Sebuah pembaharuan demi masa depan

kurikulum-2013Tahun ajaran 2014-2015 merupakan tahun kedua dari penerapan kurikulum 2013. Sedikit banyak, orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan sudah mengerti tentang konten dari kurikulum 2013. Berbagai permasalahan mungkin ditemui saat penerapan pada tahun yang pertama (2013-2014). Dengan berbagai temuan tersebut diharapkan adanya perbaikan terhadap segala kekurangan yang ada sehingga kurikulum 2013 menjadi sempurna. Bukan menganti lagi kurikulum melainkan melanjutkan sesuatu yang sudah baik dan memperbaiki isi kurikulum.

Kurikulum 2013 mulai diterapkan tanggal 15 Juli tahun 2013. Mesti tidak semua pihak benar-benar tahu mengenai kurikulum tersebut, maka berikut ini akan dijelaskan sedikit mengenai kurikulum 2013.

Kurikulum 2013 adalah kurikulum pembelajaran yang diterapkan pemerintah pada tahun 2013 sebagai pengganti kurikulum 2006. Semenjak reformasi (1998), terjadi beberapa kali perubahan kurikulum yakni 2004, 2006 dan terakhir 2013. Perubahan kurikulum memang diperlukan untuk menghadapi tantang ke depan yang akan menghadang bangsa Indonesia. Tantang baik dari dalam maupun dari dalam. Pada intinya kurikulum 2013 ingin mempersiapkan generasi emas Indonesia untuk menuju seratus tahun kemerdekaan Indonesia.

Kurikulum yang hebat akan berhasil dibentuksedemikian rupa ketika proses pembahasan dan rancangan kurikulum tersebut betul-betul sesuai dengan kebutuhan lapangan. Unsur-unsur yang ada di daerah diakomodasi dan tidak diskriminatif antara satu daerah dengan daerah lain. Selama ini kurikulum hanya diarahkan pada kepentingan pragmatis golongan tertentu, sedangkan kepentingan bersama diabaikan begitu saja. Rancangan dan pembuatan kurikulum hanya menjadi proyek tahunan atau periode tertentu yang kemudian akan habis masa berlakunya ketika periode kepimpinan berakhir. Hal itu tidak diharapkan dari kurikulum 2013

Kurikulum 2013 mampu memberikan embun penyejuk bagi kekeringan dunia pendidikan. Pendidikan di Indonesia mengalami berbagai permasalahan selama ini. Diantaranya adalah tawuran para pelajar, kasus asusila di sekolah, hingga berbagai tindak criminal yang dilakukan oleh generasi masa depan Indonesia. Selain itu kita juga merasa prihatin dengan out put dunia pendidikan selama ini, hanya mencetak mesin-mesin pekerja yang tidak memiliki hati. Hal ini sudah menyimpang dari tugas mulia pendidikan yaitu memanusiakan manusia. Kita bisa melihat orang-orang yang berpendidikan banyak yang masuk penjara dikarenakan tersangkut kasus korupsi. Berapa orang-orang yang dianggap lulusan terbaik yang hanya sekedar menjadi tikus-tikus kantor? Pendidikan gagal mencetak generasi Indonesia yang cerdas dan berkarakter kuat.

Oleh karena itu, penekanan pada kurikulum 2013 tidak hanya membekali siswa dengan ilmu pengetahuan semata melainkan juga menanamkan nilai sikap yang baik dan membekali dengan berbagai keterampilan hidup. Pendidikan karakter selalu didengung-dengungkan dalam pendidikan Indonesia. 18 nilai karakter hanya terpampang indah ditulisan akan tetapi jarang untuk dilaksanakan. Pada kurikulum 2013, nilai-nilai karakter mendapatkan penilaian khusus. Penilaian terhadap peserta didik dilakukan oleh guru dengan berbagai instrument. Guru harus menanamkan nilai-nilai kepada siswa melalui banyak hal, salah satunya adalah keteladanan guru sendiri.

Pada kurikulum 2013 diperkenalkan dengan istilah Kompetensi Inti (KI). Kompetensi inti (KI) dirancang berdasarkan dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui KI, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga. Kompetensi Inti diibaratkan seperti anak tangga yang harus dilalui oleh peserta didik untuk sampai pada kompetensi lulusan jenjang pendidikan. KI harus menggambarkan kualitas yang seimmbang antara pencapaian hard skills dan soft skilss. Pada Kurikulum 2013 terdapat empat KI yaitu: Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual; Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial; Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; danKompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan

Proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 juga mengalami perubahan dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya. Kurikulum 2013 menggunakan teori belajar konstruktivisme yang mana terjadi perubahan paradigma belajar dari teacher center menjadi students center. Guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar. Dalam hal ini siswa tidak lagi dianggap sebagai selembar kertas putih atau botol kosong melainkan siswa sudah memiliki pengetahuan awal sehingga tinggal merekontruksi dan mengembangkan pengetahuan awal tersebut. Konsep pendekatan pembelajarn yang digunakan dalam kurikulum 2013 adalah pendekatan saintifik yaitu pembelajaran dengan manggunakan kaidah-kaidah ilmiah.

Langkah-langkah dalam pendekatan saintifik antara lain mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, mengomunikasikan pembelajaran dan membentuk jejaring. Mengamati bisa dengan melihat, membaca atau mendengar. Menanya dalam hal ini bukan guru yang menanya melainkan peserta didik. Hal ini sulit sehingga guru harus memberikan pancingan pertanyaan. Tahap selanjutnya adalah mengumpulkan informasi dilakukan melalui eksperimen, membaca sumber lain, mengamati objek atau dengan melakukan wawancara. Menalar adalah memproses informasi yang sudah terkumpul dari tahap sebelumnya tadi. Setelah melakukan penalaran yang benar kemudian peserta didik mengkomunikasikan hasil bisa berupa tulisan maupun presentasi. Dan yang terakhir adalah membentuk jejaring. Model networked adalah berupa kerja sama antara siswa dengan seorang ahli dalam mencari data sehingga secara tidak langsung siswa mencari tahu dari berbagai sumber.

Itulah yang dinamakan pendekatan saintifik. Melalui proses itulah diharapkan dapat meningkatkan kemampuan intelek, menyelesaikan masalah, mengkomunikasikan informasi dan mengembangkan karakter dari peserta didik. Dengan pendekatan saintifik akan tercipta kondisi pembelajaran dimana peserta didik merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan. Pendekatan saintifik diharapkan mampu meningkatkan ranah pembelajaran baik tiu sikap, keterampilan maupun pengetahuan yang terintegrasi. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup layak dari peserta didik.

Selain pendekatan saintifik, ada hal baru dalam kurikulum 2013 yaitu mengenai penialain. Berhubungan dengan pendekatan saintifik maka penilaian juga mengalami perubahan. Penilaian yang digunakan dalam Kurikulum 2013 adalah Penilaian Autentik yaitu penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai masukan (input), proses dan keluaran (output) pembelajaran yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik akan menggambarkan kapasitas, gaya dan hasil belajar peserta didik, bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional dan dampak pengiring dalam pembelajaran.

Penilaian autentik memiliki hubungan erat dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Penilaian ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menanya, menalar, mencoba dan membangun jaringan. Kata lain dari penilaian autentik adalah penilaian kinerja, termasuk di dalamnya penilaian portofolio dan penilaian projek. Hasil penilaian autentik dapat digunakan oleh pendidika untuk merencanakan perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment) atau pelayanan konseling. Selain itu penilaian autentik dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Berbagai kebaharuan dalam kurikulum 2013 tersebut diharapkan terjadi perubahan kea rah yang lebih baik. Pendidikan di Indonesia benar-benar menghasilkan generasi emas yang diidam-idamkan selama ini. Kurikulum 2013 diwajibkan mampu mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai warga Negara yang beriman, produktif, afektif, kreatif, dan inovatif, serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradapan dunia.

(DP9)

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

One response »

  1. […] (jangan) Takut Kurikulum 2013 […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s