Tindakan Melawan Dunia Kejujuran

menyontekHari ini udara mengalun begitu mesra menembus dinding-dinding ruang kelas yang terdapat banyak celah. Ruangan yang sederhana, jauh dari kesan mewah merupakan tempat Om On dan anak didiknya untuk menimba ilmu. Kalau dalam kisah pewayangan terdapat yang namanya kawah candradimuka, kesatria yang lulus dari tempat tersebut akan menjadi kesatria yang hebat. Suasana kelas kali ini lumayan rame, seperti pasar yang dipindahkan oleh seorang jin ke dalam kelas tersebut. Om On duduk di meja guru dengan muka datar tanpa beban sesekali membaca beberapa pesan singkat. Guru yang tidak pantas disebut guru ini sedang mengawasi anak didik yang sedang mengerjakan ujian sekolah.

Anak didik di ruangan ini nampak bringas, memperlihatkan kalau mereka semalam belum belajar. Hal yang wajar memang, karena sebagian besar siswa menerapkan system kebut semalam menjelang ujian. Mereka bukannya sibuk menggoreskan tinta pada kertas, melainkan sibuk mencari contekan. Mereka tanpa sedikitpun menggubris pria tampan yang ada di depan mereka. Segala macam kode rahasia mereka keluarkan, hendak hati agar tidak ketahuan oleh Om On. Namun Om On sudah hafal sekali dengan trik mencontek. Masa lalunya telah mengajarkan kepada bagaimana trik untuk mencontek. Dulunya, laki-laki gembel ini juga punya kisah yang panjang dengan dunia gelap yang dijalani oleh siswa, mencontek.

Akan tetapi pada siang itu Om On hanya diam saja. Seolah membiarkan tindakan biadab itu terus berlangsung. Para begundal-begundal kecil itupun tidak sungkan lagi, sehingga mereka semakin menjadi-jadi. Tindakan contek mencontek menjadi tindakan massal, hampir seluruh penghuni kelas mengikuti tindakan yang tidak senonoh ini. Kegiatan percontekan ini seperti korupsi yang dilakukan oleh begundal-begundal yang lebih besar. Korupsi tidak mandiri ataupun berdikari melainkan jama’ah, mungkin agar dosanya yang nanggung orang banyak.

Di kebisingan kelas tersebut, tiba-tiba ada seorang siswa yang bertanya kepada Om On.

“Om kenapa kami nggak dimarahi?” Tanya gadis kecil tersebut

“Sebagai seorang guru, anda itu termasuk gagal Om” tambah si gadis

Om On masih tertegun dalam dunia lamunannya.

“kalau yang mengawas guru lainnya, kami nggak berkutik Om” tambah siswa lainnya

“Om orang baik deh” siswa dipojokan kelas tersenyum manis seakan berterima kasih banyak kepada Om On dikarenakan sudah dibiarkan untuk melakukan kegiatan yang tercela tersebut. Mereka seolah-olah bangga dengan apa yang telah mereka lakukan. Wajah mereka nampak seperti bayi yang baru lahir, polos tanpa dosa.

Kegiatan mencontek adalah kegiatan yang tercela dan sering dilakukan oleh anak-anak sekolah. Aktivitas tersebut melawan rasa kejujuran yang seharusnya ada dalam diri siswa. Mereka lebih takut nanti tidak lulus bisa-bisa dimarahi orang tua atau guru dibandingkan dengan dimarahi oleh Tuhan dikarenakan melakukan kegiatan yang berdosa. Kemungkinan besar mencontek adalah perbuatan yang berdosa. Yang jelas-jelas oleh agama bagi orang yang berdosa nanti pada akhirnya masuk di dalam neraka.

Dulu pernah Om On melakukan tindakan tercela tersebut. Saat masih duduk dibangku sekolah, tuntutan untuk mendapatkan nilai baik membuat para mahasiswa berbuat segala cara. Salah satunya dengan mencontek. Om On adalah pemuda yang gembel dan cemen, dia tidak berani mencontek secara langsung. Melainkan nanti dia akan tanya kepada temannya. Dalam kasus percontekan ini terjadi kerja sama yang luar biasa hebatnya. Sering orang mengatakan bahwa ini adalah simbiosis mutualisme. Om On adalah pemuda yang sering membaca buku tertutama daftar isi, sehingga dia hafal materi tersebut terletak di halaman berapa. Nanti temannyalah yang bertugas mengeksekusi tindakan tercela tersebut.

Pernah dikesempatan yang lain, saat itu kuliah umum matakuliah pendidikan agama islam. Dosen yang mengadakan ujian merupakan orang yang sibuk, saat mengawas ujian dia tidak bisa sampai akhir. Sebelum beliau meninggalkan ruangan ujian menyampaikan pesan terakhir bahwa dia tidak bisa mengawasi akan tetapi mengawasi adalah malaikat yang diutus Tuhan. Takutkah para mahasiswa dengan ancaman dosen tersebut??? Jelaslah tidak, setelah dosen itu keluar suasana ruangan jadi tidak menentu. Banyak orang yang melakukan tindakan nomaden, pindah dari satu kursi ke kursi lain demi mendapatkan jawaban. Kasihan para malaikat yang mengawasi mereka sibuk mencatat dosa yang dibuat oleh Om On dan kawan-kawan.

Mencontek adalah tindakan pragmatis untuk mendapatkan nilai. Hal tersebut bukanlah tindakan seorang kesatria. Seharusnya siswa mendapatkan nilai yang bagus dengan perjuangan yang terhormat. Mencontek bukanlah pekerjaan yang terhormat melainkan tindakan penipuan terhadap hati nurani. Hanya demi sebuah nilai, agar tidak remidi, dan dikagumi banyak wanita, tega mengorbankan satu nilai kejujuran. Mencontek akan mencetak mental kita menjadi mental pecundang. Mencontek merupakan tidakan kecurangan. Apabila sejak kecil kita sudah rajin dengan tindakan kecurangan, menjadi generasi apa kita nanti?

Sebagai seorang siswa, tidaklah pantas kita hanya membanggakan nilai semata. Terkadang kita hanya terpatok pada hasil akhir tanpa mengindahkan sisi proses. Sebagai guru yang baik seharusnya menilai dulu segi proses baru nantinya akan mendapatkan hasil yang dinginkan. Hari ini siswa menadapatkan nilai nol atau dibawah standar, tidaklah pantas guru memarahi murid tersebut. Melainkan guru harus bisa memotivasi siswa agar belajar lebih giat lagi, membaca lebih tekun lagi, memperhatikan guru secara seksama dalam kegiatan belajar mengajar. Kalau guru menanamkan nilai dari segi proses dalam belajar, siswa tidak akan terbebani oleh tuntutan menadapatkan nilai yang bagus, sehingga tindakan mencontek dapat diminimalisir.

stop mencontekGuna mendapatkan nilai yang baik diperlukan sebuah usaha yang benar. Inilah yang dilupakan oleh orang Indonesia. Mereka memang benar melakukan usaha, namun usaha mereka adalah usaha yang mengambil jalan pintas tanpa memikir ke depannya. Orang-orang yang rajin mencontek nanti pada akhirnya akan ketagihan. Mencontek seperti narkoba, sangat berbahaya dan merusak masa depan. Kalau tidak segera bertaubat nasuha, orang yang suka mencontek akan mengalami ketergantungan dari tindakan tersebut. Sehingga mencetak manusia-manusia yang tidak bisa mandiri. Sering kegiatan mencontek dilakukan untuk pembenaran jargon bersama kita bisa. Mereka lupa bahwa sendiri juga bisa untuk mendapatkan nilai yang sempurna. Saatnya kita melawan dunia, dunia para pendusta yang menghalalkan berbagai cara guna memperolah apa yang mereka inginkan.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s