Badung-Bomdowoso bukanlah menunjukan nama wilayah yang ada di pulau Jawa. Bukan wilayah Bandung di Jabar dan Bondowoso di Jatim melainkan nama tokoh legenda dalam masyarakat Jawa. Nama Badung Bondowoso sangat popular pada cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Siapakah Badung Bondowoso itu??? Bila membahas mengenai legenda pendirian Candi Prambanan, kita akan sangat familiar dengan tokoh ini. Seorang pemuda yang gagah dan sakti mandraguna ini tertarik pada seorang wanita cantik jelita yang bernama Roro Jongrang. Roro Jongrang adalah wanita tercantik pada masa itu, banyak laki-laki yang mengejar-ngejarnya salah satunya adalah Badung Bondowoso. Namun dikarenakan beberapa hal, Roro Jongrang tidak menyukai Badung Bondowoso. Namun Roro Jongrang seorang wanita Jawa tidak akan mengatakan tidak kepada lamaran dari Badung Bondowoso. Melainkan memberikan persyaratan yang sangat sulit diwujudkan oleh manusia biasa.

Durga_Loro_Jonggrang_copyKalau anak muda zaman sekarang, tindakan Roro Jongrang ini sering disebut sebagai PHP. Pemberi harapan palsu itu kira-kira yang dilakukan Roro Jongrang terhadap Badung Bondowoso. Terkadang kalau kita diphp seseorang akan sangat sekali, sakitnya disini….. Nah, Roro Jongrang yang enggan menerima cinta dari Badung Bondowoso kemudian memberikan syarat akan menerima cinta Badung Bondowoso asalkan dia mampu membuatkan seribu candi dalam satu malam. Mungkin hal yang sulit dibayangkan oleh kita zaman sekarang. Hal ini sangat tidak masuk akal, zaman dahulu belum ada alat-alat berat juga belum ada semen untuk bahan bangunan. Tenaga kerja yang dapat dikerahkan jumlahnya sangat terbatas. Belanda saja yang membuat jalan dari Anyer-Panarukan membutuhkan waktu yang lama meski telah mengerahkan tenaga kerja rodi. Apalagi Badung Bondowoso yang harus membuat bangunan tersebut dalam satu malam. Kalau kita sendiri disuruh buat candi satu saja kemungkinan besar akan sulit terwujud.

Cerita seperti ini tidak hanya dialami oleh Badung Bondowoso saja. Pada lain daerah ada cerita yang hampir sama tetapi berbeda. Contohnya adalah Legenda Gunung Tangkuban Perahu. Dimana seorang wanita yang bernama Dayang Sumbi dilamar oleh seorang pemuda tampan yang ternyata anak kandungnya sendiri yang bernama Sangkuriang. Untuk menolak lamaran itu secara halus, Dayang Sumbi menyuruh Sangkuriang untuk membuat sebuah perahu besar yang mungkin besarnya melebihi Titanic dan mungkin hampir sama dengan Bahtera Nabi Nuh dalam waktu satu malam. Dari kisah dua tersebut hampir sama, yaitu ada korban PHP yang berjuang mati-matian dalam semalam dan pada akhirnya marah karena merasa dicurangi. Niat wanita tersebut tidak ingin menyakiti hati si pria, namun tindakan tersebut malah semakin membuat sakit para pria yang mengira diberikan harapan lebih oleh si wanita.

prambananKisah Badung Bondowoso membangun seribu candi yang pada akhirnya nanti terbentuk komplek candi Prambanan kira-kira seperti ini: Badung Bondowoso kemudian menyanggupi apa yang diinginkan oleh gadis pujaannya. Begitulah namanya orang jatuh cinta, apa yang diinginkan oleh orang yang dicintai harus diperjuangkan hingga tetes darah penghabisan. Seperti orang Bali yang sangat mencintai tanah ibu pertiwi sehingga melakukan perang puputan terhadap Belanda. Atau arek-arek Surabaya yang mencoba mempertahankan Surabaya dari serangan Inggris. Orang jatuh cinta akan lupa daratan dan lautan. Berbagai halangan rintangan yang membentang tidak jadi masalah dan beban pikiran. Orang yang jatuh cinta akan mewujudkan apapun yang diinginkan oleh orang yang dicintainya. Begitulah rasanya orang jatuh cinta, semua terasa mungkin di dunia ini.

Itu kira-kira yang dirasakan oleh Badung Bondowoso, yang menurutnya membangun seribu candi hal yang mudah. Bukan pekerjaan sulit untuk membangun seribu candi dalam semalam. Dia sangat bersemangat dikarenakan hadiah kalau dia berhasil adalah mendapatkan wanita yang dia puja selama ini. Hadiah yang tiada tara apabila berhasil didapatkan. Badung Bondowoso kemudian meminta bantun maklhuk halus untuk membangun seribu candi. Kondisi supranatural yang tidak masuk akal ini kalau dinalar pada masa sekarang ini sungguh hal yang mustahal bisa terjadi. Orang zaman sekarang pasti tidak akan pernah yakin kalau hal-hal yang seperti ini ada. Akan tetapi sebagian orang lagi juga yakin bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

Dan ternyata, Badung Bondowoso hampir berhasil dalam melaksanakan tugasnya. Sebelum tengah malam seribu candi hampir selesai. Proyek candi ini mungkin lebih singkat dibandingkan proyek monorail yang ada di Jakarta. Proyek monorail dan lain sebagainya yang nasibnya terkatung-katung beberapa tahun tidak ada perkembangannya. Proyek Badung Bondowoso ini termasuk mega-proyek, mungkin kalau di kurs kan saat ini nilainya akan lebih besar dari Jembatan Suramadu yang sudah mulai nampak rusak. Ya begitulah namanya proyek di Indonesia, harus melewati para begundal-begundal yang menilap uang proyek. Uang dari Negara kemungkinan kurang lebih hanya sekitar 50% yang mungkin tersalurkan untuk kegiatan proyek. Sedangkan 50% masuk dalam kantong para begundal-begundal pengurus proyek. Pembangunan proyek pada akhirnya tidak berkualitas yang mengakibatkan cepat rusak.

Di dalam alam mistik orang Jawa juga dikenal adanya ilmu Badung Bondowoso. Ilmu supranatural yang berhubungan dengan maklhuk gaib. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari orang-orang Jawa yang sangat kental dengan hal-hal yang begituan. Selain pada ajaran Hindu-Budha, ajaran seperti ini juga terdapat di islam. Kita mesti pernah mendegar bagaimana beberapa wali mampu membangun masjid dalam satu malam. Hal yang mustahil bila dikerjakan sendiri tanpa mendatangkan maklhuk gaib. Maklhuk gaib digambarkan sebagai malhuk-malhuk yang kuat. Meraka bisa melakukan apa saja untuk membantu manusia, khusunya dalam hal ini yang menggunakan ilmu hitam. Pembagian ilmu gaib dibedakan menjadi ilmu hitam dan ilmu putih, yang hitam jahat dan yang putih baik, itulah yang kita ketahui dari apa yang diceritakan oleh orang-orang terdahulu kita.

Ternyata ilmu Badung Bondowoso juga dianut oleh orang-orang yang di sekolahan Om On bekerja. Bukan maksudnya mereka memiliki gaib yang bisa memanggil halus untuk membantu mengerjakan sesuatu. Melainkan mereka melakukan sesuatu biasanya hanya dalam satu malam. Acara yang sudah sejak jauh hari sudah diketahui baru dibahas menjelang acara tersebut akan segera dimulai. Baru mendekati hari H semua klabakan bingung entah apa yang harus dikerjakan. Seperti contoh penggarapan raport dan akreditasi sekolah, yang sudah diketahui jauh-jauh hari baru dikerjakan pada malam yang besoknya dilakukan acara tersebut. Nah saat genting inilah yang mengakibatkan muculnya the power of kepepet dengan menggunakan ilmu Badung Bondowoso yang mengerjakan semua tugas dalam satu malam. Seperti proklamasi yang dikerjakan satu malam, ternyata apa yang dikerjakan oleh Om On beserta rekan-rekan guru hasilnya juga tidak terlalu buruk akan tetapi kurang maksimal. Mungkin sudah menjadi kebiasaan manusia pada umumnya yang mengumbar kemalas-malasan. Mereka eggan untuk segera menyelesaikan sesuatu secepat mungkin dan tidak membuang-buang waktu secara percuma. Mereka butuh dipaksa, terpaksa dan terbiasa. Terbiasanya dalam hal ini bukanlah dalam konteks negative yang mengharuskan seseorang melakukan sesuatu harus dipaksa. Jadilah orang-orang inovatif dan kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan dan jangan lupa kerjasama tim.

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

4 responses »

  1. hieindriy berkata:

    Aku pikir sejarahnya Pak…

  2. […] Rara akan tetapi roro. Ingatanku akan nostalgia masa lalu muncul lagi Yanindra. Kamu masih ingat “Roro Jonggrang” […]

  3. […] yang ku jumpai saat wisuda dulu Yanindra. Jadi tolong bedakan dengan wanita yang digandrungi oleh Bandung-Bondowoso, yakni Roro Jonggrang. Tapi ya ada kemiripan antara Roro yang ini dengan Roro yang menyuruh […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s