bungaTadi saat aku melihat televisi, secara tidak sengaja aku melihat perempuan seperti kamu Yanindra. Mungkin ini salah satu bukti kangennya aku sama kamu. Semua perempuan seolah-olah itu kamu Yanindra. Memang sih aku sudah lama tidak menjumpaimu, terakhir kali aku melihat perempuan sepertimu, sedang duduk dikursi pesakitan. Kata hakim, perempuan yang mirip dengan kamu itu terjerat kasus buah apel Yanindra. Kemarin itu marak sekali ada apel yang katanya membawa virus dari Amerika Yanindra. Tapi apel yang menjerat perempuan mirip kamu itu, bukan buah apel sembarangan, melainkan apel malang dan apel Washington.

Sudah lama kita tidak berjumpa semenjak pertama kali bertemu di Candi Sukuh itu Yanindra. Saat itu aku sedang mengamati detail dari relief yang ada di candi tersebut. Aku melihat mu dari kejauhan kau sedang bersama dia. Kalau nggak salah bajumu berwarna biru langit sedangkan dia memakai baju berwarna merah. Warna merah menjadi warna yang dominan di tahun ini Yanindra. Coba kamu lihat saat orang-orang Tiongkok yang ada di negeri kita merayakan tahun baru, pasti warna dominan itu merah.

Candi Sukuh itu unik Yanindra. Dari bentuknya saja, tidak ada candi di Indonesia yang memiliki kesamaan kerangka bangunan. Candi tersebut lebih mirip piramida dibandingkan dengan punden berundak yang dibangun oleh manusia purba jaman dahulu. Di candi sukuh tersebut aku mengamati dengan cara seksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkat relief yang terukir dibebatuan tersusun rapi tersebut. Kalau teks proklamasi klad yang ditulis Bung Karno itu “tempoh” Yanindra, tapi sesudah diketik Sayuti Melik (naskah otentik) kemudian huruf “h: dihilangkan sehingga menjadi “tempo” seperti teks proklamasi yang tertulis di uang seratus ribu.

Kata leluhurku, relief yang ada di Candi Sukuh itu merupakan gambar dari Batara Durga yang minta diruwat oleh Sadewa Yanindra. Iya betul Yanindra, Sadewa itu kembarannya dari Nakula yang merupakan anggota dari Pandawa. Nakula dan Sadewa itu anak dari prabu Pandu dengan istrinya, yakni Dewi Madrim. Selain relief tersebut, di Candi Sukuh juga terdapat beberapa patung yang telanjang Yanindra. Wuah kalau porno atau nggaknya aku kurang tahu Yanindra. Manusia jaman dahulu tidak berpakaian biasa saja kok. Kalau kamu sempat pergi ke papua di sana masih banyak orang-orang yang tidak menutup auratnya.

***

Husshhhh kok aku malah cerita panjang lebar tentang pertemuan kita yang pertama ya Yanindra. Itu sudah lama sekali tapi masih ku ingat hingga detik ini Yanindra. Biasa Yanindra, itu hal yang berkesan dalam hidupku sehingga sampai kapanpun mungkin aku tidak melupakan kejadian tersebut. Seperti peristiwa laut aru yang mungkin tidak akan pernah dilupakan saat bangsa ini ingin mengembalikan Irian Barat kepangkuan ibu pertiwi. Irian Barat itu ya Papua sekarang ini Yanindra. Setelah kembali, nama resminya yaitu Irian Barat, namun semenjak pemerintahan Gus Dur namanya dikembalikan lagi ke Papua. Peritistiwa laut aru itu peristiwa tenggelamnya macan tutul beserta penumpangnya Yanindra, yang terkenal adalah Yos Sudarso dan Kapten Wiratno di lau Arafuru saat menghadapi tentara laut Belanda. Ngomong-ngomong pakaian untuk lelaki orang papua itu apa Yanindra??? wuah tebakan yang bagus Yanindra. Betul sekali, pembungkus alat kelamin laki-laki itu, koteka. Aku belum pernah pakai yang seperti itu Yanindra

Heoheoheo

Perempuan yang ku lihat di televisi itu mirip sekali denganmu Yanindra. Ku lihat dengan menikmati coto makasar, yang merupakan makanan khas dari tanah kelahiran ayam jantan dari timur. Dari rambut, bibir hingga bentuk rahangnya mirip sekali dengan kamu Yanindra. Aku serius Yanindra. Rasa-rasanya mataku dipenuhi oleh bentuk tubuhmu. Kemarin saat diperjalanan pulang dari barat, aku juga melihat perempuan yang mirip sekali dengan kamu Yanindra. Mungkin aku sedang berhalusinasi tingkat tinggi, ini bukan karena aku menggunakan narkoba Yanindra, namun aku sedang mengalami kekangenan yang sangat luar biasa terhadap mu. Mungkin ini bisa dikatakan kekangenan terdahsyat, ketika kita sudah lama nggak berjumpa, dan tak pernah tegur sapa melalui alat komunikasi, tapi setiap aku mau tertidur, ku panjatkan doa agar Tuhan menyertakan dalam setiap langkahmu kebahagiaan.

Apalagi saat perempuan yang ada di televisi itu menyedu makanannya, mirip sekali dengan kamu Yanindra. Kapan-kapan kita ke papua saja Yanindra. Selain untuk melepas kangenku padamu, juga untuk mengetahui bagaimana kabar gunung emas yang ada dibumi cendrawasih itu.

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s