bung karnoPanitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai adalah salah satu badan yang dibentuk oleh Jepang. Badan tersebut menindaklanjuti hasil dari sidang BPUPKI. BPUPKI dan PPKI adalah badan buatan dari Jepang. Jepang mendirikan BPUPKI dan dilanjutkan dengan PPKI merupakan salah satu daya tawar kepada bangsa Indonesia untuk membantu Jepang dalam menghadapi Sekutu dalam perang Asia-Pasifik. Pada awalnya (1942), memang Jepang mengalami kemenangan, akan tetapi lama kelamana tentara Sekutu yang dipimpin Amerika Serikat mampu mengalahkan Jepang di berbagai front pertempuran.

BPUPKI yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat merupakan badan awal yang bertugas mempersiapkan hal sesuatu yang berhubungan dengan sebuah Negara merdeka, diantaranya dasar Negara dan Undang-udang dasar. Hasil dari sidang BPUPKI 1 dan 2 menghasilakan dasar Negara yang terkenal dengan Pancasila hasil dari Piagam Jakarta yang dibuat oleh panitia Sembilan. Setalah berhasil membuat berbagai persiapan tersebut, maka badan tersebut diganti dengan PPKI. Hal ini juga dipengaruhi oleh keadaan perang yang memperlihatkan tanda-tanda akan kekalahan Jepang. Salah satunya adalah bom atom di kota Hirosima (6 Agustus 1945).

PPKI dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945, merupakan badan yang akan mempersiapkan penyerahan kekuasaan pemerintah dari bala tentara Jepang kepada bangsa Indonesia. Janji Jepang memang sangat menggiurkan bagi bangsa Indonesia. Pemerintah Jepang sendiri seakan serius dalam pemberian janji tersebut, sehingga tokoh-tokoh yang berjuang secara kooperatif seperti Bung Karno dan Hatta mau bekerjasama dengan Jepang. Pembentukan PPKI langsung ditangani oleh Mersekal Terauci yang menjabat sebagai panglima bala tentara Jepang di Asia Tenggara yang berkedudukan di Dalat Vietnam.

Anggota PPKI terdiri dari 21 orang yang berasal dari berbagai pulau diantaranya Jawa (21), Sumatera (3), Sulawesi (2), Kalimantan, Sunda Kecil, Maluku dan golongan Cina masing-masing diwakili 1 orang. Sebagai ketua PPKI adalah Bung Karno dan sebagai wakil Bung Hatta. Anggota PPKI yaitu: Bung Karno, Bung Hatta, Radjiman, Otto Iskandardinata, Wachid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Suryohamijoyo, Sutarjo Kartohadikusumo, Supomo, Abdulkadir, Poeroebojo dan Suroso berasal dari Jawa, Amir Syarifudin, Teuku Moh Hasan dan Abdul Abas dari Sumatera, Ratulangie dan Andi Pangeran dari Sulawesi, Hamidan (Kalimantan), Gusti Ktut Puja (Sunda Kecil), Latuharhary (Maluku) dan Yap Chuan Bing wakil dari etnis Cina.

Di kemudian hari anggota PPKI ditambah enam orang tanpa sepengetahuan Jepang. Maksud penambahan ini merupakan bentuk simbolis bahwa PPKI bentukan orang Indonesia bukan bentukan dari Jepang. Kemudian PPKI menjadi alat penting dalam usaha melengkapi keperluan yang dibutuhkan dalam satu Negara merdeka.

Pada saat pelantikan yaitu pada tanggal 9 Agustus 1945, ketiga tokoh nasional Soekarno, Hatta dan Radjiman W, dipanggil ke Dalat Vietnam. Tujuannya adalah mendengarkan instruksi dari pemerintah Jepang terhadap langkah selanjutnya dari PPKI. Pada pertemuan tangal 12 Agustus, Terauci mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia akan dilakukan pada tanggal 24 Agustus 1945 dengan wilayah Indonesia meliputi seluruh wilayah bekas Hindia-Belanda. Setelah itu kemudian Soekarno dan rombongan kembali ke Indonesia. Pada tanggal 15 Agustus terjadi peristiwa besar yang seakan-akan memupuskan kemerdekaan Indonesia, Jepang menyerah kepada Sekutu dan menyuruh Jepang untuk tetap mempertahankan status quo. Janji kemerdekaan hilang, janji status quo yang datang.

Kemudian terjadilah peristiwa Rengasdengklok yang mana terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua. Pangkal dari permasalahannya adalah mengenai waktu dan pelaksana proklamasi. Golongan muda ingin segera, golongan tua nanti dulu. Golongan muda menolak proklamasi dilakukan oleh PPKI, sedangkan golongan tua akan mengadakan rapat PPKI pada tanggal 16 Agustus. Guna mendesak Soekarno-Hatta segera memproklamasikan kemederkaan, para pemuda bertindak nekad dengan menculik kedua tokoh tersebut ke Rengasdengklok. Dan pada akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia menyatakan diri kemerdekaan tanah ibu pertiwi dari penjajahan.

Setelah itu, PPKI memerankan hal yang penting dalam proses penyusunan lembaga-lembaga Negara. Selama hayatnya PPKI melakukan tiga kali sidang. Sidang pertama dipenuhi dengan berbagai friksi dikarenakan membahas masalah yang fundamenta, yaitu dasar Negara. Atas suatu keinginan untuk mendirikan Negara baru, maka para tokoh melakukan kompromi yaitu mengganti beberapa pasal dalam UUD 1945. Salah satunya adalah dalam hal dasar Negara yang mana piagam Jakarta dikoreksi pada sila pertamanya, hal ini dikarenakan agar tidak terjadi perpecahan bagi Negara yang baru sehari lahir. Bunyi sila pertama “ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat-syariat Islam bagi pemeluknya, dirubah menjadi “Ketuhanan YME. Hal ini menandakan kemajemukan Indonesia.

Sidang pertama (18 Agustus 1945) selain mengesahkan UUD 1945, juga berhasil menetapkan Soekarno dan Hatta sebagai presiden dan wakil presiden yang pertama di Indonesia. Pemilihan saat itu secara aklamasi atas usul dari Otto Iskadardinata. Tidak memungkinkan kalau Negara yang baru lahir langsung mengadakan pemilu. Pemilu pertama di Indonesia baru dilakukan sepuluh tahun setalah kemerdekaan (tahun 1955). Kedua tokoh tersebut dianggap tokoh yang mampu menyatukan nusantara. Kedua tokoh tersebut sangat kharistmatik yang sering disebut tokoh dwitunggal. Selain itu sidang yang pertama ini juga berhasil membentuk Komite Nasional Indonesia yang bertugas membantu presiden sebelum terbentuknya MPR hasil pemilu.

Gubernur Jatim ke-1Sidang kedua (19 Agustus 1945) menghasilkan dua keputusan penting yaitu pembagian kekuasaan dan pembagian wilayah. Pembagian kekuasaan ini berupa pembentukan kementerian sebagai pembantu tugas presiden. Pada awal berdirinya negara ini, dibentuklah 12 kementerian dalam kabinet, 4 kementerian, dan 4 lembaga tinggi negara. Hasil lain dari rapat tersebut adalah pembentukan 8 propinsi yaitu: Jawa Barat sebagai gubernur Sutarjo Kartohadikusumo, Jawa Tengah sebagai gubernur Panji Suroso, Jawa Timur sebagai gubernur Suryo, Sumatera sebagai gubernur Teuku Moh Hasan, Kalimantan (Borneo) sebagai gubernur Moh Noor, Sunda Kecil sebagai gubernur Gusti Ktut Puja, Sulawesi sebagai gubernur Ratulangi dan Maluku sebagai gubernur Latuharhari.

Siding ketiga PPKI terjadi pada tanggal 22 Agustus 1945 dengan menghasilkan tiga keputusan penting yaitu pertama mengenai pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan Komita Nasional Indonesia Daerah (KNID). Sebagai ketua KNIP ditunjuklah Kasman SIngodimedjo. KNIP disamakan dengan MPR pada saat ini. Keputusan kedua yaitu pembentukan Partai Nasional Indonesia (PNI) sebagai partai tunggal di Indonesia. Hal ini nanti mengalami banyak tentangan pada masa yang akan dating. Hasil siding ketiga adalah pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR). BKR memiliki tugas menolong korban perang. BKR terdiri dari tentara PETA, Heiho, KNIL dan berbagai lascar juang. Pada akhirnya nanti BKR dirubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat sesuai dengan maklumat tanggal 5 Oktober 1945.

Demikianlah sejarah sebuah organisasi yang dibentuk oleh Jepang yang membuat berbagai kelengkapan negara Indonesia. Dari berbagai peritiwa tersebut dapat kita mengambil hikmah bahwa sebuah kerjasama akan menghasilkan sebuah prestasi yang luar biasa. Kerja sama dilengkapi dengan kerja keras menjadi saksi keperkasaan pejuang saat itu. Sebagai generasi masa kini, seharusnya kita meneladai apa yang sudah diukir manusia sebelum kita. Kita harus menjadi bijaksana sebagai generasi sekarang. Perjuangan menjadi Indonesia hebat belum begitu saja selesai masih ada jalan panjang dan berbagai tantangan yang harus ditempuh.

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

2 responses »

  1. […] menghasilkan dasar negara, sebagai tindak lanjutnya dibentuklah PPKI atau Dokuritsu Junbi Cosakai yang tugasnya yaitu melaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. PPKI dibentuk pada tanggal 7 […]

  2. […] negara yang ada menyusul, Yanindra. Besoknya tanggal 18 Agustus, dokuritsu junbi inkai alias PPKI baru mengadakan sidang yang pertama kali dengan menghasilkan keputusan yakni mengesahkan UUD 1945, […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s