haalteSiang ini udara lumayan panas Yanindra, sepanas hatiku saat ini. Aku tadi pergi ke kampus untuk memberikan surat undangan buat dosen. Aku hari senin akan ujian, Yanindra, doakan ya semoga acaranya lancar dan selalu diberikan kemudahan oleh Tuhan. Setelah menyerahkan surat kemudian aku berbegas untuk pulang Yanindra, aku ingin segera cepat pulang, aku kurang enak badan. Hari ini aku naik bus Yanindra, motorku juga lagi ikut-ikutan sakit. Ini aku lagi menunggu bus di halte.

Di halte ini tubuhku agak panas Yanindra, ditambah lagi panas dikarenakan sebelah ada sepasang kekasih yang sedang asyik bercanda gurau di sampingku. Masnya lagi mengantar mbaknya yang mau pulang kampung. Mereka asyik mengobrol, bercanda, tertawa terbahak-bahak berdua. Ya, itu namanya orang jatuh cinta Yanindra. Dunia dianggap milik berdua, mereka tidak memperhatikan sekitar. Mereka asyik dengan dunia cinta yang dimiliki. Sementara aku diacuhkan begitu saja, sakit Yanindra, sakit aku diacuhkan begitu saja. sakittttttttt

Di depan halte tempat aku menunggu, ada halte lain Yanindra berwarna merah, di sana nampak wanita cantik berbaju merah, memakai jeans hitam, dan bersepatu merah pula. Untuk sejenak aku melupakan apa yang ada di sekitarku, aku fokus pada mbaknya yang ada di depan. Dia cantik Yanindra, cantik sekali. Rambutnya dikuncir belakang, kulitnya putih mulus, aku selalu memandangnya dari tadi. Mobil-mobil lalu lalang tiada merubah pandanganku, aku menikmati kecantikan ciptaan Tuhan dari jauh.

Tapi aku tidak bisa hanya melihat mbak-mbak itu Yanindra. Orang disebelahku bercanda dan bergurau begitu riang. Aku sesekali melihat sepasang kekasih itu bercanda berdua tanpa mengajak aku ikut bercanda Yanindra. Mereka asyik bercanda, aku bersedih. Ya ini nasib lelaki yang menjalani cinta jarak jauh Yanindra, atau anak muda menyebutnya LDR, long distance relationship. Kalau pacarku ada di dekatku, aku mesti bisa bercanda dengan dia. Aku nggak iri seperti ini. Seharusnya yang mengantar ke halte itu pacarku, bukan temanku.

Hari yang lalu lebih tragis lagi Yanindra. Saat aku dan teman-temanku jagong kepernikahan temanku saat kuliah dulu. Semua orang berpasangan kecuali aku Yanindra. iya cuman aku yang tidak bawa pasangan. Kalau aku bawa kamu, pasti dia cemburu ke aku, Yanindra. Aku melihat teman-temanku yang membawa pasangan, ku amati satu persatu. Ada yang memakai baju sarimbit, atau bahasa kerennya couple, terus ada yang diambilkan makanan oleh pacarnya, yang lain ada yang dibersihkan keringat di wajahnya menggunakan tisu oleh pacarnya. Sementara aku, semua ku lakukan sendiri Yanindra. Itu susahnya bila memiliki pacar jauh dari sisi kita, punya pacar seolah rasanya nggak punya.

Pandanganku sejenak teralihkan dengan kedatangan tiga siswi SD Yanindra. Mereka pulang sekolah dan membeli jajanan yang ada di dekat halte tersebut. Untuk memecah kesendirianku aku mengajak ngobrol mereka. Jangan anggap aku pedofil lho Yanindra, aku masih lelaki normal. Mereka anak SD yang nggak jauh dari kampusku, setelah ku tanya beberapa pertanyaan, ternyata mereka rumahnya jauh Yanindra. Kalau berangkat dianter orang tua, tapi kalau pulang ngebis sendiri. kerennnnnnnnn

Aku ajak ngobrol mereka Yanindra, mereka menjawab semua pertanyaanku sambil menikmati jajanan yang mereka makan. Entah apa itu namanya Yanindra, itu sejenis kue goreng kalau dilihat terbuat dari telur. Pertanyaan hanya mengalir satu arah dari aku ke mereka. Ya itu cuman caraku untuk menghilangkan kebosananku, ingat aku bukan pedofil. Sesekali aku masih melihat cewek yang ada di halte sebrang jalan. Lambat laun dari kejauhan Ia nampak seperti Mbak Puan. Itu lho Yanindra, anak ibu Mega mantan presiden kita. Oh ya Yanindra, Mbak Puan sekarang jadi menteri dalam kabinet yang dibentuk Pak Presiden lho. Ia jadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Manusia.

Lho-lho, satu anak kecil melintas di depanku Yanindra. Ia berjalan ke samping halte, tidak berapa lama ia sudah dibelakangku Yanindra. apa yang dia cari? Itu gumanku. Anak itu benar-benar sangat serius mengamati sekitar Yanindra. Apa anak sekecil ini sudah mencari cowok di halte?????????

Heoheoheo

Ia ternyata mau membuang sampah Yanindra, sampah dari bungkus jajanan tadi. Iya Yanindra, serius aku. Ia dari tadi sibuk mencari tempat sampah. Pikirankan tadi sudah negatif, ku kira pingin pacaran seperti orang di sebelahku. Ternyata anak sekecil itu mencari tempat sampah, aku kagum anak sekecil itu berniat membuang sampah ke tempat yang benar. Sementara itu orang-orang yang sudah tua membuang sampah sembarangan. Mereka seharunya malu pada anak-anak kecil, yang makan selalu berdoa, sebelum tidur berdoa, mau antri, tidak merokok, jarang menipu. Indahnya masa kecil

Anak itu tidak menemukan tempat sampah Yanindra, setelah berkeliling halte bus, ia tidak menemukan tempat sampah. Benar-benar tidak ada tempat sampah Yanindra. lha wong aku juga ikut bantu. Pada akhirnya ku suruh anak itu buang bungkus tersebut di depan halte biar nanti hancur ditabrak roda-roda kendaraan. Pada akhirnya niat baik bocah kecil itu, ternodai oleh perintahku Yanindra. Aku bersedih telah mengajarkan hal yang salah bagi mereka. Aku telah merusak masa depan mereka, Yanindra.

Tambah sedihnya lagi, mbak Puan berlalu menaiki bus berwarna merah.

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

2 responses »

  1. […] sebrang jalan sana Yanindra, aku melihat seorang wanita sedang duduk di halte bus. Aku duduk di halte bus bersebrangan dengan ia. Nggak jauh sih Yanindra, tapi terasa sangat jauh karena aku belum […]

  2. […] juga. Tapi dia mencintaimu sejak pertama kali bertemu kamu di Candi Sukuh Yanindra bukan di halte bus atau bahkan di rumah para wakil rakyat yang megah, gedung […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s