reformasi 1998Katanya guna memperingati hari kebangkitan nasinonal yang jatuh pada tanggal 20 mei ini para mahasiswa akan melakukan demonstrasi besar-besaran, Yanindra. seluruh BEM di Indonesia sepakat untuk melakukan hal tersebut. Jadi kalau menurut nasehatku, nanti kamu nggak usah ke kampus, atau ke kota-kota besar, ditakutkan nanti perjalananmu akan terganggu dengan demonstrasi. Selama aku menjadi mahasiswa sebanyak dua kali, aku belum sekalipun mengikuti demonstrasi, Yanindra. Bukannya aku nggak berani ikut, atau bayaran demonya kurang besar, tapi karena aku berpikir suaraku nggak akan didengarkan oleh subjek yang didemo. Apalagi suaraku yang sumbang dan terkadang saat bernyanyi tidak cocok dengan nada gitar.

Entah siapa yang memulai untuk melakukan demo ini, Yanindra. Demo ini aku setuju-setuju saja asalkan niatnya lurus dan bermuara untuk membangkitkan bangsa dari keterpurukan selama ini. Aku setuju-setuju saja kalau demo kali ini bisa menghasilkan terobosan baru bagi pemecahan masalah bangsa. Bangsa kita ini sedang mengalami banyak masalah, Yanindra, malah ada yang bilang kalau negara kita ini sedang mengalami masa-masa darurat masalah. Masalah belum selesai meskipun pimpinan KPK sudah berganti, masalah narkoba masih ada meski para pengedar sudah kehilangan nyawa, sekarang malah ada masalah lama tapi baru masalah prostitusi. Bangsa kita ini sudah mengalami banyak masalah, jangan ditambah dengan masalah yang ditimbulkan akibat adanya demonstrasi yang berujung dengan anarkisme.

Demo itu sering dilakukan oleh para mahasiswa, selain itu juga oleh para buruh pabrik. Setiap tanggal dua mei dapat dipastikan para buruh turun ke jalan menuntut apa yang mereka inginkan. Dari penghapusan sistem kontrak hingga mengenai peningkatan masalah kenaikan upah. Sebenarnya kalau boleh aku ingin mengajak tetangga untuk mengadakan demo Yanindra. Kami itu merupakan sekumpulan manusia yang hidup dari sector pertanian, kami bisa dibilang sebagai petani dan lebih cocoknya buruh tani. Kami adalah manusia yang selalu diombang-ambingkan harga pasar. Kami sebenarnya adalah manusia-manusia yang tertindas di negeri yang katanya agraris ini. Mengapa tidak tertindas Yanindra, lha wong saat musim tanam harga benih dan pupuk naik, sedangkan saat panen, harga hasil pertanian turun. Tapi niatku untuk mengajak tetanggaku demo, aku urungkan, Yanindra. Paling-paling tetanggaku juga nggak mau bila ku ajak demo. Mereka sudah hidup, nrimo ing pandum.

Demo yang dilakukan para mahasiswa itu seringkali mengalami kerusuhan, Yanindra. Para demonstran merusak beberapa fasilitas umum, saling pukul dengan aparat keamanan, dan tidak jarang jatuh korban entah itu para pendemo kalau nggak ya rakyat sipil. Padahal mereka itu siswa yang maha ya Yanindra, kenapa tidak bisa mengendalikan emosi. Bukankah mereka itu sudah menjadi orang-orang yang terdidik ya Yanindra. Kenapa masih melakukan tindakan bar-bar kayak orang-orang yang tidak bisa berpikir jernih. Berdemo ya berdemo, tapi dengan santun, itu yang sering diucapkan oleh mantan presiden kita, hidup berpolitik harus santun. Dari pada turun kejalanan yang nggak ada gunanya, mendingan demo melalui twitter atau facebook, kalau gagal menyalurkan aspirasi kita, ya minimal kita bisa melihat para model majalah yang menjajakan di dunia maya.

Hussss singkirkan otak-otak mesum mu, itu yang ku ucapkan kepada salah satu temanku, Yanindra. Ia sudah acuh dengan masalah yang berkaitan dengan negara ini. Setelah calon presiden yang ia jago kemarin kalah, kemudian ia berputus asa, tidak mau lagi mencampuri masalah pemerintahan. Ia lebih asyik menepi dengan smartphone yang dimilikinya, dan asyik dengan berselancar di dunia maya. Entah itu untuk meng-like foto cowok cantik atau hanya sekedar melihat status-status orang-orang yang lebay itu. Ia pernah bilang kepadaku, kalau ternyata melalui dunia maya, ia bisa mengadakan kencan dengan wanita tuna susila, Yanindra.

Kembali ke masalah demo…

Demo kali ini untuk memperingati hari kebangkitan nasional, Yanindra. Hari kebangkitan nasional yang akrab ditelinga kita dengan sebutan Harkitnas, merupakan masa dimana arah perjuangan kita sudah berbeda dari sebelumnya. Hari dimana, para pemuda sudah memikirkan alat perjuangan baru yang tidak melulu keris dan bambu runcing yang selama ini mengalami kegagalan dalam melawan pemerintah colonial Belanda. Para pemuda saat itu dipelopori oleh Sutomo mendirikan sebuah organisasi modern, yang bernama Budi Oetomo pada tanggal dua puluh mei sembilan belas kosong delapan. BO kemudian menginspirasi banyak pemuda untuk mendirikan organisasi modern dalam rangka awal mempersatukan golongan-golongan tertentu dan kemudian berusaha untuk merebut kemerdekaan.

Kebangkitan saat itu kemudian menginspirasi banyak tokoh untuk mendirikan organisasi yang berjuang untuk memperoleh kemerdekaan, kemudian lahirlah organisasi lain semisal Sarekat Dagang Islam yang kemudian berganti nama menjadi Sarekat Islam, Muhammadiyah yang didirikan oleh Ahmad Dahlan, Indische Partij dengan tokoh tiga serangkainya yaitu Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara, hingga organisasi-organisasi radikal semacam Partai Nasional Indonesia yang diketuai Bung Karno, dan PKI yang berhaluan politik komunis dan pada akhirnya memberontak meskipun itu gagal. Di luar negeri para pemuda tidak tinggal diam. Bung Hatta mempelopori berdirinya Indische Verenenging di negeri Belanda yang tujuannya adalah mencapai Indonesia Merdeka. Itulah lahirnya berbagai organisasi modern yang berpangkal pada tanggal 20 mei, tatkala Sutomo dengan mahasiswa kedokteran lainnya membentuk organisasi yang disebut Budi Oetomo.

Demonstrasi itu mungkin berasal dari bahasa Yunani, Yanindra. Mungkin berasal dari kata demos dan kratos, demos yang artinya rakyat dan cratos yang berarti kekuasaan. Kalau sekarang demonstrasi itu adalah pemerintahan dari rakyat, oleh dan untuk rakyat. Hahaha iya-iya Yanindra, itu bukan pengertian demontrasi melainkan demokrasi, beda-beda sedikitkan nggak apa-apa. Lha wong para pendemo itu mengatakan bahwa yang mereka lakukan itu termasuk dalam upaya menegakkan demokrasi lho.

Kalau niatnya demo untuk menjatuhkan presiden aku nggak setuju, Yanindra. Tahun 2015 beda dengan tahun 1998, masanya sudah berbeda. Jadi luruskanlah niat untuk berdemo, berdemolah untuk kepentingan bangsa, bukan hanya demi kepentingan golongan orang-orang patah hati saja. Jangan hanya menjadi pendemo bayaran dari orang-orang yang patah hati tadi. Ngomong-ngomong patah hati, ternyata mbak-mbaknya itu sudah punya pacar, Yanindra. Namun hal itu nggak akan membuatku mengerahkan masa untuk berdemo. nrimo ing pandum

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s