dari Mataram hingga Majapahit

indonesiaSejarah menurut Sidi Gazalba (1966) adalah gambaran masa lalu tentang manusia dan sekitarnya sebagai maklhuk social, yang disusun secara ilmiah dan lengkap, meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan, yang memberi pengertian dan pemahaman tentang apa yang telah berlalu itu. Dari pengertian tersebut terdapat satu unsur dalam sejarah yaitu adanya urutan fakta/waktu. Di dalam sejarah terdapat istilah yang berhubungan waktu yaitu periodisasi dan kronologi. Periodisasi merupakan pembabakan waktu, sedangkan kronologi merupakan urutan yang logis terhadap suatu peristiwa. Dimensi kronologi menurut kochar (2008:401) meliputi lokasi, jarak, durasi dan kesetaraan. Berikut ini akan dijelaskan secara kronologis satu urutan waktu pada masa kerajaan Hindu di Indonesia yaitu dari Mataram Kuno hingga kerajaan Majapahit. Sebenarnya pembahasan akan lebih panjang lagi dikarenakan pada masa kerajaan bercorak Islam juga terdapat sangkut pautnya dengan kerajaan-kerajaan pada masa Hindu.

Bagian yang dalam hal ini adalah satu rangkaian kerajaan Hindu-Budha, khususnya Hindu di tanah Jawa. Materi disempitkan dari Mataram Kuno di Jawa Tengah hingga pada masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur.

Kerajaan Mataram Kuno kira-kira terletak di Jawa Tengah. Hal ini dibuktikan dengan berbagai peninggalan yang tersebar di daerah Jawa Tengah. Berdasarkan berbagai prasasti yang ditemukan antara lain cerita Parahyangan, prasasti Canggal, Balitung Kalurak, dan prasasti Nalanda diperkirakan kerajaan Mataram Kuno berdiri sekitar tahun + 8 M. Raja pertama adalah Sanjaya. Kerajaan Mataram Kuno terbagai menjadi dua keluarga yang berkuasa yaitu Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu dan Dinasti Sailendra yang beragama Budha. Dinasti Sanjaya berpusat di daerah Jawa Tengah bagian utara dengan bukti peninggalan-peninggalan candi seperti kompleks candi dieng dan gedong songo. Sedangkan Dinasti Sailendra berpusat di daerah Jawa Tengah bagian selatan dengan bukti candi-candi Budha seperti candi Borobudur, Mendut dan candi Pawon.

Pada tahun 929 M, ibu kota Kerajaan Mataram di pindah ke jawa Timur oleh Mpu Sindok. Ada beberapa alas an tentang pemindahan tersebut antara lain ingin memiliki pelabuhan, adanya ancaman dari kerajaan Sriwijaya dan adanya letusan gunung Merapi. Kerajaan Mataram yang dipindah ke jawa Timur di dekat Sungai Brantas. Kerajaan Mataram yang dipindah ke jawa Timur tersebut kemudian dikenal dengan nama Kerajaan Medang Kamulan. Sumber mengenai kerajaan tersebut berasal dari berita Tiongkok dan beberapa prasasti. Rakyat menggantungkan diri dari pertanian dan perdaganga. Raja termasyur dari kerajaan Medang Kamulan adalah Airlangga. Raja Airlangga kemudian membagi kerajaan menjadi dua bagian yaitu Panjalu (Kediri) untuk Samarawijaya dan Jenggala untuk Mapanji Garasakan. Tugas pembagian tersebut diserahkan kepada Mpu Barada.

Pembagian tersebut pada awalnya agar tidak terjadi perebutan kekuasaan. Akan tetepi pembagian kekuasaan tersebut sia-sia dikarenakan terjadi perang saudara antara kedua kerajaan tersebut (kemudian dikisahkan dalam Kitab Bharatayudha karangan Mpu Sedah dan Mpu Panuluh). Pertempuran tersebut kemudian dimenangkan oleh Kerajaan Kediri. Sumber mengenai kerajaan Kediri antara lain Prasasti Sirah Keting, Ngantang, Kamulan dan Prasasti Tulungagung. Raja terbesar dalam sejarah kerajaan Kediri adalah Jayabaya. Prabu Jayabaya terkenal dengan ramalan-ramalannya yang terkenal dengan kitab Jangka Joyoboyo.

Pada masa Kediri melahirkan banyak sekali karya sastra antara lain kitab Krisnayana oleh Mpu Triguna, Gatotkacasraya oleh Mpu Panuluh dan Arjunawiwaha karangan Mpu Kanwa. Kerajaan Kediri kemudian mengalami kehanjuran setelah Raja Kertajaya (Kediri) kalah berperangan dengan Ken Arok di desa Ganter (dikenal dengan peristiwa ganter). Peritsiwa tersebut menandakan hanjurnya Kerajaan Kediri dan muncullah Kerajaan Singosari yang berpusat di kota Malang. Ken Arok kemudian mendirikan dinasti baru yaitu dinasti Girindrawangsa.

Sumber sejarah kerajaan Singosari antara lain Kitab Pararaton, Negarakertagama dan berita dari Tiongkok. Peninggalan dari Kerajaan Singosari antara lain candi Kidal, Jago. Singosari dan candi Jawi. Raja terbesar dari Kerajaan Singosari adalah Kertanegara. Pada masa Kertanegara dilakukan perluasan daerah yaitu salah satunya dengan mengadakan ekspedisi pemelayu. Kertanegara juga menolak perintah kaisar Tiongkok yaitu Kubhilai Khan untuk takluk. Pada akhirnya kerajaan Singosari hancur akibat serangan dari Jayakatwang (keturunan Kertajaya). Kesibukan untuk memperluas wilayah malah membuat rapuh kekuatan kerajaan.

Salah satu menantu Kertanegara berhasil melarikan dari. Raden Wijaya dengan menggunakan strategi yang luar biasa berhasil menghancurkan Jayakatwang dan mengusir tentara Kubhilai Khan kembali ke negaranya. Raden Wijaya kemudian mendirikan kerajaan baru yang terkenal dengan Kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit diperkirakan berpusat di Trowulan Jawa Timur. Sumber sejarah Kerajaan Majapahit antara lain berita Tiongkok, Prasasti Butak, Kidung Harsawijaya, Kitab Pararaton dan Kitab Negarakertagama. Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa Hayam Wuruk dengan maha patih Gajah Mada. Pada masa tersebut nusantara berhasil disatukan oleh Gajah Mada guna menepati sumpah palapa.

majapahit-empireSemboyan terkenal yang digunakan pada masa Majapahit adalah Bhineka Tunggal Ika Hana Dharma Satata, yang kemudian dijadikan semboyan Negara Indonesia (Bhineka Tunggal Ika). Karya sastra yang dihasilkan pada masa Majapahit antara lain Kitab Negara kertagama karangan Mpu Prapanca, Kitab Sutosoma karangan Mpu Tantular, kitab Arjunawijaya karangan Mpu Tantular dan kitab Kunjarakarna. Selain itu peninggalan dari kerajaan Majapahit antara lain berbentuk candi yaitu Candi Panatara, Tikus, Bajang Ratu, Waringin Lawang, Sukuh, Cetho dsb. Kerajaan Majapahit runtuh diakibatkan oleh beberapa hal antara lain Perang Paregreg. Runtuhnya Majapahit diperkirakan tahun 1478 M, berdasarkan candra sengkala Sirna ilang kertaning bumi (1400 saka/ 1478 M). Setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit, menandai runtuhnya hegemoni Hindu-Budha di Indonesia dan kemudian dilanjutkan oleh Kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam.

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s