doni setyawanKenapa nggak kau balas smsku, Yanindra. BBMku ya cuman kamu read tanpa kau kirim jawaban atas pertanyaanku yang kemarin. Apa sebegitu sibuknya dirimu sehingga nggak bisa kau balas smsku. Apa pertanyaanku terlalu sulit untuk kau jawab, Yanindra. Jangan-jangan kamu nggak punya pulsa. Jangan-jangan kau ada di daerah yang terpencil, jangankan beli pulsa untuk membeli pembalut saja nggak sanggup. Lebih penting pulsa atau pembalut, Yanindra??? Kalau menurutku lebih penting apa yang dilindungi oleh pembalut.. hohoho

Kalau zaman dahulu sudah secanggih sekarang, berita proklamasi akan serentak diketahui oleh rakyat Indonesia saat itu pula. Orang bisa saling telpon, sms, bbm, whatshap, line, twitteran, hingga update di Facebook. Seluruh Indonesia akan segera tahu kalau negara kita sudah merdeka, Yanindra. Nggak perlu corat-coret di dinding rumah atau di dinding kereta api. Kalau boleh aku membocorkan rahasia yang sudah umum, Yanindra, real kereta api itu yang bangun Belanda lho, dulu dibuat untuk sarana transportasi hasil perkebunan.

Lho kamu sudah tahu, Yanindra???

Wualah seharusnya kamu jangan tahu dulu biar aku bisa ngasih tahu. Kalau sudah tau pura-pura saja nggak tahu juga boleh kok, Yanindra. Biar aku terlihat agak cerdas di depan matamu, Yanindra. Dari guru sejarah yang masih muda itu Yanindra. Ow iya seperti itu, Yanindra. Guru sejarah itu sebagian besar kalau laki-laki tampan dan kalau wanita ayu. Memang sudah dikodratkan seperti itu oleh Tuhan. Kamu apa sudah menjumpai guru sejarah kok wajahnya jelek??? Pasti belum, Yanindra. Dan jangan bilang kalau aku

Kalau rahasia tentang pembuatan jalan dari Anyer-Panarukan itu sudah dengar, Yanindra. Sudah dengar, ya Allah tak pikir lama-lama kok kamu seperti Kresna saja, tahu segala hal baik itu yang sudah terjadi, baru terjadi dan akan terjadi. Kresna itu awatar alias penjelmaan dari Dewa Wisnu. Dan ini pun kamu juga pasti sudah tahu. Konsep ini seperti konsep belajar sejarah, Yanindra. Dimensi temporal sejarah itu meliputi last, present and future. Bahasa sederhananya sejarah itu mempelajari masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Berarti guru sejarah itu tahu masa yang akan datang? Nggak seperti itu juga kali, Yanindra. Guru sejarah hanya bisa menebak apa yang akan terjadi, bukan dengan cara seperti yang dilakukan dukun, akan tetapi secara ilmiah berdasarkan siklus kehidupan yang ada sebelumnya.

Sebenarnya saat Daendels menyuruh membuat jalan itu, negara kita secara tidak langsung dijajah Perancis lho, Yanindra. Perancis saat itu sedang Berjaya-jayanya di tanah Eropa yang pimpin yang maha agung, Napoleon Bonaparte. Setiap pertempuran selalu dimenangi oleh Napoleon. Namun pada akhirnya tak ada gading yang tak retak, Yanindra. Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, Napoleon pun akhirnya tumbang. Salah satu kekalahan dalam perangnya dikarenakan adanya hujan mesterius yang katanya disebabkan oleh meletusnya Gunung Tambora di Indonesia.

Semua pelajaran sejarah hampir kau mengerti Yanindra. Salah satunya adalah sejarah dari Pakubuwono X, yang dianggap Belanda sebagai raja yang tidak bisa apa-apa. Ternyata pada kenyataanya pembangunan di kraton Surakarta Hadiningrat terjadi pada masa beliau. Kalau kamu ke Solo, setiap pintu gerbang masuk kota nanti akan ada tulisan PB X. Raja yang gendut suka makan dan jalan-jalan itu ternyata pendukung dari pergerakan nasional Indonesia yang saat itu baru lahir. Salah satu organisasi yang ada di Surakarta, yaitu Sarekat Islam. Penjelasanmu tentang sejarah itu sangat luar biasanya, Yanindra. Aku mengagumi itu. Nampak kamu adalah manusia cerdas dengan balutan raga yang cantik nan rupawan.

Kamu mesti belum tahu yang ini, Yanindra. Apa yang digunakan oleh para wanita saat melakukan hijrah??? Husss ini bukan jaman nabi, hijrah ini terjadi pada masa revolusi dalam usaha mempertahankan kemerdekaan. Berdasarkan pejanjian Renville, tentara kita harus hijrah menuju wilayah yang diduduki oleh tentara kita. Zaman dahulu tidak ada pembalut seperti zaman sekarang, Yanindra. Toko-tokopun tidak ada yang jual pembalut secara bebas seperti jual kondom zaman sekarang. Namanya zaman revolusi apa para wanita nggak memikirkan masalah haid, Yanindra???

Wuah kalau ini ternyata kamu belum tahun ya Yanindra. hohoho

Sekarang dimana-mana jual pembalut, Yanindra. Sampai-sampai di iklankan di televisi. Kalau zaman revolusi dulu, nggak ada namanya pembalut, Yanindra. Agar darah tidak mengalir, para wanita biasa menggunakan kain yang bisa menyerap cairan. Kalau sudah beberapa hari, kain itu dicuci, dijemur kemudian dipakai lagi, Yanindra. Husss itu namanya bukan jorok, memang selama masa berjuang ya seperti itu. Semua serba susah, kalau zaman sekarang termasuk sudah enak, Yanindra. Ya kita sebagai umat manusia harus pandai-pandai bersyukur.

Kalau boleh tahu, aku ingin tahu rahasia kenapa sms ku nggak kamu balas Yanindra???

Apa kamu sedang haid?

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s