simbol-ternateTernate merupakan salah satu kerajaan Islam yang besar dalam sejarah Indonesia. Kerajaan Ternate terletak di pulau Maluku, pulau yang kaya akan rempah-rempah. Rempah-rempah berfungsi sebagai obat dan bumbu masak yang berguna untuk menghangatkan banda. Kerajaan ini berdiri sekitar abad ke-13 yang merupakan gabungan dari lima kerajaan yaitu Seram, Obi, Bacan, Ambon dan Ternate yang terkenal dengan sebutan uli lima. Kerajaan Ternate berkembang menjadi daerah yang maju dalam bidang perdagangan. Islam di Ternate dibawa oleh orang-orang dari Jawa khususnya Jawa Timur. Raja-raja Ternate memperdalam ilmu tentang agama Islam kepada Sunan Giri.

ternateDi pulau Maluku juga terdapat kerajaan lainnya, yang penting adalah Kerajaan Tidore. Kalau Ternate merupakan persekutuan dari uli lima, Tidore merupakan persekutaan yang disebut uli siwa antara lain Tidore, Makean Halmahera, Pulau Raja Ampat, Kai, Jailolo, Papua dan daerah sekitarnya. Pada awalnya hubungan antara Ternate dan Tidore berjalan baik, akan tetapi setelah kedatangan bangsa barat hubungan itu memudar dan kemudian terjadi permusuhan. Ternate dibantu dengan Portugis sedangkan Tidore dibantu oleh Spanyol. Pada akhirnya terjadi Perjanjian Saragosa antara Portugis dan Spanyol yang memutuskan bahwa Spanyol harus meninggalkan Maluku. Semenjak itu bangsa Portugislah yang melakukan monopoli perdagangan di Kepulauan Maluku.

Pada awalnya kedatangan bangsa Portugis disambut baik oleh orang Maluku. Ternate mengizinkan Portugis mendirikan benteng Saint John (1522) di Ternate. Keramahan rakyat Maluku kemudian dinodai oleh Portugis dengan bentuk keserakahan mereka. Bangsa Portugis memaksa orang-orang di Maluku untuk menjual rempah-rempah hanya kepada mereka. Monopoli perdagangan inilah yang membuat kemarahan rakyat Maluku. Pada tahun 1533 rakyat Ternate membakar benteng Portugis dibawah pimpinan Dejalo. Rekasi Portugis dalam menghadapi perlawanan rakyat Ternate yaitu dengan mengirim bantuan pasukan dari Malaka yang dipimpin oleh Antonio Galvao.

sultan BaabullahAntara Ternate dan Tidore kemudian bersatu untuk mengusir Portugis. Sultan Hairun menyatukan rakyat dan mengobarkan semangat untuk melawan Portugis. Tindakan ini sangat berhasil yang membuat Portugis terdesak. Kemudian Portugis menawarkan perundingan. Pada tahun 1570 terjadi perundingan antara Lopez de Mesquite dan Sultan Hairun. Namun tidak lama dari perjanjian tersebut, Portugis membunuh Sultan Hairun. Hal ini menyulut kemarahan rakyat Ternate. Sultan Baabullah (anak dari Sultan Hairun) kemudian memimpin rakyat Ternate untuk melawan Portugis. Pada tahun 1575, Sultan Baabullah berhasil mengusir Portugis dari Ternate untuk kemudian pergi ke Ambon. Pada akhirnya Portugis harus menyingkir dari kepualauan Maluku setelah diusir oleh VOC (1605). Setelah terusir dari Ambon, Portugis melarikan diri ke Timor-Timur.

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

3 responses »

  1. dianaan berkata:

    hgtrhhhhhhhhhhhhhyyyyyyyyyyyyj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s