Generasi Jujur

berkata jujurKetika kejujuran hanya sebatas sebuah impian. Ketika kejujuran sudah tidak punya arti penting. Dan ketika manusia hanya mendewakan kepalsuan semata. Tanpa mengindahkan bahwa masih ada Tuhan di sana yang selalu mengawasi. Dan apakah mereka juga tidak sadar di suatu saat nanti ada kehidupan hakiki yang kekal selama-lamanya. Kebohongan dan kemunafikan akan mendapatkan balasan setimpal atas kesalahan dan dosa yang telah mereka ukir saat masih hidup di dunia.

Ada yang mengatakan kejujuran akan membuat kehancuran. Kejujuran menjadi sebuah petaka bagi manusia yang senang mengejar harta tahta dan wanita. Mereka akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Padahal bukan itu orang yang disebut hebat. Bukan itu orang-orang yang terbaik disisi Tuhan. Mereka hanya menginginkan dunia yang semu belaka. Kebohongan dalam agama diperbolehkan diantaranya untuk mendamaikan istri dan suami yang bertengkar, demi menyelamatkan nyawa orang lain.

berbicraKebanyakan orang selama ini hanya berbasa basi agar membuat orang lain senang. Benar sih membuat orang lain senang itu sebuah keindahan, tapi kalau dengan menipu diri sendiri dan orang lain, itu bukanlah sebuah ibadah. Satu kebohongan biasanya akan diikuti oleh kebohongan lainnya. Seolah-olah penyakit yang namannya berdusta ada bohong sudah mendarah daging dalam diri manusia. Apakah ada orang yang tidak pernah melakukan kebohongan di dunia ini??? Jawabnya ada

om on by herlianaSalah Contoh Om On, manusia tertampan nomer dua di dunia. Dia selalu bersikap jujur tanpa pernah berkata dusta. Dia akan menetapi janji kepada wanita yang dia PHP. Setiap untaian kata, tidak pernah ada kebohongan, meski terkadang menyakitkan orng yang diajaknya bicara. Dia adalah orang yang maha sempurna, antara kata dan tindakan tiada berbeda. Meskipun sekali lagi itu menyakitkan. Pernah ada seorang bocah yang menangis karena kejujuran Om On. Dia Nampak sangat arogan dengan kata-katanya yang jujur. Perlu dicontoh seorang pemuda yang bernama Om On. Hari kebalikan

Mencari orang jujur di tanah ibu pertiwi ini sudah agak sulit. Orang-orang yang jujur akan dibuang dari posisi strategi, karna system yang ada selama ini hanya menghendaki orang-orang yang pinter berbohong yang berkuasa. Mereka adalah orang-orang yang bisa mengolah kata dan meyakinkan orang lain untuk mengiyakan apa yang mereka lakukan. Tingkah laku jujur seharusnya sudah ditanamkan sejak kecil, baik itu dari keluarga masyarakat hingga sekolah. Kejujuran harga yang mahal ketika dunia sudah diperdaya oleh harta.

Kita dapat melihat para begundal-begundal yang memangku jabatan di negeri ini. Antara tindakan dan perbuatan sudah sungguh berbeda. Korupsi merajalela dimana-mana dari tingkat atas hingga tingkat bawah. Para calon pejabat menerbarkan kebohongan untuk mendapatkan jabatan. Sekali berbohong mereka akan menambah dengan kebohongan yang lain. Lama kelamaan hidupnya akan terpenuhi dengan kobohongan semata. Yang Nampak dalam hidupnya hanya kepura-puraan belaka.

revolusi-mentalButuh revolusi mental untuk bangsa Indonesia. Harus ada perubahan mindset bahwa jujur tidaklah ajur. Nilai-nilai kejujuran harus ditanamkan kepada siswa sejak usia dini. Orang tua menjadi tauladan bagi anaknya. Mereka harus berbuat jujur meski terkadang menyakitkan. Apabila mereka sudah terdidik sejak kecil pada lingkungan yang hidup dengan kebohongan, nanti pada besarnya mereka akan menjadi generasi-generasi pembohong dan penipu. Apakah kita menginginkan hal tersebut??? Jelaslah tidak

Sekolah seharunya dapat menamkan kejujuran kepada siswa-siswinya. Sebagai contoh pada saat ujian, diharapkan siswa menjawab dengan jujur tanpa mencontek. Terkadang guru memarahi murid yang mendapatkan nilai kurang. Padahal siswa tersebut mengerjakan sendiri. Sedangkan siswa lain yang mendapatkan nilai bagus merupakan hasil dari mencontek. Guru hanya terpaku pada hasil akhir dari proses pembelajaran. Guru melupakan proses dalam kegiatan belajar mengajar. Guru kurang bisa memberi nilai tersendiri terhadap kejujuran dari siswa.

Nilai-nilai agama sangat perlu ditanamkan kepada anak-anak didik kita, agar mereka nanti menjadi generasi yang benar-benar cerdas, berkarakter kuat dan beraklhak mulia. Dibutuhkan generasi jujur yang mau membangun negeri ini. Dibutuhkan generasi jujur yang mau merubah negeri ini. Tutup sudah kepalsuan dan kebohongan selama ini. Saatnya menjadi genarasi yang jujur, antara ucapan dan tindakan tidak berbeda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s