hakimAkomodasi adalah suatu proses dimana orang perorang atau kelompok yang mula-mula saling bertentangan, kemudian saling menyesuaikan diri untuk mengatasi kekurangan-kekurangan. Akomodasi adalah suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehingga pihak lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Akomodasi adalah salah satu proses hubungan sosial yang termasuk dalam proses asosiatif yaitu berdampak positif terhadap hubungan tersebut. Manusia adalah maklhuk yang tidak sempurna, sehingga kemungkinan memunculkan masalah sangatlah besar. Dalam mencari solusi dari permasalahan tersebut maka diperlukan sebuah proses akomodasi.

Tujuan diadakan akomodasi adalah mengurangi ketegangan antara perorangan maupun kelompok akibat perbedaan paham. Kenangan masa lalu sudah menggambarkan kepada kita semua bahwa perbedaan paham akan menimbulkan konflik, terkenal adanya istilah perang dingin, yaitu perang ideology antara blok barat dan blok timur. Untuk mengurangi ketegangan tersebut negara-negara berkembang kemudian membentuk gerakan non blok. Usaha tersebut merupakan salah satu contoh tujuan dari akomodasi. Selain itu akomodasi juga bertujuan untuk mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu. Bukan berarti dengan akomodasi suatu masalah akan dapat diselesaikan, adakalanya masalah tersebut dapat didinginkan untuk sementara waktu, akan tetapi dikemudian hari kemungkinan bisa memunculkan masalah kembali.

Bentuk akomodasi antara lain:

Koersi (coercion) yaitu suatu bentuk akomodasi yang dilaksanakan karena adanya paksaan, baik secara fisik (langsung) ataupun secara psikologis (tidak langsung). Di dalam hal ini, salah satu pihak berada pada kondisi yang lebih kuat dan lemah.. contoh koersi secara fisik dalah perbudakan dan penjajahan, sedangkan koersi secara psikologis contohnya tekanan negara donator kepada negara kreditur dalam pelaksanaan syarat-syarat pinjaman.

Kompromi (compromise) yaitu suatu bentuk akomodasi di antara pihak-pihak yang terlibat untuk dapat saling mengurangi tuntutannya agar penyelesaian masalah yang terjadi dapat dilakukan. Contohnya perjanjian anata pemerintah Indonesia dengan gerakan Aceh merdeka dalam hal menjaga stabilitas keamanan nasional.

Arbitasi (arbitration) yaitu suatu cara mencapai kesepakatan yang dilakukan antara dua belah pihak yang betikai dengan bantuan pihak ketiga. Pihak ketiga tersebut memiliki wewenang dalam penyelesaian sengketa dan bisanya merupakan badan yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari pihak-pihak yang bertikai. Contohnya pada masalah pemilu kemarin diselesaikan melalui mahkamah konstitusi.

Mediasi (mediation) merupakan cara penyelesaian masalah dengan menggunakan pihak ketiga akan tetapi pihak ketiga tidak memiliki wewenang untuk menyelesaikan masalah, melainkan hanya sebagai penengah. Contohnya pada saat konflik Indonesia-Belanda, PBB menjadi penengah dengan membentuk komisi tiga negara (KTN) yang terdiri dari Australia (wakil Indonesia), Belgia (wakil belanda) dan Amerika Serikat.

Konsiliasi (conciliation) yaitu usaha mempertemukan keinginan dari beberapa pihak yang sedang berselisih demi tercapai tujuan bersama. Contohnya kosultasiyang diadakan oleh Mendagri untuk mengatasi malasah anggaran APBD Jakarta antara gubernur dan DPRD.

Toleransi (tolerance) yaitu suatu bentuk akomodasi yang dilandasi sikap saling menghormati kepentingan sesame sehingga perselisihan dapat dicegah atau tidak terjadi. Dalam hal ini, toleransi timbul karena adanya kesadaran masing-masing individu yang tidak direncanakan. Contohnya adalah toleransi antar umat beragama di Indonesia, tertera dalam kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular pada zaman Majapahit yang terdapat kalimat “bhineka tunggal ika, hana dharma mangrua

Stalamate yaitu suatu keadaan perselisihan yang berhenti pada tingkatan tertentu, keadaan ini terjadi karena masing-masing pihak tidak dapat lagi ataupun mundur hal ini berarti kedudukan seimbang. Dengan demikian menyebabkan masalah yang terjadi akan berlarut-larut tanpa ada penyelesaiannya. Contoh permsalahan antara Israel dengan Palestina.

Pengadilan (adjudication) yaitu bentuk penyelesaian perkara atau perselisihan di pengadilan oleh lembaga negara melalui perundang-undangan yang berlaku. Contonhya penyelesaian masalah BG yang diputuskan oleh hakim Sarpin.

Permasalahan yang terjadi sebaiknya diselesaikan dengan jalan damai. Negara kita mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah. Kalau akhir-akhir ini terdapat main hakim sendiri, hal ini menandakan ada yang salah dalam perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Seolah penduduk yang dulu ramah sekarah menjadi penuh amarah, yang dulu manis sekarang menjadi bengis. Setiap orang seharusnya mengedepankan jalur damai daripada jalur kekerasan. Semua masalah dapat diselesaikan.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s