guru kurikulum 2013Berapa hari ini Om On disibukkan dengan berbagai kegiatan yang menguras pikiran, salah satunya adalah mengikuti sosialisasi Kurikulum 2013 yang diselenggarakan dinas pendidikan di tempat dia tinggal. Sudah beberapa kali dia mengikuti sosialisasi, sedikit banyak dia sudah agak mengerti dengan kurikulum 2013. Acara sosialisasi akan dilaksanakan dalam rentan waktu kurang lebih 4 hari, padahal kalau benar-benar dilaksanakan sebenarnya dalam waktu dua hari acara tersebut sudah selesai. Ya inilah proyek Negara kita, sehingga mau tidak mau kita harus mengikuti. Pada saat sosialisasi Om On mengobrol dengan guru-guru lain ternyata luar biasa, ada banyak ilmu yang dia dapatkan dari acara tersebut.

Kebanyakan guru-guru tersebut rata-rata sudah PNS dengan pendapatan yang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan berumah tangga. Namun satu kelemahan dari guru-guru tua adalah buta akan teknologi. Bandingkan dengan honor yang diterima oleh Om On yang hanya cukup untuk membeli bensin. Beberapa guru bercerita mengenai kesulitan dalam menerapkan kurikulum 2013. ya jelas saja kesulitan, mereka bukanlah guru yang sesuai dengan mata pelajaran yang mereka kuasai. Misalnya saja ada guru lulusan Pendidikan kewarganegaraan yang harus mengajar sejarah Indonesia guna memenuhi kuota sertifikasi. Lebih parah lagi ada guru TIK disuruh mengajar sejarah sehingga hal ini mengakibatkan guru kurang mengusai materi.

Embun penyejuk diberikan oleh instruktur kurikulum saat itu. Seorang pria yang kurus bersuara lantang mengatakan bahwa Kurikulum 2013 itu memudahkan guru, semua sudah disediakan baik itu buku guru maupun buku siswa dari pemerintah pusat. Guru tinggal mengajarkannya di dalam kelas. Banyak sekali hal-hal yang diungkapkan pria tersebut berhubunggan dengan kemudahan guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Pada akhir pembicaraan beliau mengatakan bahwa oran goblok saja bisa mengajar, begitu ibaratnya kemudahan guru dalam proses penerapan pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013. Guru-guru nampak senang dengan apa yang dibicarakan instruktur tadi. Tapi ada gurat Tanya dikening Om Om mendengar pendapat dari instruktur tadi. Apa sebegitu mudahnya mengajar???

Perkataan tersebut terbayang bayang dalam benak Om On. Hampir setiap malam dia tidak bisa tidur dikarenakan menonton pertandingan sepak bola Piala Dunia. Nafsu makan Om On pun berkurang dikarenakan tidak ada lauk yang dia sukai. Akhirnya berat badan Om On turun drastis beberapa kilo. Begitu tergonjang jiwa Om On dengan pendapat tersebut, meskipun tidak separah gonjangan saat harus mengakhiri hubungan dengan kekasihnya. Apa sebegitu mudahnya menjadi guru??? Apa benar apa yang dikatakan oleh instruktur tadi?? Bagaimana kurikulum 2013 bisa mempermudahkan guru?

Setelah merenung beberapa hari, akhirnya dia dapat mengambil kesimpulan sementara sesuai dengan pemikirannya. Kalau melihat tujuan kurikulum 2013, kelihatannya nggak mungkin guru goblok bisa mangajar. Tujuan Kurikulum 2013 sendiri yakni untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga  negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Masak guru goblok bisa mengajar menciptakan generasi emas Indonesia. Malah nanti bisa-bisa menghasilkan generasi yang goblok pula.

Sebaik apapun kurikulum, penentunya adalah pelaksana di lapangan atau di kelas yaitu guru. Guru goblok yang hanya bermotif ekonomi akan gagal mewujudkan mimpi dari kurikulum 2013. Dibutuhkan guru-guru yang berkarakter kuat dan cerdas serta dengan tulus ikhlas mengabdi kepada dunia pendidikan. Guru yang selalu mengembangkan kompetensi yang harus dimiliki. Guru yang mampu dicontoh oleh siswanya sehingga menjadi manusia yang berakhlak mulia. Saat ini sudah tidak diperlukan lagi guru yang hanya bisa mentransfer ilmu yang dimiliki kepada siswa. Melainkan dibutuhkan guru-guru yang mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan agar tercipta generasi emas Indonesia dimasa yang akan datang. Generasi yang sukses di dunia dan akhirat.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

One response »

  1. Hie R mengatakan:

    Hampir seluruhnya motif ekonomi Om. Hanya segelintir orang yg berkontribusi penuh terhadap pengabdiannya.. Jadi Om On harus bisa mengubah mindset generasi penerus. Om On gak boleh jadi guru yang abal-abal. Pengabdiannya harus tulus dari hati 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s