bu retnoGadis kecil yang ada di depanku ini dari tadi hanya tertawa, tertawa dan tertawa hampir sama dengan semangat pak Presiden, kerja, kerja dan kerja. Ia mentertawakan penampilan gundulku Yanindra. Apa salahnya tow Yanindra??? nggak ada yang salah kan bila aku berpenampilan terbuka yang penting aku masih sadar mana aurat yang harus aku tutup kok. Emangnya ada larangan di negeri ini bahwa orang tidak boleh bercukur gundul, Yanindra. Kalau seperti itu aku akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Gadis kecil tadi sesekali menanyakan soal tentang sejarah padaku Yanindra. Akan tetapi yang seperti tadi, setiap melihat kepadaku ia mesti tertawa. Katanya aku lucu Yanindra, penampilanku yang saat ini kata ia seperti seorang kemodian yang ada di televisi. Kalau nggak salah ia bilang kalau aku mirip dengan Wendy Cagur Yanindra. Model rambut gundul dengan hiasan kumis dan jenggot dibagian sekitar mulut membuatku agak mirip dengan artis tersebut. Terus kemarin malah ada yang bilang kalau aku kayak Abraham Samad. Tapi aku masih ingat siapa aku kok Yanindra. Aku bukan mereka, aku adalah orang yang melihatmu sedang bersama dia di Candi Sukuh beberapa tahun yang lalu.

Dari tanda pengenal yang ada dada bagian kanan menunjukan siapa nama gadis kecil yang ada di depanku. Kalau benar itu bajunya, nama si gadis itu adalah Retno. Tapi disini aku tidak akan memanggilnya dengan retno, tapi dengan panggilan gadis kecil saja karena bentuknya yang mungil dan lucu.

Kalau dipikir-pikir namanya mirip menteri luar negeri ini ya Yanindra. Menteri luar negeri kali ini agak sensasional Yanindra. Sepanjang perjalanan hidup dan berkembang negara ini pertama kalinya seorang menteri luar negeri yang berjenis kelamin seperti R.A Kartini. Ibu Retno sering nongol dikaca televisi rumahku Yanindra, mungkin juga sama dengan kaca televisi rumahmu. Ia lagi naik daun Yanindra. Padahal sebelum ia menjabat menteri sedikit orang yang pernih melihat bu Retno. Ia dulu seorang dubes yang menjabat di negeri Belanda.

Bu Retno sedang naik daun dikarenakan berbagai permasalahan luar negeri kita, dari masalah pemulangan TKI dari Malaysia hingga pertikaian dengan negara lain. Negara kita sedang dikritik oleh negara lain gara-gara hukuman mati terhadap pengedar narkoba Yanindra. Australia dan Brasil yang merupakan negara berbeda yang satu negara di benua Amerika dan yang satu merupakan nama negara yang sama dengan nama benuanya, Australia, akan tetapi mereka sama-sama sedang melakukan protes terhadap negara kita

Kalau konflik dengan negara kanguru sudah berlangsung sejak lama Yanindra. Ya itu wajar saja karena Australi adalah negara tetangga, dengan tetangga sendiri konflik itu hal sangat lumrah. Kalau konflik dengan Brazil itu merupakan hal yang baru dalam sejarah negeri ini Yanindra. Hukuman mati yang diterapkan oleh negara kita, membuat pemerintah Brazil menolak surat yang diberikan oleh Pak Presiden kita Yanindra, entah itu surat apa yang penting itu bukan merupakan surat cinta. Hingga pada akhirnya, atas instruksi dari pak Presiden maka bu Retno memanggil pulang dubes kita yang ada di negara samba. Semenjak saat itu wajah bu Retno hilir mudik nampak di kaca televisi.

Selain nama bu menteri, ternyata jauh sebelum beliau ada tokoh di negeri ini yang namanya juga Retno Yanindra. Seorang wanita dari Madiun yang dijadikan permaisuri oleh Penembahan Senapati alias Danang Sutawijaya dari Kerajaan Mataram Islam. Seorang raja memiliki dua tipe istri Yanindra, permaisuri dan selir. Permaisuri adalah istri yang berhak melahirkan putra mahkota. Putra mahkota yang nantinya menggantikan ayahnya menjadi raja. Ibu dari Mas Jolang itu namanya Retno Dumilah.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s