Jambuuuuuuuu

tanda-tanyaAnak-anak di republik para begundal pertumbuhan psikologis lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan umur atau bisa dikatakan mereka dewasa sebelum waktunya. Kalau Robert Maltus, mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk mengikuti deret ukur sedangkan peningkatan produksi pertanian mengikuti deret hitung??? Mungkin saat ini tidak ada korelasi yang signifikan antara perkembangan rohani dengan pertumbuhan jasmani. Pikiran kotor mereka berkembang begitu saja akibat pergaulan dan perkembangan teknologi. Kita sering menjumpai anak-anak yang memakai pakaian tidak pantes untuk mereka kenakan. Mereka juga memakai make up tidak sesuai dengan umur. Dan mereka juga bertingkah laku tidak sesuai dengan umurnya. Lihatlah anak taman kanak-kanak zaman sekarang sudah berani-beraninya pacaran. Nama panggilan sayangpun juga keterlaluan, papah dan mamah. Padahal usia mereka baru berapa coba????? entahlahhh

Sejarah kata entahlah bermula ketika ada seorang wanita yang sedang hatinya gundah gulana. Dia mengalami kebingungan ketika dihadapkan pada pilihan, dia harus memilih satu dari dua orang lelaki yang memiliki karakter yang sangat berbeda. Yang satu bertubuh gendut, yang kedua kurus tubuhnya. Terus yang satu kelihatan kuat yang satu lebih merakyat. Yang satu kelihatan ganas yang satunya terlihat gembel. Kebingungan itu membuat si wanita sulit berpikir mana yang harus dia pilih. Maka dari itu, kebingungan tersebut kemudian diwariskan kepada generasi selanjutnya, entah benar entah salah…entahlahhh

Tauladan dari orang sekelilingnya, dan terutama peranan media merupakan faktor anak berbuat seperti itu. Orang tua terkadang lupa memberikan tauladan yang baik bagi anaknya, mereka sibuk dengan mencari harta dunia. Mereka beranggapan tugas orang tua mencari uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Anak-anak cukup dititipkan di sekolah dan menjadi tanggung jawab guru. Apabila ada kesalahan cukup menyalahkan guru, dan mengganggap guru sebagai biang keasalahan. Beberapa oknum guru juga menciderai korps pahlawan pembangun insan cendikia ini. Sering kita mendengar berbagai kisah memilukan yang dilakukan oleh para guru terhadap muridnya. Saking cintanya kepada murid atau memang kegagalan perguruan tinggi mencetak guru yang berkarakter kuat dan cerdas. Kasihan bapak Oemar Bakrie yang selama ini benar-benar mengabdikan diri untuk negeri ini. Katanya menjadi guru yang berbakti itu memang makan hati.

televisiMedia juga memberikan peranan yang besar dalam merusak otak anak-anak di negeri para begundal. Anak-anak setiap hari berinteraksi dengan media sosial, baik itu telivisi maupun internet. TV di negara begundal sudah mengalami penururnan kualitas acara. Mana yang lagi laku dipasaran, seolah membuat tv lain termotivasi untuk membuat acara yang sama. Banyak adegan yang tidak senonoh diperlihatkan di tv sehingga menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak untuk melakukannya. Anak-anak itu seolah dengan mudah menerima hal-hal yang buruk. Terus entah apa kerja dari lembaga sensor

Perkembangan sosial media di negeri para begundal juga semakin menjadi. Negara begundal adalah salah satu negara yang hampir sebagain besar penduduknya pengguna facebook (fb). Hampir setiap orang memiliki fb,bahkan ada satu orang yang memiliki fb lebih dari satu akun. Sebenarnya penggunaan media juga bisa berdampak positif bagi anak, sosial media bila digunakan secara bijaksana akan berdampak positif bagi perkembangan anak. Akan tetapi selama ini, penggunaan sosial media jauh dari harapan untuk digunakan sebagai proses pembelajaran. Sosial media menjadi musuh, mendekatkan hal jauh dan menjauhkan hal yang dekat. Entah berul entah tidak, entahlah

begundalBila kita mengamati acara tv, sungguh mengenaskan dunia pertelevisian di negara begundal. Sedikit sekali kita menemui acara yang bermutu, berguna bagi proses pendidikan menjadi anak yang baik. Acara tv kita dipenuhi hal-hal yang mistis yang memang sih menunjukan kebudayaan asli, tapi ya nggak gitu-gitu juga kali…judul film juga aneh-aneh, ada suster ngesot, pocong, hantu suster keramas, hantu puncak datang bulan, hantu jeruk purut, entah itu hantunya yang menakutkan atau entah buahnya yang menggemaskan.

Ada yang namannya ganteng-ganteng munyuk, manusia harimau, tujuh manusia harimau entah apalagi sinetron yang menceritakan tentang manusia super atau hewan jadi-jadian. Negara kita terlalu terinspirasi dengan budaya asing tanpa memiliki filter yang mampu menyaring apakah budaya tersebut sesuai dengan kepribadian negara para begundal. Acara musik pun menjadi-jadi, banyak acara musik dikemas sedemikian rupa sehingga terkadang membuat kita lupa sebenarnya apa yang kita tonton. Entah itu musiknya, entah goyangannya, entah gamesnya, entah curhatnya, entah apa aja

Mengenai lagu, banyak lagu di negara para begundal yang tidak mendidik. Bangsa ini sering latah dan hanya ikut-ikutan. Apabila ada sesuatu yang lagi hot, semua mengekspos hal tersebut habis-habisan. Namun beberapa waktu kemudian lagu tersebut hilang dengan sendirinya ganti dengan lagu lain, terus berulang seperti itu, seolah berjalan jauh tapi ternyata tetap di tempat. Hal yang sama juga melanda dalam dunia korupsi, satu kasus belum selesai sudah ada kasus lainnya lagi. Mungkin itu sebagai pengalihan isu atau entah untuk apa. Lagu satu booming dalam waktu yang cepat dan hilang dalam waktu yang cepat pula. Mendapatkan cepat pacarakan cepat pula putusnya. Tuh lihat mencari alamat palsu saja belum selesai, malah dia naik kereta malam, sudah turun kemudian minum oplosan, low saat ini malah sakitnya cudini kan. Entah nanti ada judul lagu apalagi…

Ada lagu cinta satu malam, satu jam saja, cabe-cabean, belah duren, hamil duluan, selimut tetangga terus entah apalagi judul lagu yang tidak pantas dinyanyikan oleh anak-anak TK. Mungkin anak-anak TK saat ini sudah nggak tahu lagu anak-anak seperti balonku ada lima, pelangi-pelangi, cicak-cicak di dinding, hingga naik delman mereka sudah lupa karena sekarang anak-anak sudah naik mobil. Ada sebuah kontes bernyanyi anak-anak, salah seorang peserta menyanyikan lagu mungkin lagu untuk orang-orang dewasa dengan sangat merdu. Dewan juri sangat senang dengan bakat anak tersebut. Namun saat peserta tersebut disuruh menyanyikan lagu anak-anak, anak tersebut tidak bisa. Terus siapa yang harus dipersalahkan??? entahlahhhhhhhhh

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

7 responses »

  1. […] perbedaan-perbedaan orang-orang saat ini dengan orang-orang pendahulu kita pada masa lalu dan entah apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Katanya masa kini (present) merupakan jembatan […]

  2. […] Entah sudah berapa puluh lagu yang ku dendangkan dari tadi. Suara sumbangku mencoba melawan suara air yang gemricik di atap rumahku. Atap rumahku ya seperti atap rumah orang Jawa lainnya Yanindra, tidak beratap tumpang seperti masjid yang katanya itu merupakan bentuk akulturasi antara kebudayaan asli bangsa kita dengan budaya hindu dan Islam. Bangsa kita semenjak dulu terkenal sebagai bangsa yang toleran Yanindar. Hal itu terbukti dengan adanya kalimat dalam kita sutasoma yang dapat kamu temui di cengkram burung garuda, bhineka tunggal ika. […]

  3. […] Entah siapa yang memulai untuk melakukan demo ini, Yanindra. Demo ini aku setuju-setuju saja asalkan niatnya lurus dan bermuara untuk membangkitkan bangsa dari keterpurukan selama ini. Aku setuju-setuju saja kalau demo kali ini bisa menghasilkan terobosan baru bagi pemecahan masalah bangsa. Bangsa kita ini sedang mengalami banyak masalah, Yanindra, malah ada yang bilang kalau negara kita ini sedang mengalami masa-masa darurat masalah. Masalah belum selesai meskipun pimpinan KPK sudah berganti, masalah narkoba masih ada meski para pengedar sudah kehilangan nyawa, sekarang malah ada masalah lama tapi baru masalah prostitusi. Bangsa kita ini sudah mengalami banyak masalah, jangan ditambah dengan masalah yang ditimbulkan akibat adanya demonstrasi yang berujung dengan anarkisme. […]

  4. […] fotonya di Koran itu sih nggak karna prestasinya Yanindra, tapi ya gara-gara kecantikannya. Entah itu hanyak kebiasaan membaca buku, menonton film, atau entah apa yang tidak bermutu namun karena […]

  5. […] Itu bukan begitu saja terjadi Yanindra, hujan tidak begitu saja akan turun, ada prosesnya Yanindra, entah itu panjang atau pendek, namanya siklus hidrologi. Daun tidak akan begitu saja berguguran tanpa […]

  6. […] hitungan menit sms yang kamu kirim sampai ke hp ku. Beda dulu beda dengan yang sekarang, Yanindra. entah enak zaman dahulu atau sekarang, aku kurang begitu […]

  7. […] saja, mbok menowo nanti diterima kan ya malah alhamdulilah. Kalau ditolak ya sudah cari yang lain. Entah itu culan tunggal, calon ganda, nggak masalah, yang penting kan ada yang […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s