(jangan) Takut Kurikulum 2013

Kurikulum2013Berdasarkan ketetapan pemerintah, maka semenjak tanggal 15 juli 2014 atau tahun ajaran 2013-2014, Kurikulum 2013 secara resmi diterapkan di sekolah. Pada fase awal, penerapan kurikulum 2013 hanya dilakukan pada tingkat tertentu dan sekolah yang sudah dianggap mampu. Jadi tidak semua sekolah sudah menerapkan kurikulum 2013, namun ditargetkan tahun 2016 semua sekolah sudah menerapkan kurikulum 2013. Penerapan kurikulum 2013 oleh sebagian pihak dianggap sebagai pemaksaan terhadap dunia pendidikan. Perubahan dirasakan terlalu cepat, dan kelengkapan kurikulum sendiri belum benar-benar terlengkapi.

Hal ini menimbulkan berbagai kecemasan publik. Apakah bisa kurikulum ini diterapkan? Atau proyek kurikulum hanya proyek basi untuk menghabiskan dana anggaran semata?

kurikulumPerubahan atau pembaharuan bukan hal yang istimewa di Indonesia. Perubahan kurikulum memang diperlukan untuk memenuhi tuntutan zaman yang terus berubah. Namun adakalanya, perubahan kurikulum dicibir negative oleh beberapa kalangan. Ideom ganti menteri ganti kurikulumpun sudah tidak asing ditelinga kita. Terus apa yang mau diperbuat ketika pemerintahan presiden SBY tinggal menghitung hari? Apakah presiden yang akan datang tetap menjalankan kurikulum 2013, atau diganti dengan kurikulum baru lagi? Hanya waktu yang bisa menjawab semua.

Ketakutan terhadap kurikulum 2013 dirasakan oleh para guru. Ada beberapa guru yang harus kehilangan jam mata pelajaran dikarenakan mapel yang diajarkan dihapus dari kurikulum. Kehilangan jam ini juga berpengaruh terhadap sertifikasi. Hal yang ditakutkan lagi adalah kerumitan administrasi dari kurikulum 2013. Banyak sekali perangkat yang harus disiapkan oleh guru, khususnya dalam hal ini menyangkut penilaian. Perlu diingat dalam kurikulum 2013, diberlakukan penilaian autentik yang menilai tidak hanya pada nilai melainkan juga proses. Juga harus mampu menanamkan nilai-nilai dan keterampilan, juga tidak lagi melakukan pembelajaran kepada peserta didik melainkan membelajarkan peserta didik.

Permasalahan selanjutnya adalah belum begitu pahanya guru terhadap pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Pelatihan yang terbatas dan keengganan untuk terus menggali informasi menjadi kunci minimnya pengetahuan guru terhadap pendekatan saintifik. Padahal dalam hal ini, pendekatan saintifik merupakan unggulan dari kurikulum 2013. Pendekatan saintifik sendiri adalah pembelajaran dengan menggunakan langkah-langkah sains, yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba dan membuat jejaring. Pada dasarnya sesuai dengan teori belajar konstruktivisme dimana pusat pembelajaran pada peserta didik (students center). Guru selama ini masih nyaman dengan pembelajaran gaya lama, yakni dengan menggunakan metode ceramah

Berbagai permasalahan tersebut sebenarnya tidak sebanding dengan harapan ke depan yang akan didapat dari output kurikulum 2013. Kurikulum 2013 pada hakikatnya akan mempersiapkan generasi emas Indonesia menuju seratus tahun kemerdekaan Indonesia(2045). Lebih rinci lagi tujuan kurikulum 2013 adalah mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai warga Negara yang beriman, produktif, afektif, kreatif, dan inovatif, serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Dengan tujuan sebegitu hebat diperlukan kerja keras dari berbagai pihak, salah satunya adalah guru.

pak guruSebaik apapun bentuk maupun tujuan yang ingin dicapai kurikulum, semua tergantung pelaksanaan di dalam kelas. Hal ini adalah tugas pahlawan bangsa, pembangun insan cendikia yaitu guru. Guru bukan lagi satu-satu sumber belajar bagi siswa, dia harus mampu menjadi fasilitator dan motivator dalam kegiatan pembelajaran. Perlu ada perubahan dalam mindset guru dalam membelajarkan siswa. Tugas guru tidak hanya mentransfer ilmu kepada siswa, melainkan menanamkan nilai-nilai karakter yang mampu melahirkan insan yang beraklhak mulia. Guru harus terbuka dengan berbagai perubahan dan selalu mengingkatkan kompetensi yang harus dimiliki. Pihak pemerintah seharusnya memperhatikan kesejahteraan guru, sehingga guru benar-benar bisa fokus dalam proses mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tidak perlu terlalu takut dengan perubahan kurikulum. Berubah menjadi lebih baik adalah tujuan setiap pembaharuan. Semoga perubahan kurikulum benar-benar menghasilkan generasi emas Indonesia.

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s