lebahAkhirnya dia menyatakan cinta padamu, Aliandra. Oh ya, kali ini aku akan memanggilmu dengan nama Aliandra, nggak apa kan Yanindra? Katanya Aliandra itu sama dengan Yanindra, jadi nggak apa-apa kalau aku memanggilmu dengan nama Aliandra. Kayak orang-orang itu lho, beda agama, tapi ternyata menyebut sang pencipta dengan Tuhan, padahal mereka memiliki nama tersendiri bagi sang pencipta. Ya benar Aliandra, negara kita itu negara yang mengedepankan asas kebhinekaan, jadi nggak masalah berbeda, namun hakekatnya sama. Tapi kalau kasus BG dan BW itu beda Yanindra, ita beda………

Sebenarnya itu bukan hal yang istimewa Aliandra, sudah hampir dua tahun kalian kenal dan dia nampak serius untuk mendekatimu. Semenjak di Candi Sukuh itu sudah mulai ada geratan cinta. Aku senang mendengarnya Aliandra, kalau kamu sudah jadian dengan dia, aku turut bahagia pada akhirnya dia berani juga menyatakan cinta padamu. Aku bahagia Aliandra, iya aku jelas bahagia. Aku menjadi saksi saat kalian bertemu, dan juga melihat ketika kamu dan dia sedang di Yogya untuk tamasya bersama. Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat itu dulu tergabung dalam kerajaan Mataram Islam Aliandra, dimana raja terbesarnya adalah sultan Agung Hanyokrokusumo. Setelah Sultan meninggal, kerajaan Mataram terpecah menjadi beberapa kerajaan. Aku berharap cintamu dengan dia tidak terpecah Aliandra, satu dan untuk selamanya.

Tapi perlu kamu tahu Aliandra, akulah yang memaksa dia untuk menyatakan cinta padamu. Akulah orang yang memaksa dia untuk ngomong kalau dia sayang sama kamu. Itu aku Aliandra, orang yang sempar marah kepadanya. Batas kesabaranku akhirnya harus berhenti Aliandra, aku yang mengajarinya untuk mengucapkan kata itu Aliandra. itu aku Aliandra, iya itu aku yang memaksanya dia untuk menyatakan cinta. Dia itu ternyata butuh paksaan Aliandra, karena bagi dia mencintaimu itu lebih berharga dibandingkan memaksa kamu menjadi miliknya. Itu anggapan yang bodoh Aliandra, cinta tak harus memiliki. Kalau bagiku, dia harus memiliki kamu Aliandra.

Aku masih ingat waktu itu Aliandra

Akan aku ceritakan padamu, tapi dengan syarat kamu tidak bilang sama dia ya, nanti dia bakal malu lho. Janji ya Aliandra, seorang ksatria nggak pernah ingkar janji, aku yakin itu ada padamu.

Kisah pemaksaan itu mengingatkanku seperti yang dilakukan oleh golongan muda saat memaksa golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Aku sangat ingat itu Aliandra, dimana pada malam itu Wikana dan Darwis memaksa Bung Karno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Aku sangat ingat itu Aliandra, Wikana dan Darwis sampai tega hati mengancam gurunya sendiri, Bung Karno. Kalau tidak segera memprolamasikan akan terjadi kekacauan. Tapi Bung Karno bukan anak kecil lagi Aliandra, Bung Karno tetap tenang.

ini leherku boleh kau potong…hayo, boleh penggal kepalaku, kalian bisa membunuhku…tapi aku tidak pernah mau mengambil resiko untuk melakukan pertumpahan darah sia-sia, hanya karena kalian hendak sesuatu menurut kemauan kalian

Itu Aliandra, jawaban yang diberikan Bung Karno kepada para pemuda yang saat itu memaksanya untuk memerdekakan Indonesia, besok hari kamis tanggal 16 Agustus. Dia juga tidak mau gegabah dalam menyatakan cinta padamu Aliandra, dia merasa dia belum kuat, dia merasa masih lemah tak berdaya untuk mengatakan cinta. Sebanarnya dia sudah menyatakan cinta padamu Aliandra, melalui pesan singkat, yang tidak semua orang bisa mengetahui sebenarnya isi pesan itu.

Bung Karno yang tidak mau segera memproklamasikan kemerdekaan akhirnya diculik para pemuda, kalau bahasa agak kerennya “diamankan”. Menurutku Bung Karno tidak perlu diamankan Aliandra, Bung Karno itu selalu aman. Bung Karno diamankan ke suatu tempat yang namanya Rengasdengklok, Aliandra. Di sana beliau dipaksa untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, tapi tetap sama Aliandra, Bung Karno belum mau.

Seperti itu Aliandra, walau dia kupaksa terus menerut, dia juga belum mau untuk menyatakan cinta padamu. Pada akhirnya luluh juga keras kepala dia, Aliandra. Katanya kalian jadian tanggal sembilan? Betul itu Aliandra??

Bung Karno pernah bilang kenapa proklamasi dilakukan tanggal 17 Agustus 1945 dan bukan tanggal 16 seperti tuntutan para pemuda kepadaku Aliandra.

aku percaya sama mistik. Aku tidak dapat menerangkan yang masuk akal mengapa tanggal 17 memberikan harapan kepadaku. Tetapi aku merasakan di dalam relung hatiku bahwa dua hari lagi adalah saat yang baik. Tujuh belas adalah angka suci. Tujuh belas adalah angka keramat………hari jumat ini jumat legi. Jumat yang manis. Dan hari jumat tanggal 17. Alquran diturunkan tanggal 17. Orang Islam melakukan sembahyang 17 rakaat dalam sehari. Mengapa Nabi Muhammad memerintahkan 17 rakaat, bukan 10 atau 20? Karena kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia

Itu kata Bung Karno, Aliandra.

Pada akhirnya dia berani menyatakan cinta pada tanggal sembilan, mungkin itu angka yang keramat bagi dia Aliandra. Angka yang menurutnya mistis, seperti pandangan dari Bung Karno tadi Aliandra. Harinya aku lupa Aliandra, kalau nggak salah tanggal selasa kliwon, itu malam anggoro kasih.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

One response »

  1. […] maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s