjelang pemilu.

Iya Indah, kalau Om menjadi kamu, Om akan memperhitungkan dulu Djoni. Dicoba dulu ndah, kamu kalau ingin perubahan pilih yang baru jangan orang-orang lama yang itu-itu saja, itu sih menurut pendapat Om ndah” kata Om On membeberkan penjelasannya

yaudah kalau gitu Om, nanti hasil diskusi ini nanti akan ku diskusikan dengan orang lain Om, biar nanti ada sumber pembanding” kata Indah yang kelihatannya sudah merasa puas dengan jawaban Om On untuk sementara waktu

iya ndah itu penting untuk mengurangi unsur subjektivitas dari penadapat Om” kata Om On

kalau begitu Indah pulang dulu ya Om, sudah malam nih, tadi indah lupa nggak pamit Ibu,mari Om” Indah menjabat tangan Om On dan kemudian menciumnya

Iya ndah, hati-hati dijalan, salam buat orang tuamu” kata Om On

iya Om, Indah pulang dulu, dada Om On” lambain tangan Indah menutup diskusi senja itu. Malam sudah mendekap bumi, ketika dewa surya sudah menenggelamkan diri dalam kabut hitam. Angin malam yang dingin menerpa sosok kurus itu hingga menyentuh tulang belulangnya. Hal itu memaksa pak Tua yang sudah tua untuk bergegas meninggalkan peraduan menuju gubuk tempatnya berteduh dari panas dan dinginnya hujan. Malam selimuti desa, binatang malam mulai menjalani hidupnya. Suara jangkrik menutup kisah ini………..

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

One response »

  1. […] kalah dengan suara pak Bambang. Tapi akhir-akhir ini Mbak Mega menjadi sorotan public Yanindra. Pak Joko sering sekali ke rumah beliau sehingga ada yang bilang Pak Joko presiden boneka yang dibikin oleh […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s