ngawi-mapSetiap daerah di Indonesia memiliki lambang yang berbeda dengan daerah lainnya. Lambang dijadikan identitas suatu tempat yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Lambang menjadi sebuah kebanggan penduduk suatu wilayah. Lambang sering terlihat dipintu masuk menuju kabupaten yang dimaksud, ditempel di instansi-instansi pemerintah hingga menempel pada baju anak-anak sekolah. Setiap lambang memiliki simbol-simbol yang memiliki arti dan makna yang harus ditafsirkan apa sebenarnya maksud dari gambar tersebut. Kabupaten Ngawi adalah pintu gerbang menuju propinsi Jawa Timur. Ngawi terletak di kawasan Jawa Timur bagian barat yang berbatasan langsung dengan propinsi Jawa Tengah. Ngawi terletak di daerah pegunungan tinggi yang terkenal sedikit air saat musim hujan khususnya Ngawi bagian utara, sedangkan Ngawi bagian selatan merupakan rangkain pegunungan yang termasul dalam rangkaian gunung Lawu. Daerah Ngawi adalah daerah yang sangat subur, di sepanjang jalan raya terlihat nampak hijau dedaunan khususnya pohon jati yang merupakan pohon terbanyak di Ngawi. Di daerah lembah sungai bengawan Solo banyak juga ditumbuhi pohon bambu. Nama Ngawi sendiri katanya berasal dari bambu yaitu dalam bahasa sansekerta disebut awi. Berikut ini akan dijelaskan mengenai lambang dari salah satu kabupaten terkenal yang ada di Provinsi Jawa Timur yaitu Kabupaten Ngawi.

Lambang_NgawiGambar di samping adalah lambang dari kabupaten Ngawi. Lambang tersebut berbentuk segi lima dengan berbagai warna dan simbol-simbol di dalamnya. Dalam lambang tersebut terdapat warna putih (melambangkan kesucian), kuning (kemasyuran), Merah (keberanian), Hijau (kemakmuran) dan hitam (melambangkan stabilitas dan ketangguhan). Di dalam lambang tersebut juga terdapat gambar diantaranya bintang, api, sebuah tulang batok kepala dan tulang paha, kelompok pepohonan, tulisan Ngawi, padi dan kapas, perisai. Setiap gambar memiliki makna, berikut ini ulasan yang diperoleh dari Majalah Trinil. Bintang bersudut lima dengan puncak yang memanjang ke atas melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, sesuai dengan lambang yang ada pada Pancasila. Penduduk di kabupaten Ngawi hidup dengan dasar dan landasan hidup dengan beragama. Agama yang paling banyak dianut oleh penduduk Ngawi adalah Islam. Banyak pondok pesantren yang ada di Ngawi yang paling terkenal adalah Pondok Gontor. Selain itu juga terdapat berbagai agama lain, baik itu Kristen, protestas, maupun hindu dan budha dengan jumlah yang sangat sedikit.

Selanjutnya adalah gambar api yang menyala dengan lidahnya lima buah berwarna kuning dan bertepi merah, hal ini melambangkan pancaran semangat Pancasila yang senantiasa menerangi dan menijwai penghidupan dan perjuangan daerah Kabupaten Ngawi. Pancasila merupakan dasar Negara republic Indonesia merdeka. Pancasila digagas oleh Ir. Soekarno saat dibacakan pada siding BPUPKI yang pertama tepatnya pada tanggal 1 Juni 1945. Setiap tanggal tersebut selalu diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Sebuah tulang batok kepala dan tulang paha berwarna kuning di dalam nyala api yang terletak di tengah-tengah merupakan satu kebanggan dari Ngawi. Nama Ngawi bisa menembus dunia internasional dikarenakan ada tulang tersebut. Tulang yang dimaksud adalah tulang manusia purba Pithecanthropus Erectus (manusia purba berjalan tegak) yang ditemukan oleh Eugene Dubois di desa Trinil Ngawi. Oleh Dubois, manusia purba tersebut dimaksudkan sebagai missing link dari Teori Darwin yang menghubungkan antara kera dan manusia.

Garis lebar melintang, berlekuk-lekuk dan bergelombang bagian atas berwarna putih dan yang bawah berwarna kuning, dari sebelah kiri menuju ke tengah dan dari sebelah kanan menuju tengah lalu bertemu menjadi satu hal ini melambangkan bahwa ibu kota Ngawi tertelak di pertemuan dua sungai. Banjir merupakan hal yang wajar diterima oleh penduduk kota apabila curah hujan tinggi. Sungai yang dimaksud adalah sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Pada zaman kerajaan dulu merupakan lalu lintas penting yang menghubungkan perdagangan pada saat itu. Adanya sungai tersebut membuat Ngawi menjadi daerah yang subur yang sebagian besar penduduknya hidup dari pertanian.

Kelompok pepohonan berwarna hijau melambangkan daerah Ngawi dipenuhi dengan pepohonan hijau khususnya adalah pohon jati. Sejauh mata memandang dalam perjalanan di jalan raya yang nampak hanyalah pepohonan. Hal ini membuat udara di Ngawi masih sangat bersih. Pepohonan yang banyak dapat dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan penduduk akan kayu. Di Ngawi juga dikembangkan berbagai kerajinan dari kayu. Bagi orang-orang yang ingin berwisata hutan juga dapat berlibur di Ngawi salah satunya adalah di Monumen Suryo. Di sana udara yang bersih dan pemandangan hijau didukung dengan berbagai fasilitas lainnya seperti pasar burung dan aneka kerajinan kayu menjadi daya tarik tersendiri.

Padi dan kapas berwarna kuning dan putih melambangkan kemakmuran di Ngawi. Padi melambangkan pertanian yang paling banyak digeluti oleh penduduk Ngawi, sedangkan kapas adalah bahan baku pakaian yang digunakan oleh manusia. Padi merupakan makana pokok dari masyarakat Ngawi. Padi dan kapas merupakan simbol dari kebutuhan pangan (padi) dan sandang (pakaian). Selanjutnya adalah lambang perisai sebagai latar belakang umum dari lambang yang berwarna hitam. Tulisan Ngawi terletak pada dasar berwarna putih dengan bagian atasnya kenan kiri berlekuk-lekuk dan menggunung di tengahnya dan dibagian bawah lurus mendatar. Hal ini melambangkan wilayah Ngawi tediri dari daerah pegunungan Kendeng, gunung Lawu serta dataran rendah lembang Bengawan Solo dan Sungai Madiun.

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s