yang sudah yang sudahlah, dan yang berlalu biarlah berlalu, kamu harus move on

putusItu kira-kira satu nasehat kepada pasangan kita yang masih mencintai kita sementara kita sudah nggak mencintainya lagi. Adakalanya pasangan kita sangat mencintai kita, namun kita tidak mengharapkan cintanya. Agar kita tidak nampak terlihat jahat, kita harus mampu menghiburnya agar dia bisa move on. Menolong orang untuk move on itu sungguh mulia lho. Coba bayangkan orang yang patah hati itu apa-apa nggak enak. Makan nggak enak, tidur nggak nyenyak, ujung-ujungnya terkena penyakit tifus, kasihan kan…

Tapi apa bener yang berlalu biarlah berlalu? Apakah mungkin kita bisa dengan begitu cepat melupakan masa lalu, entah itu kenangan pahit atau kenangan manis akan selalu terkenang dalam kehidupan kita. Pacar pertama mungkin akan sangat terkesan karena dialah orang yang pertama merasakan cinta gila dari kita. Cinta gila??? Ya bener, cinta itu benar-benar gila. Kita akan berbuat apa saja demi pasangan kita. Apa yang nggak mungkin kita lakukan saat sedang jomblo tiba-tiba entah sadar entah tidak kita melakukannya, demi membuat pasangan kita senang.

Dan yang paling terkenang adalah pasangan terakhir kita. Dia menemani saat raga kita mulai menua. Dia yang memijit pundaknya ketika malam saat kau pulang kerja dan merasakan kecapekan. Dia wanita yang menyeka air matamu ketika beban itu terlalu berat dibahumu hingga membuat air mata menetes dipipimu. Dan dia pula yang menyiapkan sarapan pagi untukmu, dan dia adalah wanitamu, pengabdi dalam hidupmu.

Mungkinkah kita bisa melupakan peristiwa yang membahagiakan, ketika pertama kali menatap matanya kemudian jatuh cinta padanya? Dan dapatkah engkau melupakan ketika engkau dengan gagah berani menyatakan padanya bahwa engkau mencintainya?? Mungkin tanggal jadian akan terlupakan, tapi momen saat engkau menembak akan selalu terkesan. Dan bisa dijadikan sebegai referensi dimasa yang akan datang.

Kalau yang lalu biarlah berlalu, kasihan ribuan guru sejarah yang harus menganggur karena anak didik sudah enggan lagi belajar sejarah. Kasihan banyak prodi pendidikan sejarah di berbagai universitas tutup, dosen-dosen banyak yang menganggur, kasihan para kucing tidak mendapatkan makan lagi karena majikan juga sulit mendapatkan makanan sendiri. kalau pelajaran sejarah dihapuskan anak didik pasti tidak tahu cerita tentang perjuangan lelaki hebat yang berupaya mendapatkan wanita yang dia cintai. Bandung Bondowo bukanlah untuk menyebutkan jarak kota melainkan dialah lelaki yang tampil dengan maco menyanggupi syarat seorang wanita untuk mau dipinangnya dengan jalan membuat seribu candi. Padahal dia sedang diphpin si cewek. Benar-benar cakitnya cudicini

Dan mungkin nanti anak didik tidak tahu bahwa jaman dahulu negara begundal pernah mengalami kejayaan dengan berhasil menguasai seluruh kepulaun nusantara. Rakyat hidup dengan gemah ripah loh jinawi tata titi tentrem kerta raharja. Kehidupan terpenuhi, sandang pangan papan hingga hiburan mereka dapatkan. Anak generasi masa yang akan datang mungkin hanya akan tahu bahwa negara ini adalah negara begundal, ketika sesuatu yang dilarang malah dilakukan, peraturan dibuat untuk dilanggar.

Generasi masa depan mungkin juga tidak akan tahu menahu kisah pilu perjuangan para pemuda era dulu ketika bangsa ini melepaskan belenggu penjajahan yang mengengkang gerak bebas kita. Dari penyobekan bendara hingga perang puputan pernah dilakukan orang pendahulu kita guna merebut kebebasan dari penjajahan. Bagaiman gembiranya kita, ketika tentara Indonesia berhasil mengusai Yogya hanya selama enam jam, hanya enam jam. Sudah berapa juta manusia yang berkorban demi kemerdekaan?? Apakah jasa mereka sudah tidak dianggap lagi sehingga kita berbuat sesuka hati. Kita selalu menuntut hak dari negara namun kita lupa, jasa apa yang telah kita berikan kepada negara tercinta ini.

Pernahkah kalian melihat secara seksama gambar siapa yang tertempel di gambar mata uang??? Dia bukanlah orang yang datang dari masa depan, namun merekalah orang-orang dari masa lalu yang berani mengusir penjajah hanya menggunakan bambu runcing, keris bahkan hanya sebatas ketapel. Mungkinkah kita bisa meniru mereka? Orang-orang yang terpampang di mata uang, nama mereka digunakan sebagai nama jalan, bandara, atau bahkan stadion sepak bola.

Bangsa kita butuh tokoh yang menginspirasi agar terjadi perubahan. Tokoh inspiratif bisa diambilkan dari tokoh sezaman atau bisa dari tokoh masa lalu yang namanya tetap abadi tidak lapuk oleh waktu. Media kita, khususnya televisi sudah lupa dengan hal tersebut. Para pengusaha pemilik media sibuk dengan berbagai acara yang bisa menghasilkan profit bagi perusahan. Rakyat kecil miskin inspirasi, mereka menjadi lupa bahwa dulu pak Jokowi adalah orang biasa-biasa saja dan sekarang menjadi Presiden Republik Indonesia.

Padahal dipikir-pikir, guru yang paling mesakne itu guru yang mengajar materi pelajaran sejarah. Guru tersebut mesti sering dicemooh oleh guru lain, saat semua berpandangan ke depan, dia malah melihat kebelakang. Malah ada yang menyatakan bahwa seumpama sepeda motor, sejarah diibaratkan spion. di negeri para begundal katanya guru sejarah akan botak dibagian belakang dikarenakan mengajarkan masa lalu. Hal ini membuat guru sejarah setengah hati untuk menjalankan tugasnya. Guru sejarah adalah guru dengan beban materi yang suangat banyak, bayangkan saja dari peristiwa ketika bumi terbentuk hingga peristiwa masa kini, dari peristiwa di Ngawi hingga peristiwa yang ada di Yunani. Kasihan guru sejarah, lihatlah mereka nampak tua dan lelah.

“Yang lalu biarlah berlalu”

Ini juga merupakan salah dari sebagian guru sejarah yang mengajar hanya sebagai rutinitas bukan mampu memberikan nilai kebaikan kepada anak didik. Guru sejarah hanya mencekoki anak didik dengan hafalan tahun, peristiwa dan tokoh-tokoh tanpa mampu menanamkan nilai dan karakter yang bisa diambil dan ditauladani dari tokoh atau peristiwa sejarah. Guru hendaknya sebagai matahari dalam memancarkan nilai kebaikan yang mampu menjadikan anak didik mengalami perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

Sejarah harus dijadikan sebagai sumber referensi untuk masa kekinian. Peristiwa yang terjadi pada masa kini mungkin sudah terjadi di masa lalu dengan peristiwa yang berbeda namun memiliki ciri-ciri yang sama. Belajar sejarah mengajarkan kepada kita agar menjadi lebih bijaksana. Dulu punya mantan yang cantik namun sering menyakiti hati, dari belajar sejarah kita mencari pacar yang pas-pasan saja namun mencintai kita sepenuh hati.

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s