Sekilas tentang Sejarah

HerodotusPengertian sejarah dalam bahasa Inggris adalah History yang berasal dari kata benda Yunani “Istoria” yang berarti ilmu. Aristoteles mengartikan istoria sebagai penelaah sistematis mengenai seperangkat gejala alam, entah sususnan faktor atau tidak di dalam penelaahan, penggunaan itu meskipun jarang masih tetap hidup di  dalam bahasa Inggris yang disebut dengan natural history (Louis Gottschalk, 1975: 27)

Menurut pengertian yang paling umum, kata history berarti masa lampau umat manusia. Bandingkan dengan kata jerman untuk sejarah, yakni “geshichte” yang berasal dari kata “geschehen” yang berarti terjadi. Geschichte adalah sesuatu yang terjadi. Peristiwa dan kejadian itu benar-benar terjadi pada masa lampau. Di dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa sejarah mengandung tig pengertian yaitu, 1) kesusastraan lama, silsilah dan asal-usul, 2) kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau, 3) ilmu pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau (W.J.S Poerwadaminta).

Sedangkan menurut R.Moh Ali dalam pengantar Ilmu sejarah Indonesia, menyatakan bahwa sejarah mengandung arti yang mengacu pada sejumlah perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa dalam kenyataan sekitar. Sejarah adalah cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa yang merupakan realitas kehidupan. Dan sejarah adalah ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa yang merupakan realitas tersebut (R.Moh. Ali, 1965: 7-8).

ibn-khaldunIbnu Khaldun dalam buku Mukkadimah menjelaskan bahwa sejarah adalah catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradapan dunia tentang perubahan yang terjadi pada watak masyarakat. Sedangkan Herodotus yang dikenal sebagai the father of history menyatakan bahwa sejarah tidak berkembang kea rah depan serta dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia. Segala peristiwa menurut Herodotus dipengaruhi oleh perbuatan-perbuatan dewa. Pandangan dari Herodotus ini bersifat relegius.

Dari berbagai pengertian para ahli dapat diambil kesimpulan bahwa sejarah adalah sautu peristiwa yang sudah terjadi pada masa lalu. Ilmu sejarah memiliki kedudukan sebagai ilmu karena berbagai peristiwa sejarah ini disoroti sebagai suatu permasalahan dengan cara menganalisis hubungan sebab-akibat sehingga dapat ditemukan hokum-hukum sejarah tertentu yang menjadi patokan bagi peristiwa tersebut.

Ruang Lingkup Sejarah

Ilmu sejarah memperoleh kedudukan sebagai ilmu karena berbagai peristiwa sejarah ini disoroti sebagai suatu permasalahan dengan cara menganalisis hubungan sebab-akibat sedemikian rupa, sehingga dapat ditemukan hukum-hukum sejarah tertentu yang menjdi patokan bagi terjadinya peristiwa-peristiwa yang dimaksud. Oleh karena itu, hasil penelitian ilmu sejarah pada akhirnya harus dapat dipakai sebagai norma untuk pedoman bagi menilai keadaan sekarang dan memperhitungkn segala sesuatu yang mungkin terjadi pada waktu yang akan datang (Rustam Tamburaka, 1997: 5)

Dalam pengertian yang luas, kata sejarah mengandung makna segala peristiwa yang sifatnya sudah terjadi, termasuk berita faktual yang sudah terjadi. Tetapi dalam pengertian yang sempit kata sejarah dipakai untuk menunjukan karakteritik perbuatan manusia. Manusia sebagai enssociale artinya sebagai maklhuk sosial dan suatu kebahagiaan berganda masyarakat.

Pandangan ilmuwan sejarah terhadap masa lampau dipengaruhi oleh ketersediaan bukti, subyektivitas pribadi dan tujuan penulisan sejarah yang dilakukan, masyarakat dan waktu di mana ilmuwan sejarah bersangkutan hidup dan melakukan penulisan sejarah. Walaupun sejarah sebagian besar terdiri dari tulisan-tulisan tentang peristiwa-peristiwa dari sudut pandang tertentu, tetapi sering kali dipandang sebagai suatu kebenaran tanpa dipertanyakan, dikritik atau dimodifikasi. Pernyataan sejarah, sebagaimana terdapat dalam dokumen, buku atau narasi lain sering kali dipandang sebagai fakta sejarah, padahal pernyataan sejarah dapat sangat berlainan dangan kenyataan peristiwa yang sesungguhnya

Pengertian sejarah secara umum dari para ahli ialah memiliki makna sebagai cerita atau kejadian yang benar-benar telah terjadi pada masa lalu. Kemudian disusul oleh Depdiknas yang memberikan pengertian sejarah sebgai mata pelajaran yang menanamkan pengetahuan dan nilai-nilai mengenai proses perubahan dan perkembangan masyarakat Indonesia dan dunia dari masa lampau hingga kini (Depdiknas,2003:1). Namun, yang jelas kata kuncinya bahwa sejarah merupakan suatu penggambaran ataupun rekonstruksi peristiwa, kisah, maupun cerita yang benar-benar telah terjadi pada masa lalu. Pada umunya, para ahli sepakat untuk membagi peranan dan kedudukan sejarah yang terbagi atas tiga (3) hal yakni, sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai ilmu dan sejarah sebagai cerita. Untuk lebih rinci akan dijelaskan sebagai berikut:

Sejarah sebagai Peristiwa

Adalah sesuatu yang terjadi pada masyarakat manusia di masa lampau. Para ahli pun mengelompokkan sejarah agar dapat memudahkan kita untuk memahaminya yaitu :

  1. Pembagian sejarah secara sistematis; pembagian sejarah atas beberapa tema. Contoh : sejarah politik, sejarah sosial, sejarah kebudayaan, sejarah perekononiam, sejarah agama, sejarah pendidikan dan sebagainya.
  2. Pembagian sejarah berdasarkan periode waktu; sejarah Indonesia dimulai dari zaman prasejarah, zaman pengaruh Hindhu-Budha, zaman pengaruh Islam, zaman kekuasaan Belanda, zaman pergerakan nasional, zaman pendudukan Jepang, zman kemerdekaan, zaman revolusi fisik, orde lama, orde baru dan orde reformasi.
  3. Pembagian sejarah berdasarkan unsur ruang; dalam sejarah regional dapat menyangkut sejarah dunia, tetapi ruang lingkupnya lebih terbatas oleh persamaan karakteristik, baik fisik maupun sosial budayanya. Contoh : sejarah Eropa, sejarah Asia Tenggara, sejarah Afrika Utara dan sebagainya.

Sejarah sebagai peristiwa sering pula disebut sebagai kenyataan dan serba objektif. Artinya, peristiwa-peristiwa tersebut benar-benar terjadi dan didukung oleh evidensi-evidensi yang menguatkan, seperti beruapa saksi mata (witness) yang dijadikan sumber-sumber sejarah (historical sources), peninggalan-peninggalan (relics atau remains) dan catatan-catatan (recods) (Lucey, 1984:27). Selain itu, dapat pula peristiwa itu diketahui dari sumber-sumber yang bersifat lisan yang disampaikan dari mulut ke mulut. Menurut Sjamsudin (1996:78), ada dua macam sumber lisan. Pertama, sejarah lisan (oral history), contohnya ingatan lisan (oral reminiscence), yaitu ingatan tangan pertama yang dituturkan secara lisan oleh orang-orang yang diwawancarai oleh sejarawan. Kedua, taridisi lisan (oral tardisition), yaitu narasi dan deskripsi dari orang-orang dan peristiwa-peristiwa pada masa lalu yang disampaikan dari mulut ke mulut  selama beberapa generasi.

Sejarah sebagai Ilmu

Sejarah dikategorikan sebagai ilmu karena dalam sejarah memiliki “batang tubuh keilmuan” (the body of knowledge), metodologi yang spesifik. Sejarahpun memliki struktur keilmuan tersendiri, baik dalam fakta, konsep, maupun generalisasinya. Kedudukan sejarah di dalam ilmu pengetahuan digolongkan ke dalam beberapa kelompok.

  1. Ilmu sosial, karena menjelaskan perilaku sosial. Fokus kajiannya menyangkut proses-proses sosial (pengaruh timbal balik antara kehidupan aspek sosial yang berkaitan satu sama lainnya) beserta perubahan-perubahan sosial.
  2. Seni atau art. Sejarah digolongkan dalam satra. Herodotus (484-425 SM) yang digelari sebagai “bapak Sejarah” beliaulah yang telah memulai sejarah itu sebagai cerita (story telling) dan sejak saat itu sejarah telah dimasukkan kedalam ilmu-ilmu kemanusiaan atau  humaniora (Sjamsudin, 1996:189-190). Sejarah dikategorikan sebagai ilmu humaniora, terutama karena dalam memelihara dan merekm warisan budaya serta menafsirkan makna perkembangan umat manusia. Itulah sebabnya dalam dalam tahap histografi dan eksplanasi, sejarah memerlukan sentuhan-sentuhan estetika atau keindahan.

Sejarah sebagai Cerita

Dalam sejarah sebagai cerita merupakan suatu karya yang dipengaruhi oleh subjektivitas sejarawan. Hal ini berarti sejarah memuat unsur-unsur dari subjek, si penulis atau sejarawan sebagai subjek turut serta mempengruhi atau memberi “warna” , atau “rasa” sesuai dengan “kacamata” atau selera (Kartodirjo, 1992:62). Dilihat dari ruang lingkupnya terutama pembagian sejarah secara tematik, Sjamsudin dan Burke mengelompokkannya dalam belasan jenis sejarah, yaitu sejarah sosial, sejarah ekonomi, sejarah kebudayn, sejarah demografi, sejarah politik, sejarah kebudayaan rakyat, sejarah intelektual, sejarah keluarga, sejarah etnis, sejarah psikologi dan psikologi histori, sejarah pendidikan dan sejarah medis.

 Konsep Dasar Sejarah

Sejarah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mengkaji secara sistematis keseluruhan perkembangan proses perubahan dinamika kehidupan masyarakat dengan segala aspek kehidupannya yang terjadi di masa lampau. Masa lampau itu sendiri merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Masa lampau selalu terkait dengan konsep-konsep dasar berupa waktu, ruang, manusia, perubahan, dan kesinambungan atau when, where, who, what, why, dan How (no name. 2012. http:/direktoratfile.UPI/html).

Beberapa konsep yang dikembangkan dalam ilmu sejarah seperti perubahan, peristiwa, sebab dan akibat, nasionalisme, peradaban, perbudakan, waktu, feminisme, liberalisme, dan konservatisme. Penjelasan mengenai konsep-konsep tersebut adalah sebagai berikut:

Perubahan dan berkesinambungan

Ilmu sejarah mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Masa lampau memiliki pengertian yang sangat luas, bisa berarti satu abad yang lalu, puluhan tahun yang lalu, sebulan yanglalu, sehari yang lalu atau sedetik yang lalu, bahkan waktu sekarang ketika sedang membaca tulisan iniakan menjadi masa lampau. Kita harus menyadari bahwa rangkaian peristiwa sejarah sejak adanyamanusia sampai sekarang adalah peristiwa yang berkelanjutan atau berkesinambungan (continuity)

Peristiwa

proklamasiKonsep peristiwa memiliki arti sebgaai suatu kejadian yang menarik maupun luar biasa karena memiliki keunikan. Dalam penelitian sejarah, peristiwa selalu menjadi objek kajian, mengingat salah satu karakteristik ilmu sejarah adalah mencari keunikan-keunikan yang terjadi pada peristiwa tertentu, dengan penekanan pada tradisi-tradisi relativisme.

Konsep kronologi dan Periodisasi

Kronologi berarti sesuai dengan urutan waktu Peristiwa sejarah akan selalu berlangsung denganurutan waktu sehingga peristiwa-peristiwa sejarah tidak terjadi secara melompat-lompat urutanwaktunya, atau bahkan berbalik urutan waktunya (anakronis). Oleh karena itu, dalam mempelajarisejarah agar kita mendapat pemahaman yangbaik harus memperhatikan urutan-urutan kejadiannya(kronologis).Selain kronologi dalam sejarah dikenal juga istilah kronik , yaitu merupakan kisah atau catatan sejarahyang diceritakan pada berdasarkan urutan waktu. Contoh : kronik China catatan perjalanan Fa-Hien dan perjalanan I-tsing.Periodisasi adalah pembagian atau pembabakan peristiwa-peristiwa masa lampau yangs sangat panjangmenjadi beberapa zaman

Sebab dan Akibat (kausalitas)

Istilah sebab merujuk kepada pengertian faktor-faktor determinan fenomena pendahulu yang mendorong terjadinya sesuatu perbuatan, perubahan, maupun peristiwa berikutnya, sekaligus sebagai suatu kondisi yang mendahului peristiwa. Sedangkan akibat adalah sesuatu yang menjadikan kesudahan atau hasil suat perbuatan maupun dampak dan peristiwa.

Waktu

Konsep waktu dalam hal ini (hari,tanggal, bulan, tahun, windu, dan ahad) merupakan konsep esensial dalam sejarah. Begitu pentingnya mengenai waktu yang digunakan baik pada riset historis dan empiris dalam prespektif kronologis, fungsional, strukturalis, maupun simbolis. Secara alternatif, ilmuwan atau sejarawan dapat menggunakan penempatan subjektif darisaat kemarin, sekarang, dan akan datang. Mengenai pentingnya pemahaman tentang waktu, terdapat enem fungsi waktu, yaitu (a) sebagai penyelaras tindakan, (b) sebagai koordinasi, (c) sebgai bagian dalam tahapan atau rentetan peristiwa, (d) menempati ketepatan, (e) menentukan ukuran, (f) untuk membedakan suatu masa tertentu dengan lainnya.

Konsep Ruang

Ruang merupakan tempat terjadinya berbagai peristiwa, alam maupun sosial dan peristiwa sejarah dalam perjalanan waktu. Mungkin gejala suatu peristiwa sama, akan tetapi di tempat yang berbeda akan memunculkan peristiwa yang berbeda. Ruang memiliki ciri khas tersendiri dalam mewarnai suatu peristiwa sejarah.

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

3 responses »

  1. […] masa lalu (last) dengan masa yang akan datang (future). Anak-anak yang di depanku ini tidak suka Sejarah Yanindra. Mereka mengatakan bahwa masa lalu biarlah berlalu, dan untuk apa mempelajari masa lalu […]

  2. […] Indonesia nggak seperti saat ini. Andai saja kita dulu tidak dijajah oleh bangsa Barat, pelajaran sejarah mesti mudah. Stop Yanindra!!! stop mengandai-andai, itu hanya dunia maya, yang kita hadapi saat ini […]

  3. donipengalaman9 berkata:

    […] Kalau Klan di film Naruto itu hubungan darah, kalau kami, Klan Abal-abal itu tidak ada ikatan darah. Sebuah perkumpulan, biar lebih keren sebut keluarga, ini terbentuk bukan disebabkan adanya hubungan darah melainkan adanya ikatan bersama-sama dalam satu tempat yang sama dan aktivitas yang sama. Abal-Abal itu terbentuk melalui proses yang tidak sebentar. Satu persatu datang dan bahkan ada yang pergi, kemudian bersatu menjalin satu ikatan yang namanya Abal-Abal. Abal-abal adalah kumpulan dari 9 orang yang terdiri dari 5 Mahasiswa dan 4 Mahasiswi yang hidup dalam naungan Sejarah. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s