bunga matahariAku sudah mulai lupa dengan senyummu Yanindra. Sudah lama kita nggak berjumpa, lama sekali. Seingatku kita bertemu diacara temu kangen yang diprakarsai oleh Kemendagri. Sayangnya pada acara itu berujung dengan saling tunjuk dan marah-marah Yanindra. Ada yang menuding terdapat dana siluman yang disusupkan dalam anggaran daerah yang ditudingpun mengelak dan mengeluarkan berbagai jurus untuk mengalihkan isu. Mereka bilang bapak yang di depan itu, yang dari tadi marah-marah dan tunjuk-tunjuk anak buahnya itu nggak punya etika, Yanindra. Disuasana yang gaduh itulah aku sekilas melihat senyum dibibirmu.

Suasana negeri ini sedang gaduh Yanindra. Pokoknya semua ini terjadi setelah pemilu. Hal itu biasa Yanindra, dulu saat pemilu pertama negeri ini, juga memunculkan kegaduhan, saling membentuk koalisi untuk menguasai parlemen. Saling jegal itu bukanlah hal yang luar biasa, memang hidup seperti itu Yanindra, tidak ada yang abadi. Kalau hari ini terjadi lagi, kamu nggak usah kaget Yanindra. Pasca pemilu harus ada konsolidasi kalau perlu harus ada saling kompromi biar jalan mulus Yanindra. Sekarang banyak cewek yang kulitnya mulus gara-gara menggunakan cream pemutih, pelembut dan pelican. Kemarin aku menemui mbak-mbak yang kelihatannya mulus sekali Yanindra, kelihatannya lho ya.

Korupsi, adalah satu masalah yang dibenci dan dicintai. Mereka orang yang membenci adalah orang-orang yang belum pernah korupsi Yanindra, ya seperti aku ini. Orang-orang yang berteriak itu belum merasakan nikmatnya korupsi, dan mungkin gara-gara belum ada kesempatan untuk melakukannya. Seandainya saja mereka diberikan kesempatan untuk korupsi, barang tentu mereka akan diam dan menikmati harta begalannya itu dengan keluarganya. Tapi tenang Yanindra, dinegeri ini masih ada kok segelintir orang-orang suci, nah merekalah orang-orang yang harus dilindungi, kalau tidak mereka nantinya juga ikut-ikutan korupsi.

Kenapa mereka tega memberikan nafkah pada istri dan anak-anaknya dengan uang haram ya Yanindra??? jangan-jangan mereka tidak bisa membedakan rezeki yang halal dan yang haram???

Na itu Yanindra, membuktikan mulai luntur nilai agama. Agama itu hanya untuk dibaca tanpa diamalkan Yanindra. Kalau aku sih mengamalkan, tapi yang cocok saja denganku Yanindra, kalau nggak cocok ya nggak aku lakukan. Kalau kita bisa melihat dengan jeli Yanindra, orang-orang korupsi itu bukanlah orang-orang ateis yang tidak bertuhan lho ya. Mereka bahkan ada yang menteri agama, kiai atau ustad atau entah apa namanya yang barang tentu kehidupan mereka bersinggungan langsung dengan agama. Akan tetapi karena tergoda oleh uang sehingga mereka lupa akan agama yang mereka miliki Yanindra.

Korupsi itu kejahatan luar biasa Yanindra, sehingga mendapatkan perlakuan khusus. Itu buktinya ada KPK yang dibentuk zamannya mbak Mega. Tapi sayang Yanindra, sekarang KPK sudah nggak punya taji lagi. Banyak pihak yang beramai-ramai menyerang KPK, KPK seakan dikebiri Yanindra. Kasihan sekali mereka, padahal memberantas korupsi itu adalah misi suci memberishkan negeri ini dari korupsi. Dalam pikiranku sulit terbayangkan negeri ini akan bebas dari korupsi, bebas bersih itu maha sulit, ya setidaknya korupsi semakin sedikit lah. Kebijakan akhir-akhir ini seakan-akan tidak mendukung pemberantasan korupsi.

Dana siluman di anggaran itu juga sungguh menggelikan Yanindra. Antara kebutuhan dengan dana yang dianggarkan benar-benar tidak sesuai. Penggelembunngan dana anggaran itu mirip dengan begal Yanindra, tapi ini begal yang terstruktur dan sangat professional. Kasihan begal yang ada dijalan itu, kalau ketangkap bisa-bisa mereka dibakar, tapi kalau begal yang berdasi itu paling-paling cuman lima tahunan, terus mendapatkan remisi-remisi dan remisi akhirnya menjalani hukuman paling cuman tiga tahunan. Itu lho Yanindra, bedanya professional dan amatiran.

Kok kamu senyam senyum kenapa Yanindra??? Apa kamu mentertawakan lucunya negeri ini, yang katanya agraris tapi masih impor beras, yang katanya maritim masih impor garam?

Jangan hanya tersenyum Yanindra, kalau bisa bicaralah, protes pada mereka, government yang dulu memberikan janji nawa cita itu. Mari kita tagih janji-janji saat pemilu yang lalu. Kita kawal segala kebijakan, apabila yang menyimpang mari kita lakukan kritik, kalau itu kebijakan yang bagus mari kita dukung. Ing madya mangun karso, tut wuri handayani

Oalah senyam senyummu itu bukan karena masalah ini Yanindra. Memang benar pendapatmu Yanindra, biar mereka yang sok pinter itu saja yang ngurus masalah ini. Ngomong-ngomong wallpaper di hp mu itu mail apa haji lulung, Yanindra???

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

2 responses »

  1. […] tanggal tujuh ketika ada di wisuda. Mbak-mbaknya itu cantik Yanindra, ada yang khas dari dirinya, senyumnya itu lho, yang mampu membuat banyak lelaki akan termehek-mehek […]

  2. […] menenangkan diri Yanindra, cukup dengan melihat fotomu saja, sedikit sudah ku temukan bahagia. Dari senyummu aku melihat berkah yang disuguhkan Tuhan untuk hambanya, aku. Itu caraku mengagumimu berbeda dengan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s