ORIUang, hal yang tidak asing lagi bagi kita semua. Hampir setiap hari kita menjamah benda tersebut, meski terkadang kita tidak cermat isi dari gambar yang ada pada uang, yang terpenting adalah jumlah nominal pada uang tersebut. Sebenarnya dari Uang dapat mengajarkan kita tentang kepahlawanan. Kebanyakan mata uang di Indonesia merupakan gambar pahlawan. Tahu apa tidak kalian nama-nama pahlawan yang ada pada lembaran mata uang???

Uang adalah suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa, serta pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan. Pada masa primitif, transaksi belum menggunakan uang melainkan dengan cara tukar-menukar barang atau yang terkenal dengan istilah barter. Meningkatknya kebutuhan membuat system barter sulit untuk dilakukan, manusia terdorong untuk mencari cara pertukaran yang lebih mudah yaitu menggunakan uang.

Pada awalnya uang terbuat dari logam yaitu emas dan perak, akan tetapi dikarenakan berbagai kesulitan (kehilangan segi ekonomis) sehingga manusia melakukan inovasi dengan membuat uang kertas. Sejarah uang di Indonesia sangat panjang, pada masa kerajaan menggunakan uang berbentuk kepingan emas. Setelah datangnya orang-orang barat, maka masuklah uang kertas. Pada zaman kolonial Belanda, uang yang digunakan adalah uang Belanda (Gulden) dan uang Hindia-Belanda yang dicetak oleh De Javasche Bank. Pada masa penjajahan Jepang, uang Jepang juga beredar dimasyarakat sehingga terdapat tiga mata uang.

Setalah merdeka, salah satu kebijakan nasional dalam masalah uang adalah melakukan nasionalisasi de javasche bank dan diganti nama menjadi bank Indonesia (1951) yang berfungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. Selain itu untuk mengatasi masalah krisis saat itu, pemerintah mengeluarkan Oeang Republik Indonesia (ORI). Pada awal kemerdekaan pula dilakukan yang namanya sanering atau gunting syafrudin yaitu pemotongan nilai uang dengan cara memotong semua uang yang bernilai Rp, 2,50 ke atas hingga nilainya tinggal setengah.

Syarat-syarat uang antara lain diterima oleh umum, tahan lama, mudah dibawa, mudah dibagi, mudah disimpan dan nilainya stabil. Uang sendiri memiliki beberapa fungsi. Secara umum fungsi uang terbagi menjadi dua yaitu fungsi asli dan turunan. Fungsi asli uang yaitu sebagai alat tukar umum (medium of change) dan alat satuan hitung (unit of account). Sedangkan fungsi turunan uang diantaranya alat pembayaran yang sah, alat penimbun kekayaan, pemindah kekayaan, pembentuk modal, jumlahnya terbatas, dan alat pendorong kegiatan ekonomi.

Setiap mata uang memiliki nilai, nilai uang adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan sejumlah barang tertentu. Terdapat tiga jenis nilai mata uang, yaitu nilai nominal, intrinsic dan nilai riil. Nilai nominal uang adalah nilai yang tertera/tertulis pada setiap mata uang yang bersangkutan. Nilai intrinsic uang adalah nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang. Sedangkan nilai riil adalah nilai yang dapat ditukar dengan jumlah barang dan jasa yang dapat ditukar dengan uang tersebut.

Apabila dilihat dari penggunaannya, maka nilai uang dibedakan menjadi nilai internal uang dan nilai eksternal uang. Nilai internal uang adalah daya beli uang terhadap barang dan jasa. Nilai eksternal adalah nilai uang dalam negeri jika dibandingkan dengan mata uang asing yang dikenal dengan istilah kurs. Kurs terbagi menjadi dua kurs jual dan kurs beli. Kurs jual adalah kurs yang berlaku apabila bank menjual valuta asing (alat pembayaran luar negeri). Sedangkan kurs beli kebalikan dari kurs jual. Terdapat beberapa mata uang asing yang sering digunakan di Indonesia, diantaranya Dollar Amerika, Poundsterling (Inggris), Euro (Eropa), Ringgit (Malaysia), Peso (Philipina), Riyal (Arab Saudi), Jepang (Yen), India (Rupee) dsb.

Uang yeng beredar di masyarakat dapat dikelompokan menjadi beberapa jenis berdasarkan bahan yang digunakan dibagi menjadi uang kertas dan uang logam. Berdasarkan lembaga yang mengeluarkan dibagi menjadi uang kartal dan uang giral. Uang kartal adalah uang yang diterima masyarakat sebagai alat pembayaran yang sah. Sedangkan uang giral adalah alat pembayaran berupa surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh bank kepeda seseorang yang memiliki simpanan di bank. Pembayaran dengan uang giral bisa berupa cek, bilyet giro dan pemindahan telegrafis.

Cek adalah surat perintah dari nasabah yang mempunyai simpanan di bank. Cek ditujukan oleh nasabah pada bank untuk membayar sejumlah uang secara tunai kepada pihak yang disebutkan dalam cek tersebut. Bilyet giro ialah surat perintah dari nasabah bank yang ditujukan pada suatu bank. Tujuannya adalah untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening satu ke rekening yang lain. Sedangkan pemindahan telegrafis merupakan pembayaran yang dilakukan dengan pemindahan antarrekening di suatu bank yang sama.

uang indonesiaDi zaman modern terdapat kecurangan dalam masalah uang yaitu adanya uang palsu. Namun guna mengantisipasi penggunaan uang palsu pemerintah selalu melakukan perbaikan terhadap kualitas uang. Salah satu cara untuk mendeteksi uang palsu adalah dengan menggunakan alat mesin pendeteksi atau dengan menggunakan cara 3D, dilihat, diraba dan diterawang. Dengan adanya berbagai cara tersebut diharapkan tidak ada kejahatan kaitannya dengan masalah uang.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s