Teratai Putih 01Kapan ia akan mengambil keputusan aku belum begitu tau Yanindra. Selama beberapa hari ini aku hanya menunggu dan terus menunggu apa yang akan ia putuskan. Putusan ini cukup penting bagi ke depannya Yanindra, ini akan membawa dampak sistemik dalam kehidupanku, layaknya kasus pemberian bantuan kepada bang senturi. Sudah dari kemarin aku tunggu-tunggu belum ada keputusan pasti dari mulut bibir manisnya. Aku sih belum pernah merasakan bagaimana bibirnya, tapi aku yakin itu manis lebih manis dari janji-janji para pejabat saat kampanye.

Beberapa hari kemarin saat aku sedang duduk-duduk di sebuah meja yang terbuat dari kayu jati berbentuk bundar, aku ditemani seorang perempuan. Kadang aku juga kurang tau apa yang membedakan wanita, cewek, gadis dan perempuan. Tapi dalam hal ini aku akan menyebut sesosok maklhuk hidup di depanku ini dengan sebutan perempuan, biar kayak anaknya mbak mega yang sekarang menjabat sebagai menteri.

Perempuan yang ada di depanku saat itu sedikit banyak mirip kamu Yanindra. Ia memakai jilbab berwarna biru dengan sweeter berwarna putih. Aku paksa ia untuk menemaniku Yanindra, karena saat itu aku benar-benar sendiri. Sebenarnya pak presiden itu punya partai apa nggak tow Yanindra, kok seolah-olah berjuang sendiri. Kalau boleh sih aku mau bikin partai yang nanti pak Presiden akan aku jadikan dewan Pembina, biar kalau ada masalah apa-apa pak presiden nggak sendirian. Aku agak pesimistis dengan rakyat, karena saat ini banyak orang-orang yang mengaku sebagai rakyat. Ya semua orang saat ini bersifat oportunis Yanindra.

Perempuan di depanku itu entah kenapa ia mau ku paksa Yanindra. Padahal di meja itu hanya ada aku dan ia. Sementara itu teman-temannya yang lain asyik dengan kegiatan mereka masing-masing. Perempuan itu dari tadi nggak berani mentap mataku Yanindra. Ia agak malu-malu duduk berdua dengan seorang om-om kayak aku ini. Tapi dari tadi ia selalu menjawab pertanyaanku dan sesekali juga mengajukan pertanyaan kepadaku kok Yanindra. Pertanyaan yang agak membuatku bingung itu mengenai keputusan pak presiden yang nggak jadi melantik calon kapolri, terus menghentikan sementara kedua ketua kpk, dan mengangkat tiga plt kpk.

Aku bingung menjawabnya Yanindra. Kalau ia bertanya padaku bagaimana cara Bunglon melindungi diri dari serangan musuh, pasti tidak membutuhkan waktu lama aku langsung akan menjawabnya, dengan cara merubah diri sesuai dengan lingkungannya. Kalau orang Biologi menyebutnya dengan mimikri. Politikus saat ini benar-benar pinter merubah diri mereka Yanindra. Kadang aku sampai nggak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang rakus. Benar kalau beberapa kelompok dalam agama yang menolak untuk memilih, karena mereka takut salah pilih.

Untuk menjawab pertanyaan perempuan yang cantik tadi aku harus menarik nafas panjang Yanindra. Penarikan nafas panjang ini merupakan bukti kalau ada tekanan, tekanan untuk aku bisa menjawab seobjektif mungkin dari pertanyaan yang diberikan perempuan tadi. Aku benar-benar bingung Yanindra, aku nggak mau menyakiti kedua belah pihak. Aku nggak mau menyakiti perasaan para penegak hukum, aku takut salah Yanindra.

Untungnya aku dibekali kemampuan khusus dikarenakan aku membaca mengenai beberapa buku sejarah. Dari buku yang aku baca, perlu pengalihan kasus untuk memecah focus dari pertanyaan yang diungkapkan perempuan tadi. Entah itu pengalihan kasus teroris atau penaikan harga bbm atau apapun pokonya, kasus yang utama harus menghilang dari trending topic. Aku mengalihkan focus pertanyaannya dengan cara memberikan pertanyaan kepada perempuan tadi. Ya itu seperti kamu Yanindra, membalas pertanyaan dengan pertanyaan.

“mau nggak kamu malam mingguan sama Om???”

Itu pertanyaan yang ku berikan kepada perempuan yang dari tadi memegangi hpnya. Ia hanya tersipu malu Yanindra. Ia nggak mau menjawab pertanyaanku, ia masih focus dengan hpnya. Kemungkinan besar ia berpikir mau apa tidak, atau jangan-jangan ia sudah punya pacar. Perempuan secantik itu kemungkinan kecil kalau belum punya pacar. Sekarang anak sd saja sudah punya pacar.

“nanti kita karaoke bareng sama Om” tambahku

Ia belum menjawab pertenyaanku Yanindra. Hingga matahari bersembunyi di barat sana, belum ku temukan jawaban dari mulutnya. Ia ternyata juga pintar dalam mengalihkan kasus Yanindra. Ia mengatakan padaku bahwa ia lahir pada malam anggoro kasih, malam yang benar-benar membuat aku kesengsem.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s