pers di indonesiaPers berasal dari bahasa Belanda, Press dalam bahasa Inggris dan Presse dalam bahasa Perancis yang berarti tekan dan cetak. Menurut UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegaiatan jurnalistik yang meilputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi. Selain itu pers juga memiliki beberapa pengertian:

  1. Pers dalam arti sempit yakni media cetak
  2. Pers dalam arti luas yakni meliputi semua barang cetakan yang ditujukan untuk umum.

Pers dalam ensiklopedia Pers Indonesia berarti metupakan sebutan bagi penerbit, perusahaan kalngan yang berkaitan dengan media masa atau wartawan. Sedangkan menurut Undang-Undang Pers No. 11 tahun 1996 yang mengatur tentang .ketentuan umum, pasal 1 yakni: Pers adalah lembaga kemasyarakatan, alat revolusi yang menipunyai karya sebagai salah satu media komunikasi massa yang bersifat umum berupa penerbitan yang teratur terbitnya dilengkani atau tidak dilengkapi alat-alat milik sendiri berupa percetakan, alat-alat klise, mesmstensil atau tenik-teknik lainnya

Perkembangan Pers Indonesia

  1. Pers Zaman Belanda
  • Manfaat pers untuk mencetak setiap aturan hukum atau perjanjian
  • 1624 mesin percetakan pertamakali tiba di Indonesia
  • Pers pada zaman Belanda diantaranya:
  • Bataviase Nouvelles, selembar kertas ukuran folio, terdiri dari dua halaman berisi dua kolom
  • Bataviase Koloniale
  • Vendu Nieuws
  • Java Governmen Gazette (pada masa pemerintahan Inggris)
  • Javasche Courent
  • 1813 muncul surat kabar swasta. Surat kabar swasta lebih lambat dibandingkan milik pemerintah dikarenakan factor berikut:
  • Tidak ada tenaga terampil
  • Sulit mendapatkan alat
  • Sedikitnya anak-anak pribumi yang berpendidikan
  • Contoh: Bianglala dan Bromartani
  1. Pers Zaman Pegerakan
  • Pers menyuarakan kepedihan, penderitaan, kesengsaraan dan sekaligus mendorong untuk memperbaiki nasib dan kedudukan bangsa.
  • Pada masa pergerakan berdirilah kantor Berita Nasional Antara pada tanggal 13 Desember 1937.
  • Contoh pers: Soendo Berita, Saratomo (SDI), Medan Priyayi, De Express (indische Partij), Pawarta Oemoem (Parindra) dan Darmo Kondo (Budi Utomo).
  1. Pers Zaman Pendudukan Jepang
  • Pers semata-mata menjadi alat pemerintah Jepang
  • Pers mengalami tekanan lebih berat dibandingkan pada masa penjajahan Belanda yaitu control ketat melalui Undang-Undang Penguasa (Osamu Sairi) no 16 tentang Pengawasan Badan-Badan Pengumuman dan Penerangan
  • Contoh pers: Suara Asia dan Asia Pos
  • Dampak positif pers zaman Jepang:
  • Pengalaman orang Indonesia dalam pers brtambah
  • Penggunaan bahasa Indonesia
  • Adanya pengajaran agar rakyat berpikir kritis
  1. Pers Pada Masa Revolisi Fisik
  • 17 Agustus 1945 Indonesia Merdeka, pers berperan sebagai alat penguasa untuk mendapatkan dukungan rakyat dan melawan strategi pecah belah Belanda.
  • 9 Februari 1946, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) lahir
  1. Pers Demokrasi Liberal
  • Landasan pers: konstitusi RIS 1949 dan UUD S 1950
  • Sering terjadi penutupan pers (pemberedelan)
  • Empat surat kabar terbesar pada masa demokrasi liberal:
  • Harian Rakyat (PKI)
  • Pedoman (PSI)
  • Suluh Indonesia (PNI)
  • Abadi (Masyumi)
  • Surat Izin Terbit (SIT) tanggal 1 Oktober 1957 mengawali kematian pers.
  1. Pers Demokrasi Terpimpin
  • Pers terpimpin merupakan pers yang lebih banyak menjadi alatpenguasa daripada alat penyambung lidah rakyat
  • Ketentuan pers masa Demokrasi terpimpin diantaranya:
  • Pers berbahasa Cina dilarang
  • Diarahkan kepada pemulihan berlakunya UUD 1945
  • Isi berita harus sesuai Manipol USDEK
  1. Pers Orde Baru
  • kebebasan persOrde baru menjadikan pers sekedar institusi politik yang harus diatur dan dikontrol
  • Banyak pers yang dibredel dengan alasan meresahkan masyarakat dan menyinggung SARA, contoh pers yang dibredel : tempo, Editor dan Simponi/
  1. Pers Pasca Orde Baru
  • Pemerintah menjamin kebebasan pers
  • Pers nasional melaksanakan peran penting dalam mengawal demokrasi, supremasi hukum, keadilan dsb.

Fungsi dan Peranan Pers Indonesia

Fungsi Pers

Fungsi pers dalam Undang-undang nomer 40/1999 adalah

Dewan_persFungsi Infromasi: Memberikan informasi banyak hal kepada masyarakat. Fungsi ini merupakan fungsi yang utama, karena khalayak yang membeli surat kabar memerlukan informasi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi, gagasan dan pikiran orang lain, serta apa yang dikatakan orang lain. Zaman Informasi membuat pers semakin penting bagi masyarakat. Informasi langsung bisa didapatkan masyarakat setiap saaat dalam waktu yang cepat.

Fungsi Pendidikan: Pers-pers memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga masyarakat bertambah pengetahuan dan wawasannya. Yang dimaksud dalam fungsi ini adalah pers yang memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan (mass education), sehingga khalayak pembaca bertambah ilmu pengetahuannya.

Fungsi Menghibur: Merupakan fungsi surat kabar untuk mengimbangi berita-berita berat (hard news) dan artikel-artikel berbobot. Maksud pemuatan isi surat kabar yang bersifat hiburan ini semata-mata untuk melemaskan pikiran pembaca setelah di hidangi berita dan artikel berat

Fungsi Kontrol Sosial: Fungsi control terdapat unsur-unsur sebagai berikut:

  • Social participation (keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan)
  • Social responsibility (pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat)
  • Social support (dukungan rakyat terhadap pemerintah)
  • Social control (kontrol masyarakat terhadap tindakan-tindakan pemerintah)

Tujuan fungsi kontrol pers adalah

  • Menjaga agar undang-undang yang telah dibuat dijalankan sebaik-baiknya oleh semua pihak
  • Melindungi hak-hak manusia dari tindakan sewenang-wenang
  • Melindungi kepentingan masyarakat baik kepentingan politik, sosial ekonomi maupun budaya
  • Menjaga agar jalannya pemerintah sesuai dengan UU
  • Menjaga agar dalam pengguanaan budget sesuai dengan sasaran dan tujuan
  • Melakukan koreksi terhadap pemerintah
  • Mendukung pemerintahan yang demokratis

Pers Sebagai Lembaga Ekonomi

Menurut F. Rachmadi (1990: 17), tugas pers adalah:

  • Pers dapat memperluas pandangan. Melalui pers, orang dapat mengetahui kejadian-kejadian yang dialami negara lain.
  • Pers dapat memusatkah perhatian khalayak dengan pesan-pesan yang ditulisnya, Dalam masyarakat modem, gambaran kita tentang lingkungan yang jauh diperoleh dari pers dan media massa lainnya. Masyarakat mulai menggantungkan pengetahuan pada pers dan media massa lainnya.
  • Pers mampu menumbuhkan aspirasi. Dengan penguasaan media, suatu masyarakat dapat mengubah kehidupan mereka dengan cara meniru apa yang telah disampaikan oleh media tersebut.
  • Pers mampu menciptakan suasana membangun. Melalui pers dan media massa dapat disebar luaskan inform asi kepada masyarakat. Ia dapat memperluas cakrawala pemikiran serta membangun simpati.

 

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s