slukuPelajaran tentang hidup bisa kita dapatkan dari mana saja, dari benda hidup, benda mati bahkan hingga syair lagupun bisa memberikan pelajaran bagi kita. Pelajaran tentang hidup tidak harus kita dapatkan dari bangku sekolah, melainkan dari mana saja. Saat duduk di taman tanpa pacar, saat jalan-jalan, hingga saat berbaring kita bisa mendapatkan pelajaran. Pelajaran dari hangat matahari, dinginnya hujan, indahnya pelangi, hingga sakitnya diputusin pacar bisa dijadikan sebagai pelajaran untuk hidup. Guru terbaik bukanlah guru fisika, kimia, biologi, matematika, tapi guru terbaik dalam kehidupan adalah pak pengalaman baik dari pengalaman diri sendiri maupun pengalaman dari orang lain.

Nasehat-nasehat tentang petuah kehidupan banyak diajarkan oleh orang-orang sebelum kita. Sebenarnya ajarannya sepele tapi isinya luar biasa hebat. Orang-orang kuno melarang seseoang anak itu tanpa menggunakan kekerasan tapi menggunakan perkataan yang meluluhkan. Nasehat bisa berupa lagu atau tembang, orang Jawa sangat gemar dalam nembang. Saat leyeh-leyeh di bawah pohon sehabis bekerja bisa nembang. Bahkan saat membajak sawah dengan menggunakan sapi atau kerbau, petani jawa melantunkan tembang untuk mententramkan hati kerbau atau sapi yang digunakan untuk membajak. Mungkin bagi sebagian orang, musik jawa, gamelan, sangat membosankan. Bila kita mendengar, cocoknya dijadikan sebagai lagi pengantar tidur.

Salah satu lagu dolanan anak-anak Jawa yang memiliki unsur petuah adalah sluku-sluku bathok. Mungkin banyak dari kita yang sudah lupa dengan lagu tersebut. Tanyalah anak-anak kecil, apa mereka tahu tentang lagu tersebut? Jawabannya tidak ada yang tahu, itulah hasil survei di negara Inggris. Kalau nggak salah lirik tembangnya seperti ini:

Sluku-sluku bathok

Bathoke ela-elo

Si Rama menjang Sala

Oleh-olehe payung motha

Mak Jentit lolo lobah

Wong mati ora obah

Nek obah medeni bocah

Nek urip goleko duit

Lirik lagu tersebut sederhana akan tetapi memiliki makna yang luar biasa. Pilih pasangan yang sederhana akan tetapi dia setia. Makna lagu tersebut bila diuraikan kira-kira kayak gini:

Sluku-sluku bathok, bathoke ela-elo, “ghuslu-ghuslu bathanaka” yang artinya mandikanlah batinmu. Selama ini orang lupa, bahwa tubuh terdiri dari unsur jasmani dan rohani dan yang selama ini dimandikan dan dibersihkan hanyalah jasmani semata. Manusia lupa bahwa ada roh yang seharusnya selalu dimandikan dengan siraman-siraman tentang keagamaan. Orang sedikit demi sedikit mulai melupakan Tuhan dan terjerumus kepada masalah duniawi semata.

Bathoke ela-elobatine La Ilaha Illah”. Maksudnya senantiasa mengingat Tuhan, baik dalam waktu senang maupun di kala susah, dikala sehat maupun di waktu terkena musibah, sebab segala peristiwa yang menimpa manusia mengandung hikmah. Manusia adalah malhuk yang serba kurang, mendapatkan satu ingin dua, mendapatkan dua ingin tiga dan seterusnya. Manusia akan lupa pada Tuhan disaat bahagia, namun akan menangis-nangis pada Tuhan saat kita terkena musibah. Tuhan hanya dibutuhkan saat kita mengalami kesusahan. Sehingga apabila diberikan musibah, seharusnya kita harus bersyukur karena Tuhan mengingatkan kepada kita untuk selalu mengingatNya.

Si Rama menjang Sala yang artinya mandilah, bersucilah, kemudian kerjakan shalat. Beribadah sholat harus dalam keadaan suci baik dari hadast kecil maupun hadast besar. Saat sholat kita harus menggunakan pakaian sebaik mungkin, berpenampilan serapi mungkin. Tapi sebagian orang melakukan hal yang sebaliknya, apabila saat sholat menggunakan pakaian sederhana, namun ketika bertemu dengan pacar berpenampilan sebaik mungkin.

Oleh-olehe payung mothaLa illaha ilallah hayyun mauta” zikir kepada Tuhan mumpung masih hidup, bertobat sebelum maut. Berdzikirlah setiap hari, berbuat baik dan beramal sholeh kepada semua maklhuk ciptaan Tuhan. Dan bertobatlah sebelum ajal menjemput. Selama amal perbuatan kita baik dan tidak melupakan ibadah, mati dalam khusnul khotimah bukanlah hal yang mustahil.

Mak Jentit lolo lobah, Wong mati ora obah, Nek obah medeni bocah, Nek urip goleko duit artinya bila maut menjemput, orang mati itu hanya sak jenthitan (satu tunggingan), habis itu diam tanpa bergerak untuk selama-lamanya. Kematian seseorang tiada yang tahu kecuali sang pencipta. Jodoh rezeki dan mati sudah diatur oleh Tuhan. Sewaktu-waktu, kapanpun dan dimanapun kita bisa menemui ajal. Nampak sehat maupun sakit bisa mati. Anak-anak, remaja atau bahkan tua bisa mati, karna mati tidak mengenal usia. Saat sedang duduk, sedangkan makan seseorang bisa pulang ke alam yang lain, bahkan saat berhubungan badan seperti kisah Prabu Pandu dari negara Astina.

Orang yang sudah mati tidak akan bergerak lagi. Kalau dibergerak-gerak akan menakuti anak-anak kecil, sedangkan jika masih hidup adalah tugasnya mencari nafkah yang baik dan halal bagi keluarganya. Dalam tuntutan yang serba sulit, mencari sesuatu yang halal itu tidak mudah, setan selalu mendatangi kita dari mana saja supaya kita menempuh jalannya. Lihatlah orang-orang yang korupsi itu, bukannya mereka tidak pernah sholat atau tidak pernah mengaji, akan tetapi sholat dan mengajinya tidak diamalkan dalam perbuatan.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

2 responses »

  1. Kuswanto Wanto mengatakan:

    Sekolah bukan satu-satunya tempat untuk  mendapatkan pelajaran hidup, tapi tanpa sekolah nilai-nilai kehidupan tidak didapat secara maksimal.jadi galilah pengalaiman hidup  dimana sajadan kapan saja karena disitulah semua kegiatan akan didapat pelajaran. banyak-banyaklah belajar agar hidup lebih terarah amin

  2. […] kecil sekarang mungkin sudah nggak tahu lagu-lagu permainan zaman dahulu Yanindra, semisal sluku-sluku bathok, balonku ada lima, naik-naik ke puncak gunung, dan lain sebagainya. Kalau cinta satu malam, selimut […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s