Pacquiao v Mosley Final News ConferenceHatiku masih benar-benar dongkol sampai saat ini, Yanindra. Perasaan itu mengganjal di dalam dadaku sehingga membuat nafasku terasa sesak. Ku tarik nafas panjang dan ku hembuskan pelan. Entah apa definisi perasaan yang ku alami saat ini Yanindra. Marah, kesal, tidak terima, ingin mengulang lagi semua tercampur aduk dalam satu raga ku yang kecil ini. Ini bukan karena gara-gara gagalnya aku berjumpa denganmu dihari minggu ini, Yanindra, bukan. Sudah ku iklhaskan kegagalan kita bertemu. Mungkin ada satu dua hal yang membuatmu mengurungkan niat untuk mengadakan pertemuan antara kita.

Serius aku bener-bener dongkol setelah menyaksikan lagi tinju tadi pagi. Laga tinju yang dikatakan sebagai tinju akbar abad ini membuat perasaanku menjadi hancur lebur tak berdaya, Yanindra. Petinju jagoanku harus mengalami pil pahit kekalahan. Menurutku ini rekayasa Yanindra, serius ini rekayasa. Aku melihat dengan mataku sendiri, bagaimana petinju jagoanku yang orangnya terkenal sangat baik itu beberapa kali berhasil menghujamkan pukulan ketubuh lawan. Sebenarnya aku sudah prediksi diawal, kalau sampai dua belas ronde, dapat dipastikan kalau jagoanku kalah. Benar sekali, Yanindra, petinju jagoanku benar-benar kalah, dengan angka mutlak, bukankah itu menambah nyesek hatiku??? Huhuhu

Pertandingan tinju hari ini benar-benar luar biasa, Yanindra. Kalau permainan di dalam ring sing biasa-biasa saja, seperti tinju pada umumnya jual beli pukulan, malah terkesan membosankan. Yang lebih menarik itu intrik di luar ring tinjunnya itu lho Yanindra. Baik itu kisah hidup dua petinju yang saling bertolak belakang, hingga sangat mahalnya tiket masuk untuk menyaksikan tinju. Tiket paling murah itu sekitar puluhan juta, Yanindra. Mana mungkin aku bisa melihat pertandingan itu secara langsung kalau tidak melalui layar televisi. Untung ada salah satu televisi nasional yang berhasil menayangkan pertandingan tersebut, Yanindra. Antara lama iklan dengan gelaran tinjunya menurutku nggak sebanding sih Yanindra, tapi ya mau apa lagi, wong namanya gratisan ya kayak gini.

Kalau secara teknis, pertandingan tadi seharusnya dimenangkan oleh jagoanku, Yanindra. Secara kasat mata sudah nampak jelas siapa yang lebih agresif dan melepaskan pukulan. Tapi sayang Yanindra, sayang seribu sayang ada faktor non-teknis yang membuat jagoanku kalah. Sebenarnya aku sudah sangat senang sampai dua belas ronde belum ada yang jatuh, Yanindra. Aku sangat optimis kalau jagoanku bisa merebut mahkota juara, tapi apa daya, aku dibuat kaget oleh keputusan dewan juri yang memenangkan secara mutlak lawan dari jagoanku. Tiba-tiba badanku lemah Yanindra, aku sedikit menahan air mata agar tidak jatuh membasahi pipiku.

Ini tidak adil, ini ada kecurangan, jurinya tidak fair…

Itulah sumpah serapah yang diucapkan oleh temanku yang tadi nonton disampingku. Ia juga menjagokan petinju yang sama denganku, Yanindra. Ia juga merasa kecewa dengan keputusan yang dibuat oleh dewan juri. Tapia pa mau diperbuat, keputusan juri itu keputusan final tidak bisa dipra-peradilankan kayak yang dilakukan salah satu petinggi polisi di negeri ini. Kisah pra-peradilan itu kemudian menginspirasi kepada tersangka korupsi lain untuk melakukan perlawanan terhadap komisi pemberantasan korupsi. Namun satu persatu pra-peradilan itu kalah, Yanindra. Ya benar saja kalah, wong bapak yang kemarin menang itu memiliki kedudukan yang kuat di institusinya kok.

Seandainya saja boleh diulangi ya Yanindra. Dewan jurinya tidak yang itu. Banyak orang yang sudah bilang kalau juri itu memiliki kedekatan dengan petinju yang juara tersebut. Dewan juri tersebut bermasalah, Yanindra. Sayang semua sudah terjadi dan tidak bisa diulangi lagi. Kalau nggak salah itu nggak ada pertandingan ulang antara petinju tersebut, Yanindra.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s